
...° Mr. Antagonist °...
Alma kelimpungan dengan sikap sagara yang berubah 360°. Sikapnya yang manja, posesif, dan selalu merengek padanya membuat dia sakit kepala. Tidak ada Sagara yang berwajah datar, dan selalu membuatnya takut.
Menghela nafas, menunduk menatap Sagara yang tertidur dipangkuan nya. Dia mengelus rambut pendek tersebut membuat Sagara mencari posisi nyaman dan mengendus endus diarea perutnya.
Alma terkekeh melihat itu.
Sekarang apa yang harus ia lakukan?
Kini dia terjebak.
Dia sudah jatuh hati dengan pemuda ini.
Dia tidak ingin kembali.
Dan tinggal berdua bersama Sagara memilik anak anak yang lucu hingga tua nanti.
Bolehkah Alma berharap seperti itu?
Tiba tiba air matanya jatuh mengenai pipi Sagara. Alma tersadar dan segera menghapus air matanya takut membuat Sagara bangun. Sayangnya pria itu sudah bangun, dia menyentuh pipinya yang basah dan mendongak menatap Alma yang tersenyum lebar.
" Kamu nangis?"
Sagara bergerak cepat bangun dan menatapnya. Alma menggeleng sambil tersenyum seolah mengatakan dirinya baik baik saja.
" Enggak."
Mata Sagara memicing melihat bekas air mata disudut mata Alma.
" Bohong." Tudingnya. Dia menangkup kedua pipi Alma.
" Kenapa hm?"
Alma menggeleng dengan mengerjap beberapakali. Dia dengan keras memukul dada Sagara keras.
" Bodoh! Harusnya jangan nanya kenapa. Jadi mau nangis kan!?" Kesalnya dengan air mata mengalir. Melihat itu Sagara langsung mendekap erat tubuh Alma.
" Gak papa nangis aja. Ada aku disini, kamu gak harus selalu kuat. Kamu boleh bersandar di bahu aku. Jangan maksain berdiri terus. Sekarang, kamu ada aku disamping kamu." Ujar Sagara mengelus kepala Alma.
Tangis Alma pecah kala itu juga. Dia memeluk erat Sagara tanpa memperdulikan apapun. Untuk sekarang, biarkan dia menangis sekali saja.
Dunia yang tidak adil.
Keadaan yang memaksa selalu kuat.
Dan takdir yang selalu memutuskan.
Tuhan sangat hebat dalam menjungkirbalikkan perasaan manusia.
" Udah?" Alma mengangguk sambil mengusap air matanya. Terlihat hidungnya yang memerah dan mata sembab begitu menggemaskan Dimata Sagara. Yang bucin mah beda.
Dia mengacak rambutnya gemas.
" Mau es krim?" Alma terlihat berpikir.
" 3 tapi," tawar Alma tersenyum manis.
Sagara menggeleng. " Hanya 2 untuk hari ini." ucapnya.
Alma menghela nafas namun tak urung mengangguk.
Sagara beranjak kedapur mengambil es krim. Alma menatap televisi yang sedari tadi menyala menonton mereka yang seperti tengah berdrama. Dia jadi terkekeh memikirkannya.
Drtt
Alma melirik ponsel Sagara yang menyala menampilkan pup pesan. Keningnya mengerut mendapati pesan dari nomor tidak di kenal. Bukan karena itu. Namun karena namanya yang dibawa.
08**********
Lo gak lupa dengan taruhan kan? Istri lo aman?
13.53
Dia ada sama gue kalo lo lupa
13.53
__ADS_1
Pikiran Alma dipaksa berkerja. Jantungnya berdetak kencang dengan perasaan tidak enak yang menelusup ke hatinya. Dia langsung menekan tombol panggil. Tanpa menunggu lama panggilan itu diangkat langsung.
" Wow, gak sabar lo ternyata."
Suara familiar serta kekehan yang dia kenal membuat dia diam.
" Kenapa diem?"
" Lo gagal bikin istri lo jatuh ke pelukan lo?"
Tangan Alma menggenggam erat ponsel tersebut.
" Astaga! Jangan jangan pesona seorang Sagara sudah habis gitu aja. Hahahaha. Lo mau nyerah? Daisy bakal gue balikin."
Rasa sesak menyerang dadanya. Airnya sudah terjun tanpa diminta. Namun dia tetap diam tidak ingin bicara membiarkan orang itu memberinya informasi.
Tiba tiba sebuah lengan merebut ponselnya. Sagara mengakhiri panggilan tersebut.
" Ra. Ini gak seperti yang lo bayangkan."
Sagara meraih bahu Alma. Alma mengusap air matanya sambil tersenyum datar.
" Taruhan ya?" Suara Alma bergetar.
Sagara menggeleng panik. " Enggak, dengerin dulu penjelasan gue." Alma menepis tangan Sagara yang menyentuh tubuhnya.
Gadis itu mundur beberapa langkah. Sagara menatapnya melas. " Kalau begitu, ayo jelaskan." Lidah Sagara terasa kelu. " G- gue.." Alma diam menunggu penjelasan Sagara.
" Mana penjelasannya?" Kekeh Alma tersenyum kecut. Gadis itu menghembuskan nafas pelan.
" Seharusnya gue sadar dari dulu. Semua yang gue lakukan itu bakal jadi sia sia."
Usai mengucapkan itu Alma berbalik pergi keluar dari apertement meninggalkan rasa sesak di dadanya.
