Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Aksi Rivaldo Untuk Shanti


__ADS_3

Tetapi Shanti tetap saja merasa bingung. Apa yang harus ia lakukan dengan satu ikat kangkung itu. Ia hanya diam seraya bengong sendiri.


BRAG!!!!


Rivaldo menggebrag meja yang ada di dapur, membuat Shanti terlonjak kaget dan seketika kangkung yang ada di tangannya terjatuh.


"Astaga, mas! kenapa kamu kasar banget seperti ini sih? hampir saja membuat jantungku mau copot."


Seketika itu juga Shanti mengusap dadanya yang benar-benar menjadi berdebar-debar karena ulah Rivaldo.


"Aku memintamu untuk memasak, bukan untuk bengong saja! kapan mau matangnya masakan jika kamu dari tadi tidak memulai memasak!" bentak Rivaldo.


"Sabar sedikit apa nggak bisa?"


Hingga akhirnya Shanti mengambil kembali kangkung yang terjatuh dan ia pun memasak sebisanya saja.


Beberapa menit kemudian masakan itu disajikan kepada Rivaldo. Dan pada saat Rivaldo memakannya ia pun melepehkannya begitu saja.


"Wleee.... masakan apa ini rasanya bisa asin sekali seperti ini? memangnya tidak kamu cicipi dulu masakannya? sudah rasanya asin tak karuan, tidak ada rasa bumbunya sama sekali kangkungnya masih mentah. Cara penyajiannya juga tidak rapi sama sekali, berantakan!"


Rivaldo pun berlalu pergi dari dapur menuju ke kamarnya, ia begitu kesal dengan tingkah Shanti.


"Ternyata memang ia bukan Shinta tetapi Shanti, karena ia sama sekali tidak bisa memasak seperti Shinta."


"Aku akan mulai balas dendam terhadap Shanti atas perlakuannya terhadap Shinta. Aku akan memperlakukannya di sini seperti layaknya seorang budak, bukan lagi seperti istri."


"Karena memang Shanti layak untuk menerima semua pembalasan dariku atas perbuatannya terhadap istri tercintaku."


Selagi Rivaldo melamun sendiri menatap langit-langit kamar, datanglah Shanti menghampirinya. Ia duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Mas Rivaldo, aku minta maaf ya. Bukankah kamu tahu sejak awal jika aku ini tidak pintar memasak. Selama ini aku kan fokus kerja di rumah sakit. Apa kamu sudah lupa akan hal itu?" bujuk rayu Shanti supaya Rivaldo luluh.


"Kamu pikir aku bodoh, padahal awalnya memang aku ini terlalu bodoh tidak tahu siapa kamu sebenarnya. Shinta itu biarpun dia bekerja di rumah sakit sesibuk apapun, ia pasti akan memasak untukku."


"Bahkan masakannya enak tidak seperti kamu masakan amburadul tak jelas. Aku yakin sekarang, jika kamu itu bukanlah istriku, tetapi orang lain yang menyamar menjadi istriku."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rivaldo, sejenak Shanti mulai panik, gelisah dan cemas.


"Apakah Mas Rivaldo telah tahu bahwa aku ini benar-benar bukan Shinta ya? lantas bagaimana ia bisa tahu?" batin Shanti panik.


"Padahal selama aku berada di sini, aku juga tidak pernah memasak untuknya. Bahkan ia tidak mempermasalahkan hal ini, tetapi kenapa hari ini sikapnya seolah menguji apakah aku ini Shinta sejati atau tidak," batin Shanti kesal.


"Pergilah kamu dari kamar ini, mulai malam ini aku tidak ingin tidur denganmu," ucap Rivaldo seraya terus menatap ke langit-langit kamar.


"Mas, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku?" tanya Shanti mencoba bersikap halus.


"Sudahlah tak usah banyak tanya dan turuti saja apa perintahku, jika kamu ingin tetap tinggal di sini. Tetapi jika kamu membantah sebaiknya kamu pergi sekarang juga dari rumahku!" ucap Rivaldo tegas.


