
...° Mr. Antagonist °...
Seminggu berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur panjang yang menurutnya begitu banyak kejadian yang mengejutkannya.
Oh ya, Jesslyn sudah pulang ke rumahnya satu hari yang lalu. Alma dan Sagara yang mengantarnya pulang kemudian menjelaskan apa yang terjadi dengan Jesslyn. Alma tidak ingin temannya menutupi kebohongan lagi, jangan hanya karena sebuah ketakutan membuat Jesslyn menyesal seumur hidup.
Awalnya papanya Jesslyn sangat marah. Namun Alma dan Sagara mencoba menenangkan, Jesslyn hanya bisa menangis di pelukan ibunya. Setelah merasa papanya tidak marah, Jesslyn meminta maaf sambil berlutut. Kedua anak ayah itu berbaikkan, Alma lega untuk itu.
Ngomong ngomong soal Sagara, pria itu benar benar berubah begitu drastis. Bertutur kata lembut, menatapnya dengan tatapan yang ah, Alma sendiri bisa baper jika mengingatnya. Pria itu mendadak jadi suami yang perhatian, meski kadang sedikit mesum.
" Sayang, ayo!" Alma buru buru mengambil tasnya kemudian menyusul Sagara yang sudah menunggunya.
" Ayo!"
Mereka berdua bergandengan layaknya pasangan remaja yang tengah bermesraan, mungkin mereka yang melihatnya akan kaget jika tahu mereka adalah sepasang suami-istri.
" Jangan jauh jauh dari aku ya."
" Tapi orang bakal ngira yang aneh aneh soal kita." Sagara menarik pinggangnya dengan posesif. Alma risih, untungnya mereka berada dibelakang. Jika tidak orang orang akan melihatnya.
" Lepas Sagara! Jangan kayak gini." Bisik Alma mencoba melepaskan tangan Sagara. Sayangnya lengan berotot itu memeluk pinggangnya terlalu erat.
Sagara mencium wangi yang memabukkan dari istrinya. Pemuda itu sangat menyukainya, terasa menenangkan dan membuatnya kecanduan.
" Haruskah kita membuat konferensi pers? Sebagian dari sekolah kita pasti sudah mengetahuinya." Ucapnya pelan.
Alma terdiam, tiba tiba dia teringat sesuatu. Beberapa hari yang lalu paman Samuel datang, dan mengusulkan pada Sagara untuk melaksanakan resepsi pernikahan.
Pernikahannya dan Sagara memang tergolong cepat dan kilat. Bagaimana pun, setiap wanita memiliki impian masing masing dalam mengadakan acara pernikahannya. Begitupun dengan dirinya, dia memiliki keinginan dalam acara pernikahannya.
Alam tersentak kaget ketika dirinya ditarik untuk berjalan.
" Jangan melamun atau kita akan terlambat."
...***...
" Dia sudah berubah."
Daisy mengangguk, ditatapnya pemuda didepannya dengan lekat. Setiap hari dia tidak pernah melewatkan wajah menyebalkan itu.
" Lalu apa yang harus ku lakukan? Sekarang aku bukan lagi sosok istimewa baginya." Pemuda didepannya terkekeh kecil.
" Dia memiliki istri." Daisy membulatkan matanya. " Jangan bilang.."
__ADS_1
" Benar sekali. Kali ini aku akan menggunakan istrinya."
Binar dimata Daisy terlihat. Ada sedikit harapan baginya untuk keluar dari kurungan ini.
" Apa yang akan kamu lakukan padanya?" Tanya Daisy penasaran. Bukannya menjawab, pemuda itu hanya menatapnya sambil menyunggingkan senyum sinis.
" Lihat saja, nanti."
...***...
Alma menatap Sagara dengan jengah, memang sih dia senang akan perubahan pria itu akan tetapi tidak seperti ini juga.
Lebih parahnya, dia menjadi satu kelas dengan Sagara. Bagaimana ini? Semakin susah saja dia bergerak karenanya.
" Sayang!" Sagara merungut kesal karena sedari tadi diabaikan oleh istri tercintanya.