Saat melihat lift tertutup, dia berjalan menuju tangga dan berlari turun dengan air mata yang mengalir. Berlari menuruni tangga secepat mungkin berharap rasa sakit itu akan menghilang.
Entah dilantai yang ke berapa, kakinya berhenti berlari dengan nafas yang memburu. Perlahan, tubuh itu luruh kebawah dengan tangisnya yang mulai terdengar.
" Sakit!! Kenapa sakit banget sialan!" Alma menekan dadanya yang terasa semakin sesak. Gadis itu memeluk lututnya menenggelamkan wajahnya disela kedua lututnya.
Lagi lagi semesta mempermainkan dirinya.
...***...
Sagara berlari kesana kemari dengan panik. Sudah satu jam dia membiarkan Alma pergi namun dia tidak mendapati gadis itu. Pemuda itu mengusap wajahnya kasar. Berbagai tempat di sekitaran apertement ini sudah ia cari.
Dengan nafas memburu, dia mengambil ponselnya dan mencari sebuah nomor. Begitu dia angkat Sagara langsung bertanya.
" Apa Lyora ada sama Lo?"
" Hah? Gaada. Aku ga sama dia. Ada apa?"
Panggilan langsung ia matikan.
Sagara menarik nafas dan beralih kepada nomor yang yang lain.
" Bantuin gue nyari istri gue."
Kemudian satu lagi.
Sagara menatap ragu, namun setelah diputuskan dia menekan nomor tersebut. Dia mengatur nafasnya.
" Ada apa sagara?"
" Paman, aku butuh bantuanmu."
" Ada apa?"
" Istriku.." Sagara menjeda perkataannya dengan menarik nafas dalam-dalam.
" Ada apa dengan Alma!?"
" Dia menghilang."
Tut
Panggilan tiba tiba mati. Sagara melirik sekelilingnya. Dia menyugarkan rambutnya frustasi.
__ADS_1
" Dimana kamu? Aku mohon jangan seperti ini." Gumamnya menatap sekelilingnya.
" Pak pak mau fabya liat seorang gadis gak? Tubuhnya agak segini rambutnya panjang, dia pake baju biru."
" Enggak mas. "
Sagara menghela nafas berat. Dia kembali bertanya pada satu persatu orang yang dilaluinya.
Drtttt
Nomor asing tiba tiba menelponnya. Dia langsung menjawabnya.
" Sagara!! Cepet keatas! Alma ada di rooftop sendiri. Dan pintunya kekunci!! Dor dor!! All!! Bukaaa!!"
Mata Sagara membulat mendengarnya. Dia menatap keatas dengan jantung yang berdebar kencang. Dengan langkah yang lebar dia berlari sangat kencang menuju lift.
Tetapi di lift nya terlihat sangat ramai. Dia mendekat dan bertanya.
" Ada apa ini?" Tanyanya.
" Ini mas, liftnya tiba tiba mati." Terang mereka.
Sagara semakin tidak karuan mendengarnya. " Semua lift mati!?" Bentaknya.
Mereka nampak ketakutan. " I Iya mas."
Sagara mengumpat kasar mendengarnya.
" B*ngsat!"
Mereka semua terdiam. Para staf juga terdiam melihat orang berkuasa itu marah dan mengamuk.
" Tangga darurat dimana?!" Teriaknya.
Mereka semua terdiam. " Gue tanya dimana tangga darurat. anj*ng!!" Bentaknya.
" D-di sebelah s-sana mas.." tunjuk seseorang.
" Tunjukin!!" titahnya.
Pekerja itu nampak berlari panik. Dia mengarahkan sagara pada tangga darurat.
Tanpa banyak bicara lagi, Sagara berlari menaiki tangga. Dalam hati dia terus merapalkan kata kata yang sama.
" Enggak Ra. Gue mohon jangan lakuin hal sebodoh itu.
" Keringat membasahi seluruh tubuhnya tidak membuat Sagara berhenti berlari menaiki tangga.
Dia harus segera sampai, atau dia akan kehilangan sesuatu.
Disamping itu, Cessie mencoba membuka pintu rooftop dengan panik. Awalnya dia berniat membuang sampah namun dia melihat Alma yang berlari. Dia mengikutinya karena penasaran, sampai dia menyerngit kala Alma masuk rooftop. Dan menutupnya, saat hendak masuk Cessie tidak bisa membuka pintu tersebut.
" Al!! Tolong jangan bercanda! Buka pintu nya."
Dor dor dor
Sayangnya pintu tidak terbuka.
Berteriak frustasi dan mencoba membujuk namun tidak membuahkan hasil. Karena itu dia mencari ponselnya dan menelpon orang lain. Lagi lagi keberuntungan tidak ada. Lift mati dan Sagara tidak ada di apartemennya.
Untungnya dia ingat punya nomor Jesslyn. Dia menelepon gadis itu dan meminta nomor pria yang menjabat sebagai suaminya.
" Al! Tolong jangan kayak gini! Bukan pintunya!!" Teriak Cessie.
Dia menghela nafas frustasi. Berjalan mondar-mandir menunggu kedatangan sagara.
Berharap pria itu segera datang.
...bersambung 🙏...
...jeng jeng jeng! gimana nih? seru gak?...
...pada malam tahun baru an di mana nih? ...
...maaf ya baru up sekarang☺️...
...jangan lupa jejaknya✨...
__ADS_1