Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Dua puluh sembilan ( me time dulu )


__ADS_3

...° Mr. Antagonist °...


Keluarga Smith sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, bahkan mungkin ratusan. Ada sebuah tradisi di dalam keluarga Smith, yaitu memiliki satu penerus. Bagi mereka mempunyai anak lebih dari satu adalah sebuah bencana.


Karena apa?


Perebutan kekuasaan, harta dan kekayaan.


Pemimpin itu harus satu, yang terkuat dan tak terkalahkan. Jadi, untuk menghindari pertumpahan darah mereka membuat satu tradisi yang sangat mereka yakini.


Namun saat itu nenek Sagara mengandung anak kembar, yaitu ayahnya dan sang paman. Beliau sedikit cemas akibat penolakan dari para keluarganya, bahkan dia hampir menitipkan salah satu dari mereka ke panti asuhan.


Tetapi setelah berupaya banyak, mereka mendapatkan restu dari para tetua untuk merawat keduanya. Dengan syarat salah satu dari mereka harus lebih unggul sedangkan yang lainnya harus mereka abaikan.


Dengan sedikit kekecewaan dan penuh paksaan, beliau melaksanakannya. Raja yang selalu ia banggakan dan Sam yang ia abaikan. Dia biarkan salah satu anaknya demi keselamatan mereka, namun manusia tetap lah manusia. Samuel begitu iri dengan adiknya itu, selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedangkan dirinya harus bekerja keras terlebih dahulu.


Semua itu tetap berlangsung hingga ia dewasa. Dimana ia harus mati matian merintis usaha, sampai dimana semua itu dihancurkan dengan mudah oleh pria yang menjadi adiknya.


Bisnis tetap bisnis. Mereka bersaing layaknya lawan tanpa memandang bahwa mereka masih satu darah. Hingga satu waktu yang menyebabkan Raja meninggal karena kecelakaan bersama istrinya.


Semua kekayaan beserta kekuasaan beralih ke tangannya. Tetapi Samuel tidak menginginkan itu, dia ingin pengakuan dari ibu dan para orang tuanya.


Itu dijelaskan dinovel. Alma sedikit mengingatnya, tetapi dia tidak ingat apa yang menyebabkan kematian kedua orang tua Sagara. Dan juga seingatnya Samuel tidak pernah menikah, entah apa alasannya.


Lalu bagaimana bisa Samuel menjadi ayah biologisnya?


Tunggu sebentar!


Dari mana Alma mengetahui itu?


Dokumen itu. Ada surat dari rumah sakit yang menyatakan bahwa dirinya 98,9% anak dari Samuel.


Artinya dia anak Samuel dan sepupu Sagara bukan?


Jika melihat tanggal yang tertera disana, Samuel juga baru mengetahuinya baru baru ini.


Alma masih tidak percaya akan kenyataan yang satu ini.


Itu berarti ibunya punya hubungan dengan majikannya?


Alma memijit pelipisnya pening dengan masalah ini, belum selesai masalah Jesslyn kini tiba masalah baru.


Sekarang Alma menyadari tingkah Samuel yang tiba tiba berubah kepadanya.

__ADS_1


Lupakan itu sejenak, Alma harus melihat keadaan Jesslyn terlebih dahulu. Kakinya melangkah menuju kamar tamu, begitu sampai dia langsung mengetuk pintu.


Ini sudah 5 hari sejak kejadian itu, tetapi Jesslyn masih tetap murung. Bahkan lebih murung sejak Alma pulang dari kantor paman Sam. Tidak, sekarang Alma harus memanggilnya ayah bukan?


Tok tok


"Jess? Aku boleh masuk?"


Hening.


Alma menghela nafas, sudahlah tidak boleh mengganggu waktu Jesslyn terlebih dahulu. Lebih baik pikirkan cara bagaimana mencari pelakunya.


...***...


Lupakan itu semua.


Sebaiknya kita harus mendinginkan otak yang sudah panas dari kemarin. Dan yang paling tepat adalah kulineran. Alma berencana akan menghabiskan uangya untuk kepentingan otak. Dan perut tentunya. Beberapa hari ini dia selalu lupa untuk mengisi perutnya, jadi sekarang dia akan memuaskannya terlebih dahulu.


