
...° HAPPY ENDING °...
Alma menggeliat pelan. Mencari posisi paling nyaman dan memeluk kehangatan. Semakin lama nyawanya semakin terkumpul. Matanya terbuka pelan kala merasakan pelukan erat.
" Ra?"
Alma membuka matanya lebar. Tapi dia segera memejamkan matanya kembali mengingat sesuatu. Gue bukan lagi anak perawan pikirnya.
" Eh?" Alma tiba tiba bingung dengan pemikirannya. Alma memekik kecil kala tubuhnya diangkat hingga berada diatas tubuh sagara. Pria itu memeluknya dengan erat membuat tubuhnya begitu menempel dengan Sagara.
"Sagara?" Alma hendak bangun tapi tangan kekar itu sangat membelit tubuhnya. " Gue suka banget tubuh Lo." Ucap Sagara menghirup rambut hitam milik Alma.
Sontak Alma melotot mendengarnya. Tangannya langsung bergerak mencubit pinggang Sagara.
" Mesum!"
" Auh!" Disaat Sagara lengah Alma langsung melepaskan diri dari pelukan pria itu. Alma berbalik menatap jam yang menunjukkan pukul setengah dua belas.
" Sagara! Kita harus ketemu paman Samuel?! Kenapa Lo gak bangunin gue?!" Pekik Alma langsung berjalan panik menuju kamar mandi. Namun dia kembali lagi mencari ponselnya
.
Sagara terduduk sambil menatap Alma yang heboh sendiri dengan tertawa kecil. Lihat, istrinya sangat menggemaskan.
Alma menatap Sagara yang hanya berdiam diri. " Kenapa masih diem? Kita harus siap siap. Mereka pasti nungguin kita, seharusnya gue gak tidur tadi. Sagar-"
Seett
Cup
Mata Alma terpaku pada mata Sagara yang menatapnya. Setelah sadar dia langsung mengambil langkah mundur.
" Lo-" dia menutup mulutnya syok. Sagara malah tersenyum tipis.
" Cerewet." Ujar Sagara bangkit berjalan ke kamar mandi meninggalkan Alma yang terdiam ditempat.
" First kiss gue..."
Sagara menaikkan sudut bibirnya menatap bayangan dirinya di cermin. Tatapannya tertuju pada bibirnya yang tadi disentuh benda kenyal itu.
...***...
Alma fokus menatap film yang dia setel di televisi lebar itu. Karena sudah bangun dan tidak bisa tidur, dia memutuskan untuk menonton film saja. Mengingat first kiss yang berlabuh pada Sagara membuat dia kesal sekaligus malu.
Dia tidak akan bicara lebih dulu pada Sagara. Ah, dia menikmati keheningan malam ini. Dulu sekali, dia menginginkan hal ini. Rasanya seperti suatu hal yang mustahil, berbeda dengan sekarang yang semuanya terwujud.
Tetapi hatinya masih merasa tidak puas. Mungkin ini adalah naluri manusianya yang selalu tidak akan puas dengan apa yang ia dapatkan.
" Gue mau pulang." Gumam Alma.
" Ini rumah Lo."
Alma menoleh pada Sagara yang tidak tahu sejak kapan berada disampingnya. Dia kembali menatap layar televisi dan memakan popcorn buatannya.
" Gue gak punya rumah. Gue cuma mau kembali," sahut Alma cuek.
Sagara menatap Alma yang konsentrasi menonton film.
" Kalau begitu buat rumah. Jadikan itu tempat Lo kembali."
Alma berdecak kesal. Dia mengambil satu popcorn dan memasukannya kedalam mulut Sagara.
" Diem! Lo berisik banget." Ketus Alma. Sagara memakan suapan Alma sambil terkekeh kecil, matanya terus menatap wajah cantik Alma.
Tak terasa film sudah selesai begitu saja. Akhir yang bahagia bagi pemeran utama namun menyedihkan bagi antagonis. Alma hendak bangkit namun terhenti melihat Sagara tertidur di bahunya.
Alma melipat bibirnya sambil mengelus rambut pendek itu.
" Gue emang gak punya rumah. Tapi gue punya tujuan, dan tujuan gue cuma satu, yaitu Lo."
Alma menidurkan kepala Sagara pada sofa dan masuk kamar membawa selimut. Setelah menyelimuti tubuh Sagara, alma menatap jam yang masih menunjukkan pukul 4 pagi.
