Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Dua puluh tujuh ( salah paham )


__ADS_3

...° Mr. Antagonist °...


Jeano merenung menatap langit yang menampilkan warna oranye pertanda waktu sudah sore. Pria itu masih memikirkan alasan Sagara yang tiba tiba memberinya pukulan dan marah marah membentaknya.


" Sebelum itu, dia nanya soal Jesslyn. Apa mungkin terjadi sesuatu dengannya?" Gumamnya.


Deringan ponsel membuat dia berhenti melamun, kening Jeano mengerut dalam begitu melihat Sagara menghubunginya. Lantas dia segera mengangkat panggilan tersebut.


" Jeano,"


Kerutan di dahinya semakin terlihat mendengar suara Alma dari seberang.


" Alma?"


" Iya, ini gue." Jeano mengerjap beberapakali sampai dia berdehem.


" Ada apa?" Tanyanya to the point.


" Bisa kita ketemu? Gue pengen nanya sesuatu sama Lo."


Apa yang ingin gadis itu tanyakan?


Jeano terdiam sebentar, pikirannya terus memikirkan tentang Jesslyn. Apa mungkin tentang gadis itu?


" Gimana, No?"


Jeano menghela nafas, " oke, Lo kirim lokasinya." Ujarnya.


" Gue kirim sekarang."


...***...


Dua orang itu saling berhadapan disebuah cafe. Alma sengaja memesan tempat yang jauh dari keramaian agar mereka tidak terganggu. Sedikitnya, alma terkejut melihat wajah babak belur Jeano. Pun, dia sadar jika pelakunya adalah Sagara suaminya.


" Mau pesan makan dulu?" Tanya Jeano. Alma menggeleng, dia langsung mencondongkan tubuhnya agar bisa lebih dengan dengan Jeano.


" Gue mau to the point aja. Apa Lo yang ngelakuin itu sama Jesslyn?" Tanya Alma dengan serius. Jeano terlihat sedikit tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Alma.


" Ngelakuin... Apa?" Bukannya menjawab jeano berbalik nanya. Alma berkedip bingung, dia memundurkan tubuhnya sedikit.


" Lo gak tahu dengan apa yang terjadi dengan Jesslyn?!"


" Emang dia kenapa?" Tanya Jeano cemas.


Alma menghembuskan nafas lega. Itu artinya Jeano bukanlah pelakunya. Dia akan kecewa berat dengan pria itu jika benar pelakunya. Namun, jika begitu masalah ini belum selesai.

__ADS_1


" Al? Apa yang terjadi sama Jesslyn?"Jeano semakin khawatir melihat wajah Alma yang ingin menangis.


Alma menundukkan kepalanya, " Jesslyn di perk*** seseorang." Ujarnya pelan.


" A- apa? Lo becanda kan?" Jeano terkekeh geli mengira Alma bercanda. Pria itu menolak mempercayai apa yang dikatakan oleh gadis didepannya. Bagaimana pun dia sendiri yang memastikan Jesslyn tidur di hotel dengan lelap.


" Nggak, No. Gue gak becanda, itu emang kenyataan yang terjadi sama Jesslyn." Ujar Alma lagi. Kali ini dengan suara yang lebih kuat agar Jeano mendengarnya.


Jeano terpaku sebentar, kemudian menggeleng cepat.


" Gak mungkin, Al! Gue mastiin sendiri dia masuk ke kamarnya di hotel yang gue pesen, bahkan gue ngeliat dia tidur pulas banget! Gue yang nganter dia pulang." Ucap Jeano tegas. Dia tidak ingin mempercayai itu, karena dia sangat yakin Jesslyn tidur dengan baik karena sudah mabuk.


Mendengar penjelasan Jeano, gadis itu terdiam.


Pantas saja Sagara mengira Jeano yang melakukannya, ternyata pria ini yang memang mengantar temannya masuk kesana.


" Kalau begitu, siapa pelaku sebenarnya?" Batinnya bertanya-tanya.


Alma menghela nafas frustasi. " Kalo Lo gak percaya, liat aja ke apart Sagara. Sekarang Jesslyn disana buat nenangin dirinya, dia bener bener kacau No." Lirihnya.


Jeano tertawa kering, dia benar benar tidak bisa mempercayai itu. " Gue bakal nyalahin diri gue sendiri kalo itu bener bener terjadi, Al." Ucapnya dengan suara tertahan.


" Tapi itu benar benar terjadi, No." Gumamnya mengalihkan pandangannya.


Sekarang bagaimana dia bisa mengetahui pelakunya?


Yang sekarang harus ia pikirkan adalah bagaimana Jesslyn bisa diperk*** jika dia sendiri? Atau adakah seseorang yang masuk kedalam?