" Enaknya ke mana dulu ya?" Gumamnya sambil berjalan. Ditatapnya orang orang yang berlalu lalang, itu mengingatkannya pada sagara yang tengah pergi tak tahu ke mana.


" Gak izin dulu, enggak papa kan?" Monolognya.


Alma memutuskan untuk terus berjalan mencari stand makanan yang enak. Matanya menangkap sebuah gerobak yang penuh digerumuni oleh pembeli.


Berjalan kesana kemari sambil mencicipi setiap makanan yang terlihat enak dimatanya. Dia hampir menghabiskan waktu satu jam untuk mengenyangkan para cacingnya.


Saat ini dia sedang berada disalah satu mall yang baru dibuka. Sekalian ingin menyerbu diskonan, Alma mengunjungi toko toko yang ada disana.


" Wah, main Timezone kayaknya seru!" Ujarnya berlari semangat kearah Timezone. Sebelum main dia mengisi kartunya terlebih dahulu.


Terlalu asik bermain sampai lupa waktu, Alma bermain game sendiri.


" Lihat itu!"


" Wah cantik banget."


" Gue perhatiin dia main sendiri dari tadi."


" wow seorang Xavier memperhatikan cewek?"


" Menarik."


Dia bahkan tidak sadar segerombolan pemuda memperhatikan dirinya. Padahal Alma hanya memakai pakaian biasa saja, namun sangat menarik perhatian orang.

__ADS_1


" Kita samperin!" Ujar seorang pria dengan kacamatanya. Rambut coklatnya berbeda dengan yang lain, ia memakai pakaian kasual kaos putih dengan celana hitam pendek. Xavier Alva namanya.


Mereka terdiri dari empat orang, yang mencolok dengan rambut kuning keemasan memakai baju putih dan celana panjang itu Karan Arjun. Lalu ada seorang pria berambut hitam memakai pakaian kemeja hitam polos nampak menawan. Namanya Niki Zaidan, sangat terlihat dewasa.


Lalu terakhir ada Argio Ramadan, dia memakai kaos hitam celana panjang. Keempatnya berjalan menuju Alma yang tengah bermain game. Mereka memperhatikannya dari belakang.


" Yah! Kalah!" Lesu Alma kesal. Dia membanting stick game itu dan menyandarkan tubuhnya di sofa. Begitu kepalanya mendongak Alma kaget kala seorang pria berambut pirang menurutnya tengah menatapnya sambil menopang dagunya.


Dia langsung bangun kaget dan berbalik menatapnya.


" Permainannya buruk." Komentar pria asing itu.


...***...


" Dimana Haikal?" Tanya Jeano begitu memasuki base camp.


" Udah lima hari dia gak kesini, gue pikir Lo tahu dia kemana." Jawab mereka.


" Kemana bocah itu?" Gumam Jeano.


Saat masuk sudah ada Sagara dan Revano. Dia ikut bergabung bersama mereka.


" Mereka sudah kembali."


Secara otomatis Revano dan Jeano menatap sang pelaku yang tiba tiba berbicara. Sagara mengangguk melihat wajah penasaran keduanya.


" Benar, dia sudah kembali." Ulangnya.


Jeano menatap Sagara dengan lekat. " Apa yang akan Lo lakuin sama dia?"


Menegak botol minuman yang tersedia, Sagara memejamkan matanya menikmati rasa asam dan pahit yang melewati tenggorokannya.


" Kita tunggu saja aksi mereka yang selanjutnya. Jika perlu kita akan membalasnya,"


Revano mengangguk membenarkan. Dia ikut meminum alkohol dengan menuangkannya kedalam gelas, bukan seperti Sagara yang langsung dari botolnya.


" Mereka sudah keterlaluan selama ini. Kita diam bukan berarti kalah."


...Bersambung 🙏...


Ada tokoh baru nih kira kira jahat gak ya?😁


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😘

__ADS_1


__ADS_2