Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Enam


__ADS_3

...° HAPPY ENDING °...


" Aduh, lepasin! Ada urusan apa sih sama gue?" Kesal Alma. Sagara berbalik menatapnya tajam.


" Jelasin siapa pria tadi dan apa hubungan lo sama dia? Lalu siapa anak itu, jelasin dengan rinci." Titah Sagara. Alma menatapnya sinis, dia menyilang kedua tangannya didada.


" Siapa Lo? Kenapa gue harus jelasin semuanya sama Lo?" Ketus Alma. Sagara menggeram marah. " Gue majikan Lo, kalo lupa."


Alma menggigit pipinya bagian dalam. Kasta yang telah Sagara singgung. Tentu Alma sangat merasa tersinggung


" Hubungan antara majikan dan pembantunya itu tidak harus sampai berbagi urusan pribadi, bukan?" Alma menahan senyum miringnya. Sagara terdiam, setelah itu pria itu menyunggingkan bibirnya keatas kemudian berlalu meninggalkan dirinya.


" Oke, itu mau Lo!" Alma sedikit was was karena dia tahu tabiat Sagara.


Pria itu jika tersinggung atau merasa marah akan membayarnya dua kali lipat.


Sagara itu antagonist.


Seharusnya dia tahu itu.


" Habis, gue!" Luruh sudah keberanian Alma. Gadis itu menekan dadanya yang terasa sakit.


" Gue mau pulang.." setitik air mata terjun bebas. Diusapnya bekas air mata itu dengan kasar.


" Gak! Gue harus kuat."


...***...


Selama pembelajaran, Alma merasa pusing dan lemas. Dia baru ingat kalau ia belum sarapan. Sudah pasti asam lambungnya naik.


" Lo ini gimana, kalau tahu punya asam lambung Lo harus jaga pola makan. Harus teratur, kan berabe kalo gini." Omel Jesslyn. Alma memakan bubur itu dengan pelan, saat ini dia berada dikantin sekolah bersama Jesslyn.


" Hari hari gue yang tenang udah hilang, Jess. Gue harus gimana?" Lesu Alma. Jesslyn nampak tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh Alma.


" Hilang kemana?"


" Ck, Lo ga bakal paham."


" Yaudah mangkanya jelasin." Jesslyn mencebik.


" Argh, pokoknya setelah ini hidup gue ga bisa tenang lagi!"


" Dih, gila Lo!" Sembur Jesslyn kesal. " Eh, ngomong ngomong kemarin Lo ada urusan apa? Tiba tiba hilang gitu aja. Terus makanan siapa yang bayar?" Tanya Jesslyn. Alma kelabakan, matanya menghindari tatapan menyelidik milik Jesslyn.


" Eh, itu Renjana!" Tunjuk Alma.


" Hah? Mana mana?!" Jesslyn menatap pintu kantin yang kosong tidak ada tanda tanda idolanya datang.


" Lo boh- Al! Lo kabur!!" Pekik Jesslyn kala tak mendapati temannya.


Sedangkan sang empu tengah berlari meninggalkan kantin sambil terengah engah.


" Maaf Jess! Lain kali gue jelasin."


" Aduh, cape banget!" Keluhnya duduk di bangku taman. Dia tidak sadar saat melangkahkan kakinya hingga sampai kesini.


Alma menutup matanya sambil mengatur napas. Matanya samar samar mendengar suara yang yang tengah berbicara.


" Kamu nanti datang'kan?"


" Hm."


Alma seperti mengenali suara itu, dia mencari arah asal suara tersebut. Dan ternyata didepan gudang ada Sagara dan seorang gadis yang ia tebak itu adalah tokoh utama kita, Daisy.


Alma dengan cepat menyembunyikan dirinya agar tidak kelihatan. Dia tidak ingin kepo hanya ingin mendengar sedikit saja. Tidak akan dosa, mungkin.

__ADS_1


" Kamu akan bilang kan? Tolong putuskan pertunangan kita, karena aku tidak bisa melakukannya."


" Oh, scene ini toh." Batin Alma mangut mangut. Dia ingat part ini, nanti Sagara akan mengamuk didalam kamarnya namun saat pertemuan dia melakukan apa yang diperintahkan gadis itu.


Tentu saja para orang tua menyangkalnya, mereka menolak perkataan Sagara. Hal itu membuat Daisy marah dan kabur dari rumah. Sagara akan terpuruk karena hal itu.


" Ckckck, kasian." Gumamnya. Matanya kembali mengintip. Tapi secara kebetulan netranya bertubrukan dengan mata Sagara. Alma terkejut, dia langsung kabur dari sana sebelum Sagara mengeksekusi dirinya.


" Gila, serem banget!"


Alma bergedik ngeri. Antagonisnya bukan sembarang antagonist.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, itu menandakan sekolah sudah bubar 1 jam yang lalu. Namun Alma harus ekstrakurikuler terlebih dahulu, yaitu rapat OSIS.


Sudah mendekati akhir semester ganjil, mereka harus menyiapkan segala urusan untuk kelas 11 dan 12 yang akan study tour. Alma hanya ikut dalam mempersiapkan saja, karena dirinya tidak akan ikut. Selain karena tidak ingin membuang-buang uang, dia juga sangat malas.