" Gue pengen liat pemandangan pagi hari diatas rooftop," gumamnya. Dia mengambil jaket dan bersiap keluar.
__ADS_1
Sampai di rooftop, sesuai ekspektasinya Alma melihat pemandangan yang indah. Dia berjalan menuju ujung bangunan, menatap ke bawah dimana masih ramai orang orang yang berlalu lalang menggunakan kendaraan. Bangunan bangunan yang gemerlap indah, dengan sorot matahari menguning dari arah timur.
Pemandangan itu membuat dia ingin mengabadikan momen tersebut. Setelah puas Alma terpikirkan sesuatu. Dia membalikan kameranya menjadi kamera depan dan membuat gaya dengan dua jari.
Cekrek
Cekrek
Alma melihat hasilnya, sebuah senyuman terbit kala hasilnya sangat memuaskan. " Bagus! Anggap aja ini kenang kenangan." Ucapnya.
" Wah, seharusnya gue bawa coklat panas kesini." Gumamnya mengeratkan jaketnya merasa kedinginan.
" Sebaiknya gue pulang deh, bentar lagi matahari naik."
...***...
Begitu masuk apertement, yang pertama menyambutnya adalah Sagara yang terlihat linglung mencari sesuatu. Dia mendekat kearah Sagara sambil melepaskan jaketnya.
" Nyari apa?"
Sagara menoleh dan langsung mencercanya dengan pertanyaan, " habis darimana?"
Alma berkedip.
" Dari luar." singkatnya. Sagara menghela nafas panjang. "Kenapa gak bilang?" Ada nada marah yang terselip.
Alis Alma menukik mendengarnya.
" Gue harus ngomong sama orang tidur gitu?" Sewot Alma. Gadis itu terlihat sensi kepadanya, Sagara menyingkir memberinya jalan.
" Dia kenapa?" Bingung Sagara.
Hari ini dia sudah mulai masuk sekolah, tetapi dia sangat malas. Jangan heran, karena dia sedang kedatangan tamu bulanannya. Padahal ini adalah akhir bulan, namun karena siklus bulanannya tidak normal membuat Alma sering pusing menanggapinya.
Alasannya singkat, dia lupa tidak membawa persediaan kebutuhan itu. Ingin meminta tolong pada Sagara tetapi malu, maka dari itu dia meminta pada tetangganya saja.
Untung gadis berkepang itu berbalik hati memberinya beberapa lembar pembalut. Jadi dia tidak perlu repot repot turun kebawah membelinya.
" Yakin mau sekolah? Kita bisa izin beberapa hari lagi." Tawar Sagara. Pria itu sadar dengan Alma yang berubah ketus seperti itu.
" Sekolah udah free, tinggal nunggu libur." Alma terdiam mendengar perkataan Sagara.
" Tetep aja ketinggalan informasi." Ketus Alma. Sagara menghela nafas, dia berbalik dan mengangguk. Tangannya menepuk pelan surai rambut Alma.
" Kalau ada yang sakit bilang." Alma mengangguk paham. Tangan mengambil tas dan menggendongnya, dia memberikan tangannya untuk salim dan disambut dengan tatapan tanda tanya.
" Aku berangkat duluan bareng Cessie." Sagara mengerut tidak suka.
" Bareng aja." Alma menggeleng. " Untuk sementara jangan beritahu orang orang dulu. Tunggu waktu yang tepat," Sagara akhirnya mengalah.
...****...
" Anter gue yuk." Jesslyn yang menatap ponselnya menoleh kearahnya.
" Kemana?" Alma terlihat berfikir.
" Jalan jalan aja gitu," jawabnya.
Jesslyn merapikan mejanya. " Ayok." Ajaknya.
Alma tersenyum melihatnya. Dia langsung bangkit dan menggandeng Jesslyn dengan manja. Inilah sosok lain dari Alma dan hanya Jesslyn yang tahu tentang itu.
" Jajan es krim?" Alma mengangguk setuju.
" Rasa coklat dua." Pintanya. Jesslyn mengangguk mengerti.
" Lo tunggu disitu ya?" Alma menatap sebuah kursi yang ditunjuk oleh Jesslyn. Dia mengangguk paham dengan tersenyum kecil.
" Jangan lama ya, Jess. Hehe," Jesslyn menggigit pipi bagian dalamnya menahan gemas.
" Oke, tunggu gue ya. Jangan kemana mana."