" Apa sih gar? Kamu ini jangan menaja deh!" Gemas Alma setengah geram juga.
" Kamu tidak suka bersikap seperti ini padamu?"
" Ayolah Sagara, kita ini sedang di sekolah. Kamu kan sudah puas di rumah? Seenggaknya tahan dulu sampai dirumah!"
"Tapi-"
" Jean, lihat deh si bos jadi bulol sekarang mah!" Haikal nampaknya keheranan sekaligus syok. Bukan hanya dirinya, semua siswa dikelasnya curi curi pandang kearah mereka berdua.
Jeano menghela nafas, " Dia sekolah ga, ya?" Gumam Jeano tanpa mengindahkan Haikal.
Melihat itu mulut Haikal berkedut ingin mengumpat karena diabaikan. Tetapi tertahan melihat kedatangan guru.
" Cih, gak si bos ataupun si Jean! Sama aja bulol!" Gerutunya.
" Baiklah, selamat pagi anak anak. Bagaimana kabar kalian? Sehat sehat semua? Bagaimana dengan acara liburannya? Seru? Apakah kalian puas atau masih kurang?"
Mereka langsung menjawab, " kurang bu." Teriaknya serentak.
Bapak guru tersebut menggeleng kecil. " Nanti kalian komplain saja sama bapak kepsek ya, sekarang mari kita mulai perkenalan terlebih dahulu."
" Nama bapak Reyhan Nugraha sering dipanggil bapak Reyhan atau pak Rey. Saya di kelas 11 mengajar pelajaran bahasa Indonesia, dan di kelas 12 mengajar pelajaran Sejarah." Lanjutnya.
" Pak, pak!" Seseorang mengangkat tangannya.
" Iya, ada pertanyaan?" Tanya pak Gumilar.
__ADS_1
" Izin bertanya, usia bapak berapa ya? Sudah punya istri?" Tanya seorang siswi. Pak Reyhan berdehem, menyandarkan tubuhnya.
" Saya 27 tahun, dan masih single. Kami ingin mendaftarkan diri jadi calon istri saya?" Tanyanya dengan gaya sok cool. Jika dilihat dari tampangnya, pak Reyhan ini lumayan ganteng. Apalagi Reyhan baik. Wkwk
" Boleh pak, ini nomor WhatsApp saya."
" Saya juga mau pak!"
" Saya pak!"
Brakk
Reyhan terperanjat kaget, menatap siswanya yang tiba tiba menggebrak meja.
" Ekhem, kenapa kamu menggebrak meja seperti itu?" Tanya Reyhan menatap sang pelaku. Yang tak lain adalah Haikal.
" Pak, harusnya mulai belajar dong pak. Jangan tebar pesona, nanti yang mau sama saya jadi oleh sama bapak." Haikal menjawab dengan tidak terima.
Yang lain tertawa mendengar keberaniannya itu, pak Reyhan tertawa renyah.
" Baiklah, mari kita mulai pelajarannya setelah perkenalan setiap siswa. Saya juga harus mengenali setiap murid saya sendiri." Ujar pak Reyhan.
Jeano menatap punggung kecil yang berada tak jauh darinya dengan sendu, hal itu dapat di lihat oleh Alma.
" Kasihan sekali kamu, no."
Alma menoleh pada Sagara yang menyandarkan kepalanya pada bahu miliknya. Dengan kesal dia mendorongnya, pria itu tidak kapok terus menempelinya.
" Diem Sagara!"
" Ngantuk yang."
" Lihat kedepan, duduk yang tegak. Gimana mau jadi suami yang baik kalau belajar aja letoy gini!" Cibir Alma.
Sontak tubuh Sagara langsung duduk dengan tegak, dia menoleh kearah Alma dan mendekatkan bibirnya kearah telinga gadis itu.
" Suamimu ini akan belajar dengan benar, tapi kamu harus berjanji untuk tidak menolak permintaanku nanti malam, istriku." Bisiknya.
Wajahnya memerah mendengar itu, dia mencubit lengan Sagara dan mendorongnya menjauh.
Dia suka sekali menggoda dirinya, huh!
...Bersambung 🙏...
__ADS_1