Atau dia keluar yang keluar mencari orang?


Jesslyn mabuk bukan?


Itu bisa saja terjadi!


Tapi...


" Arghh!" Alma menjadi pusing sendiri. Gadis itu mengacak-ngacak rambutnya. Begitu mendongak, Jeano sudah tidak ada didepannya.


" Hahahaha gue ditinggalin." Kekehnya dengan wajah datar.


" Sialan tu anak." Makinya.


Alma menghela nafas panjang. Tetapi, sejurus kemudian matanya tiba tiba berbinar kala mendapatkan suatu pencerahan.


" Kenapa gue gak minta bantuan paman aja? Dia bisa kan untuk minta cek cctv? Wah, gue harus nyoba nih!" Alma bangkit dan segera ke kasir untuk membayar tagihan. Bergegas menuju kantor Samuel, berharap pria itu belum pulang.

__ADS_1


...***...


Jeano berjalan tergesa memasuki apartement temannya. Dia menekan tombol bel dengan berkali kali, menunggu seseorang membukanya.


Sedangkan di dalam, tidak ada orang selain Jesslyn disana. Sagara tengah mencari Alma yang tiba tiba pergi tanpa memberitahu dirinya. Jelas dia khawatir mengingat gadis itu sangat menyayangi adiknya.


Jesslyn yang hendak mengambil minum menoleh ke arah luar. Dalam hati bertanya tanya siapa yang datang, jika memang itu Sagara dan Alma tidak mungkin akan menekan bel.


Akhirnya dia berjalan berniat membuka pintu takutnya itu adalah tamu Alma maupun Sagara. Begitu terbuka, mata Jesslyn tertegun melihat wajah Jeano yang ada dibalik pintu.


" J- je- Jeano?" Gagap Jesslyn.


Sontak Jesslyn segera menutup pintunya segera namun ditahan oleh Jeano dan mendorong pintu itu hingga gadis itu terdorong kebelakang beberapa langkah hampir terjatuh.


Jeano bergerak cepat menarik gadis itu dan memutar tubuhnya dan mendorong gadis itu hingga terpojok dipintu. Matanya menatap wajah Jesslyn yang terlihat pucat dengan mata sembab dan hidung yang memerah.


" Jeano? Apa yang Lo lakuin?" Suara Jesslyn bergetar dan tercekat. Dia merasa takut, tubuhnya bereaksi takut terhadap sentuhan itu.


" Jess," Lirih Jeano melihat wajah ketakutan itu.


Perlahan tubuh itu luruh kebawah, menekuk tubuhnya dan memeluk lututnya menyembunyikan wajahnya.


" Ja- jangan sentuh gue... Gue kotor. G- gue udah kotor, menjijikan!"


Suaranya terendam, namun Jeano dapat mendengarnya dengan jelas. Hatinya seperti di hantam sesuatu yang tajam. Ini salahnya, seharusnya dia tidak membawa gadis itu ke sana.


Jeano berjongkok, membawa gadis itu kepelukannya. Jesslyn hanya diam, namun dia tahu gadis itu tengah menangis.


" Maaf, gue janji gue bakal tanggung jawab." Ucapnya pelan mengelus rambut Jesslyn.


Ucapannya membuat Jesslyn sontak mendorongnya dan mendongkak menatap dirinya dengan tatapan tidak percaya.


" L- Lo?!" Jantung Jesslyn seperti berhenti berdetak, gadis itu baru tersadar adanya luka di wajah Jeano. Hal itu membuat persepsinya semakin kuat, air matanya langsung turun tanpa diminta.


" G- gue gak nyangka Lo lakuin itu sama gue. Rasanya gue bener bener gak percaya dengan semua ini. Lo bener bener brengsek Jeano! Gue benci Lo!" Ucap Jesslyn dengan menatap pria itu marah. Gadis itu berdiri menatap Jeano yang hanya diam menerima semua perkataannya.


" Kenapa Lo lakuin ini sama gue, Jean?! Disaat gue udah mulai memiliki perasaan sama Lo! Gue selalu nunggu Lo untuk ngungkapin perasaan Lo. Tapi... Setelah semua ini semua kepercayaan gue hilang. Lo bener bener keterlaluan, Lo bukan hanya ngehancurin perasaan gue. Tapi masa depan gue, Jean. Lo-" Jesslyn mengusap pipinya menatap benci gadis dihadapannya.


" Gue benci sama Lo!" Usai itu, Jesslyn berlari masuk kekamar dan menangis tersedu sedu.


Hatinya benar benar sakit.


Dia tidak percaya bahwa pria yang sudah mengisi hatinya kini menghancurkan dirinya.


...Bersambung 🙏...

__ADS_1


...Coba tebak menurut kalian siapa? wkwk...


__ADS_2