Disana akan banyak sekali scene para tokoh tokoh utama terjadi. Alma malas berurusan dengan mereka, karena itu dia tidak akan ikut.


Untungnya dia bukan tokoh aktif dalam OSIS jadi dia tidak terpilih menjadi panitia study tour tersebut. Dia akan menikmati hari harinya dikasur dengan tenang tanpa gangguan.


Usai rapat bubar, Alma menunggu bis seperti biasa.


" Lo belum pulang?" Alma yang tengah menikmati angin sore terganggu karena seseorang.


" Oh, iya habis rapat OSIS dulu. Kakak sendiri belum pulang?" Alma kembali bertanya pada renjana yang ikut duduk disampingnya.


" Ini mau pulang." Alma mengangguk menanggapinya.


Suasana hening, namun tidak ada satupun yang ingin memecah keheningan tersebut.


" Lo punya hubungan sama Sagar?"


Alma menoleh ke arah Renjana yang fokus pada jalan raya.


" Enggak. Aku cuma pembantu dirumahnya," Jawab Alma jujur. Dia tidak ingin menutupi kebohongan apapun.


Renjana menyetujui perkataan Alma, dia sendiri ragu dengan pemikirannya. " Gue rasa dia suka sama Lo."


" Hm? Siapa?" Bingung Alma.


" Sagar."


" Hahahahha, mana ada. Yang ada dia membenciku." Ejek Alma.


" Gue gak bohong, dari cara dia ngeliatin Lo itu beda." Serius Renjana. Alma melemaskan bahunya.


" Kalo gitu jangan sampai terjadi."


Renjana menoleh pada Alma yang sibuk memainkan kakinya. " Karena semuanya bakal berubah." Gumamnya.


Renjana tidak mengerti apa yang dikatakan adik kelasnya, namun dia tidak ingin bertanya.


" Kakak tau, soal hubungan kak Sagar dan kak Daisy?" Renjana mengangguk, Alma menipiskan bibir.


" Menurutku, sebaiknya kakak fokus dengan pengobatan kakak. Kakak tahu, cintanya kak Daisy pada kakak itu melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Jangan sampai kakak menyesal." Renjana terpekur mencerna apa yang dikatakan adik kelasnya itu.


" Kamu.."


" Aku duluan ya!" Terlambat, Alma sudah pergi dari sana.


" ..dari mana tau itu?" Lirih Renjana.


...***...


Sampai dimansion milik Sagara, Alma masuk melewati gerbang belakang. Dapat ia lihat ramainya para pelayan yang tengah menyiapkan acara untuk nanti malam.

__ADS_1


" Aku, ingin istirahat." Gumamnya.


Untuk hari ini, wajah Alma terlihat lesu dan pucat. Dia berjalan menuju kamarnya, dan langsung membaringkan tubuhnya dikasur.


Ditutupnya wajahnya menggunakan tangannya.


" Aku lelah.."


" Aku ingin pulang."


" Ini bukan tempatku."


" Mereka asing untukku."


" Aku sendirian."


Bibir tipis itu bergetar, air mata menetes disekitar pipinya. Tapi tidak membuat tangan itu berpindah tempat.


" Meski menderita, itu tempatku."


" Tidak dengan bahagia, tapi milik orang lain."


" Aku ingin..."


"Pulang!"


Setelah itu Alma menutup matanya untuk terlelap. Dia ingin menyelami alam mimpi sebentar. Melepas rasa penat dan lelah melewati dunia yang kejam baginya. Mereka yang mempermainkannya, menertawakannya, dan memperlakukannya tidak adil.


Tidak.


Bukan mereka,


Tetapi alam.


Kenapa alam memberinya keadaan yang seperti ini.


Dosa apa yang pernah ia perbuat,


Sehingga tuhan memberikan cobaan yang begitu besar.


Tapi, mengeluh tidak ada artinya.


Dia hanya bisa berusaha dan berdoa.


Terlepas dari itu, ia akan serahkan semuanya pada Tuhan.


" Ama! Bangun, nak." Matanya samar melihat ibunya mencoba membangunkan dirinya. Tapi matanya terasa berat, kepalanya pening, dan tubuhnya bergetar kedinginan.


"Bu.." tenggorokan terasa sakit, bibirnya kering. Alma hanya merasakan pahit dimulutnya.


" Nak, minum obatnya ya." Asih, ibunya mengompres dirinya. Dia menyelimuti tubuh Alma dengan beberapa selimut agar gadis itu berhenti bergetar.


" Ama, gak papa. Ama cuma ingin-" Nafasnya tercekat.


" Istirahat.." suaranya sangat parau dan serak. Asih menahan air matanya.


" Ama, kita kerumah sakit aja yuk. Ibu akan izin sama tuan," Ama menggeleng lemah. Dia menggenggam ibunya seolah dia baik baik saja.


" Ama, baik Bu. Cuma mau tidur," Asih semakin panik. Dia keluar mencari bantuan.


" Tunggu ya, nak." Alma menampilkan senyumnya. Dia menahan rasa dingin yang begitu menusuk tulangnya.


" Tidur, hanya tidur." Gumamnya menutup mata yang terasa berat.


...Bobo dulu ya Alma nya hehe.. ...

__ADS_1


...Maaf ya lama ga up soalnya baru ada kouta:v ...


...tetap stay ya dan jangan lupa tinggalkan jejak ☺️...


__ADS_2