"Sudah aku bilang tak usah banyak kata, jika kamu terus nyerocos ngomong! aku tidak akan sungkan untuk mengusirmu sekarang juga!" bentak Rivaldo hingga akhirnya Shanti keluar dari kamar tersebut.


Dia merasa heran kenapa Rivaldo tiba-tiba berubah menjadi kasar dan dingin padanya tidak seperti hari-hari yang lalu.


"Ada apa dengan Mas Rivaldo ya? padahal aku telah berhasil menyingkirkan Shinta, kenapa malah dia berubah drastis seperti ini?" batin Shanti di penuhi oleh tanda tanya.


Kini Shanti pun pisah ranjang dengan Rivaldo, ia tidur di kamar tamu.


"Jika Mas Rivaldo telah berubah seperti ini, sama saja membuatku tidak kerasan tinggal di sini. Aku akan mengambil hartanya saja, setelah itu aku akan berpaling kepada lelaki lain yang memiliki kekayaan seperti, Mas Rivaldo."


"Sepertinya aku sudah mempunyai target baru untuk mengeruk kekayaannya yakni saudara Santo, si Anto."

__ADS_1


"Jangan salahkan aku Mas Rivaldo, jika aku akan segera menyingkirkanmu karena sekarang kamu telah berbuat kasar padaku."


"Awalnya aku tidak berniat jahat padamu, dan ingin selamanya hidup bersanding denganmu. Tetapi kamu sudah mulai bersikap dingin dan kasar padaku. Aku tidak ingin selamanya diperlakukan seperti ini olehmu."


"Sebelum kamu semakin jauh menyakitiku aku harus segera menyingkirkanmu. Jika kamu telah tiada secara tidak langsung semua harta warisan peninggalan akan jatuh ke tanganku."


Shanti benar-benar jahat dan licik, ia akan melakukan segala cara untuk bisa mewujudkan segala impiannya. Ia bahkan menghalalkan segala cara, bahkan tidak takut akan dosa-dosanya yang semakin bertambah banyak karena kelakuan jahatnya.


*******


Tak terasa pagi menjelang, selagi Shanti masih ternyenyak tertidur, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh Rivaldo begitu kerasnya.


"Tok tok tok tok tok!!!!!"


"Shinta, bangun cepat!"


Terus saja Rivaldo mengetuk pintu hingga Shanti terpaksa bangun dari tidurnya. Shanti kondisi masih mengantuk, ia membuka matanya dan seraya melangkah sempoyongan membuka pintu kamarnya.


"Astaga, mas. Kamu membuat tidurku terganggu, aku masih sangat mengantuk. Masa iya mengetuk pintu seperti ada maling saja. Ada apa sih mas?" tanya Shanti mengusap matanya.


"Dasar istri tidak berguna! apa kamu tidak melihat ini sudah pagi! seharusnya seorang istri bangun lebih awal dari suaminya! ini malah aku yang bangun terlebih dahulu!" bentak Rivaldo.


"Mas, bukannya sudah biasa aku seperti ini ya? untuk apa ada asisten rumah tangga jika semua pekerjaan aku yang handle? sama saja mereka makan gaji buta, tahu nggak sih?" ucap Shanti membela diri.


"Masih saja kamu bisa berkilah dan berani membantah pada suamimu ya? cepat kamu kerjakan semua pekerjaan yang selama ini di lakukan oleh bibi. Dan kamu harus latihan memasak mulai sekarang."


"Satu hal lagi, kamu juga tidak boleh keluyuran shoping kesana kemari. Karena semua kartumu sudah aku non aktifkan."


"Kamu harus patuh mengerjakan semuanya, jika tidak hukuman akan menantimu. Kamu juga tidak bisa menghindar dari semua tugas yang aku berikan, karena aku sudah meminta beberapa anak buahku untuk mengawasimu!"

__ADS_1


"Selesaikan semua pekerjaan sebelum aku pulang kerja. Jika pada saat aku pulang, kondisi rumah masih berantakan, aku juga akan memberimu hukuman!"


Mendengar aturan baru yang di lontarkan oleh Rivaldo, membuat Shanti terperangah. Ia sama sekali tidak pernah bermimpi akan di perlakukan bak layaknya asisten rumah tangga oleh, Rivaldo.


__ADS_2