Sesuai perkataan Jesslyn, Alma duduk dengan anteng dikursi itu sambil memainkan kakinya.
__ADS_1
" Uhuk!" Alma menoleh mendapati sosok yang tak jauh darinya terbatuk sambil memegangi kepalanya. Matanya membulat melihat bercak darah keluar dari mulut sosok tersebut. Buru buru dia mendekat dan menyodorkan sapu tangan yang sering dia gunakan.
"P-pakai ini." ujarnya dari jauh karena takut melihat darah. Pemuda itu menerimanya. " Thanks."
" Kak Renjana?"
Alma terkejut saat sadar bahwa sosok itu adalah tokoh utamanya.
" Kakak bisa berdiri?" Alma menuntunnya berdiri.
Wajah pria itu sangat pucat. Dan keadaannya yang kacau membuat Alma tidak bisa menahan tangisnya. Apalagi hormonnya yang baik turun membuat dia ingin menangis keras.
" Hiks.. kakak lagi sakit? Kok malah sekolah.. hiks.." Renjana yang mendengarnya langsung panik.
" Lo nangis? Aduh gue gak papa." Alma menahan tangisnya.
" A- aku gak bisa berhenti. Hik i- ini gara gara aku lagi datang bulan. Hiks.. ini gimana gak bisa berhenti?" isak Alma.
Renjana jadi ingin tertawa mendengarnya.
" Kok malah ketawa sih? Eh tapi kayaknya aku pernah lihat tawa itu." Gumamnya Alma menyusut ingusnya.
" Udah dibilang dulu, kakak harus fokus sama pengobatan kakak. Kan jadi parah, terus kak Daisy jadi pergi kan." Renjana terdiam.
" Pelan pelan aja kak, kita gak bisa memaksakan keadaan. Meski gak bisa berakhir bahagia, berakhir baik lebih baik bukan?" Alma tersenyum khasnya.
.
" Dan lagi, kenapa kakak nggak cegah idola aku? Kasian pasti matanya bengkak nangis mulu," gerutunya.
" Al!" Seruan Jesslyn membuatnya menoleh.
Dia melambaikan tangannya semangat pada Jesslyn. " Es krim!!" Pekiknya semangat.
Begitu sampai Alma dengan senyum manisnya memberikan dia tangan kosongnya. Jesslyn ingin sekali menimpuk temannya itu, tapi melihat sosok dibelakang Alma membuat dia mengurungkan niatnya.
" Kak Renjana?" Jesslyn langsung memberikan es krim milik Alma yang di terima dengan baik oleh Alma.
" Oh, gue duluan ya. Thanks buat sapu tangannya. " Ucap Renjana. Alma mengangguk tanpa menatap Renjana, hal itu membangkitkan senyum Renjana. Jesslyn terpesona melihat itu.
" Eh, kak tunggu dulu."
Baru ingin melangkah Alma menyerukan namanya membuat menghentikan langkahnya. Gadis itu menatap es krimnya dan Renjana secara bergantian sambil memicing.
" Nih."
Alma menyodorkan salah satu es krimnya dengan wajah yang tidak rela.
" Karena aku baik, aku kasih kakak ini. Tapi nanti susul idola aku, dan bilang dia harus berterimakasih sama aku." Ucap Alma menjelaskan maksudnya. Jesslyn menganga melihatnya.
" Al!" cegahnya.
Namun sambutan baik dari Renjana membuat dia terperangah lagi.
" Gue bakal bilangin soal sogokan ini." Ujar Renjana tersenyum sebelum pergi pria itu mengacak rambutnya gemas.
" Iya bilang yang bener, nanti aku minta lebih banyak es krim hihihi." Gumam Alma cekikikan sendiri membuat Jesslyn menepuk dahinya.
" Kok gue bisa punya temen kayak dia?"
Tanpa mereka ketahui segala kelakukan nya sejak tadi diperhatikan dari kejauhan oleh seseorang. Mata tajam itu menyorot kearah Alma yang sibuk memakan es krimnya.
...Bersambung 🙏...
...Terakhir untuk hari ini✌️☺️...
...Panjang panjang ya? menurut kalian ngebosenin gak? ...
...jangan lupa tinggalkan jejaknya ya biar aku lebih semangat☺️...
...Aku sudah siapkan draftnya untuk besok😁👇...
__ADS_1
...Lihat udah aku kasih spoiler sedikit untuk bab selanjutnya! ...
...yakin masih gamau like nih?😭...