Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Dia puluh tiga ( Truth or dare )


__ADS_3

... ...


...° Mr. Antagonist °...


" Ngapain lagi nih? Masih lama sampe jam 12 malem, sekitar satu setengah jam an lagi." Ujar Haikal menatap jam.


Di taman sana semakin ramai dengan penghuni apartement lainnya. Sedangkan mereka sudah menghabiskan makanannya dalam sekejap.


Alma melirik Sagara yang tidak banyak bicara sedari tadi, meskipun wataknya yang memang pendiam sedari dulu. Sedangkan Harley dan Hazel sudah pamit dari tadi saat gadis kecil itu mulai mengantuk ingin tidur. Mereka pulang lebih awal dari perkiraan Alma. Dia juga sudah ketar ketir sendiri akibat perang dingin antara Sagara dan Harley takut mereka akan berkelahi.


" Oh! Gue inget, bentar." Jesslyn menyeru sambil mengobrak abrik tasnya. Sampai dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


" Lihat!! Gue bawa ini dari rumah." Serunya sambil tersenyum senang menyerahkan sebotol minuman.


" Lo memang the best Jess. Gas lah kita minum," Hanya Haikal yang nampak senang bersama Jesslyn.


" Itu minuman?" Tanya Cessie. Jesslyn mengangguk.


" Ayok kita main truth or dare. Yang gak bisa melakukan tantangan atau gak jujur harus minum satu gelas wine ini." Usul Jesslyn.


Alma menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan Jesslyn. Entah bagaimana bisa gadis itu menyelundupkan minuman keras itu dari rumahnya.


" Setuju gak?" Haikal nampak mengangguk, Cessie pun sama dengan Revano yang menganggum. Alma berbarengan dengan Jeano menggeleng.


" Loh kenapa?"


" Dia Islam kalo Lo lupa Jess. Itu minuman haram," Perkataannya membuat bahu Jesslyn lemas. Namun sejurus kemudian gadis itu menatap kearahnya.


" Terus Lo kenapa?" Tanya Jesslyn. Mata Alma berlarian kesana kemari mencari alasan yang tepat.


" Gue gak bisa minum." Tolaknya.


" Yang minum cuma yang kalah, asalkan Lo jujur aja. Ya mau ya?" Alma mencebik.


" Pertanyaan Lo yang bikin gue ragu Jess."


Jesslyn mengacungkan dua jarinya. " Janji gak aneh aneh." Ucapnya meyakinkan. " Ikut aja, Al. Gak bakal kita apa apain kok." Kompor Haikal.


Alma menghela nafas, " yaudah deh."


Jesslyn memekik senang dan bertos ria dengan Haikal.


Sedangkan Revano melirik Sagara yang sedari tadi menyimak tanpa ikut bergabung. " Lo ikut?" Tanya nya.


Sagara mengangguk.


" Oke! Sekarang kita mulai ya. Kal, bantuin gue isi gelas gelasnya dulu. Nanti botolnya buat diputer."


Setelah semua gelas terisi penuh, mereka bersiap untuk memulai permainannya. Bermula dari Jesslyn sendiri yang memutarnya.


Jantung Alma berdebar kencang tak karuan. Takut dirinya tertunjuk oleh ujung botol.


" Yeyyy! Cessie yang kena!"

__ADS_1


Alma menghembuskan nafas lega berbeda dengan cessie yang menegang. " Gausah yang aneh aneh Jess." Peringatnya.


" Sekarang Lo pilih truth or dare?" Tanya Haikal.


" Truth." Pilih Cessie.


" Gue mau nanya!" Ungkap Jesslyn. Cessie menatapnya, " nanya apa?"


" Siapa tunangan Lo?" Jesslyn menatapnya dengan penasaran. Diam diam Alma juga mengangguk membenarkan. Dia penasaran dengan sosok tunangan Cessie.


" Loh, udah punya tunangan aja." Haikal berceletuk. " Iyalah emangnya Lo yang jomblo terus." Sinis Jeano.


" Tunangan gue..." Cessie menggantungkan perkataannya. Matanya melirik kesana kemari melihat wajah semua orang yang penasaran kecuali Sagara dan Revano.


" Revano." Tatapan Cessie terhenti pada pria itu.


Alma dan Jesslyn bengong. Tanpa sadar mulutnya terbuka lebar.


" REVANO!?" Alma yang memang berada disamping Jesslyn berdenyit kaget. Dia mengelus dadanya kaget akan teriakan temannya satu ini.


" Kaget gue, Jess." Alma memukul lengan gadis itu sambil mengusap telinganya.


" Aduh! Gue nggak nyangka anjir." Ringis Jesslyn. Haikal dan Jeano memandang Revano. Yang di tatap menaikkan alisnya sebelah.


" Asli Rev?" Tanya Jeano. " No tipu tipu?" Sambung Haikal.


" Pikir aja sendiri." Jawab Revano acuh.


Dalam novel tidak diberikan penjelasan secara rinci tentang kehidupan Revano. Yang dia tahu, Revano itu hanya anak broken. Mangkanya dia menjadi sosok yang nakal dan berandalan. Ternyata pemuda itu sudah bertunangan dengan salah satu temannya.


Atau mungkin ada suatu alasan yang membuat Revano berbuat seperti itu pada Sagara yang tidak dituliskan dalam novel.


Apa ada hubungannya dengan Cessie?


" Alma!!"


" Hah?!" Mengerjap pelan Alma melihat semua orang menatapnya.


" Ah, sorry sorry! Gue ngerasa sedikit ngantuk," Jesslyn menepuk punggung.


" Cuci muka gih. Nanti main lagi, Lo kena tadi." Mata Alma membulat.


" Masa?!" Serunya tidak terima. " Enggak ah, ulang lagi. Tadi gue lagi ngelamun."


Jesslyn menggeleng. " Gak bisa gitu, cantik." Ucapnya tersenyum manis.


" Truth or dare Al?" Tanya Jeano. Alma menggigit bibirnya gugup, dia mengepalkan tangannya dengan erat.


" Dare. But gak sama Jesslyn! Titik." Ujarnya dengan tegas.


Jesslyn menatapnya tidak terima, " Heh!? Kok gitu sih?"


" Biar sama gue aja." Ujar Haikal tersenyum menggoda. Bukannya tergoda Alma malah jijik. Dia menatap Haikal malas, " Apaan darenya. Jangan aneh aneh,"

__ADS_1


Haikal mengangguk sambil tersenyum mencurigakan, dia tidak memperdulikan sang pawang yang menyorotnya dengan tajam.


" Gue mau Lo goda salah satu orang ditaman ini."


Sagara meremas kaleng soda yang sedari tadi dia pegang. Padahal sedari tadi dia diam saja, namun sekarang Haikal mulai mengusiknya.


" Wah, Lo cari mati kal." Bisik Jeano. Haikal mengedipkan matanya sebelah.


" Sekali kali anjir."


Berbeda dengan Jesslyn yang bersorak senang. Dia menatap Alma yang cemberut.


" Gimana? Mau nggak?"


Alma menatap mereka dengan ragu. Sekarang dia dilanda kebingungan, ingin menolak tapi tidak mau minum. Matanya mulai memindai disekitar taman. Kebanyakan orang yang berada disini adalah orang yang sudah dewasa, tidak ada yang seumurannya. Alma mencebikkan bibirnya kesal, akhirnya dia mengambil gelas yang ada didepannya.


" Gue minum aja. Daripada ngegodain om om, mending mabuk." Gerutunya langsung menegak minuman tersebut.


Mata Sagara melotot melihat itu. " Lo-"


Pria Ita langsung terdiam kala alma memejamkan matanya merasakan rasa aneh dari minuman tersebut. Helaan nafas lolos dari mulut pria itu.


" Kalian lanjutin aja. Gue bawa dia ke apart." Ujarnya bangkit.


" Eh? Tapi Gar-" Haikal langsung membungkam mulutnya kala ditatap sinis oleh pemuda tersebut.


" Mampus Lo!" Ejek Jeano. Haikal mengumpat tanpa suara melihat itu.


" Ayo!" Alma berkedip beberapa kali.


" Kemana?" Tanyanya.


Wajahnya mulai memerah, dia tersenyum langsung mengambil gelas yang ada disampingnya.


" Mau lagi!" Ujarnya menegak minuman tersebut untungnya Sagara langsung merebutnya.


" Lo udah mabuk. Ayo keatas!" Sagara menarik gadis itu pergi meninggalkan temannya yang hanya menatap kepergian mereka.


" Kira kira abis itu mereka ngapain ya?" Gumam Jesslyn.


Plakk


" Aw! Sakit cess!" Ringisnya kala lengannya menjadi sasaran empuk geplakan tangan Cessie.


" Gausah mikir yang aneh aneh!" Ketus Cessie sambil membuang muka. Wajahnya memerah mengingat kejadian dirooftop waktu itu.


" Sialan! Otak gue dah gak polos lagi."


...bersambung 🙏...


...double nya dikit☺️...


...jangan lupa like dan koment ya...

__ADS_1


__ADS_2