
Setelah mengucapkan banyak kata, Shanti mengajak Romy pulang. Karena percuma saja berlama-lama ada di rumah Rivaldo. Usahanya tidak juga berhasil.
"Sayang, sebenarnya apa yang barusan kamu katakan pada saudara kembarmu? kenapa pula kamu berkatanya menjauh dariku?" tanya Romy penasaran.
"Bukan suatu hal yang penting, hanya hal yang biasa saja. Apa kamu merasa curiga padaku, hingga bertanya seperti ini?" Shanti malah balik bertanya.
"Bukan begitu sayang, kenapa kamu malah seolah marah padaku? aku kan hanya ingin tahu saja apa yang kalian bicarakan sampai kamu menjauh dariku. Aku minta maaf jika kamu menjadi tersinggung oleh pertanyaanku. Aku tahu kamu saat ini pasti sedang sedih karena anakmu masih bersikap acuh padamu dan bahkan ia tak merespon ajakanmu untuk tinggal bersama kita," ucap Romy.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah suaminya, Shanti terus saja berakting sedih supaya Romy tidak curiga padanya. Bahkan Romy malah semakin iba melihat kesedihan Shanti yang di buat-buat.
__ADS_1
"Hem, bagus Romy. Dengan begini kamu tidak curiga padaku, dan kamu justru semakin bertambah iba padaku. Ini adalah caraku supaya kamu tetap bertahan ada di dalam genggamanku," batin Shanti sumringah.
Tetapi tidak dengan Shinta yang saat ini sedang memikirkan Shanti. Ia heran kenapa juga sifat Shanti belum juga berubah. Padahal Shanti sudah di penjara begitu lamanya. Tetapi hal itu tidak membuatnya lantas jera.
Shinta segera masuk ke dalam rumah, ia pun langsung mendapatkan teguran dari suaminya.
"Shanti tidak mengatakan apa-apa kok, Mas. Ia hanya meminta padaku supaya, terus membantunya untuk membujuk Sarafani supaya mau mengakuinya sebagai ibu kandungnya, cuma itu saja," ucap Shinta berbohong.
"Sayang, kamu tak usah berbohong padaku. Dan tak usah terus menutupi keburukan saudara kembarmu itu. Aku bisa tahu kok, dari raut wajahmu itu jika kamu kecewa pada Shanti," ucap Rivaldo menatap tajam istrinya yang terus saja tertunduk.
__ADS_1
Shanti berpamitan masuk ke dalam supaya tidak terus di interogasi oleh Rivaldo. Karena ia paling tidak bisa berbohong lama jika suaminya terus saja membujuk dirinya.
Di dalam hatinya, ia meminta maaf pada suaminya. Jika dirinya telah berbohong padanya saat ini. Ia melakukan hal ini karena tak ingin Rivaldo semakin benci pada Shanti. Dan ia mengungkapkan keburukan Shanti pada Sarafani. Hal ini yang membuat Sarafani menjadi semakin benci pada Shanti dan susah untuk bisa di luluhkan oleh Shinta.
"Aku minta maaf ya, mas. Karena aku memang telah berbohong padamu. Hal ini memang aku lakukan supaya kamu tak mengadu pada Sarafani. Aku tak ingin Sarafani semakin jauh dari Shanti. Karena aku telah berjanji akan membuat Sarafani mengakuinya sebagai ibu kandungnya."
"Walaupun aku sangat kecewa pada Shanti dengan sikapnya tadi. Kenapa juga Shanti mengatakan hal buruk tentangku pada suaminya? sebenci ituksh padaku? padahal aku sama sekali tidak membenci dirinya. Tetapi malah ia terus saja benci padaku. Seharusnya aku yang benci padanya dengan apa yang telah ia lakukan padaku."
Terusa saja Shinta menggerutu di dalam hatinya. Ia tak habis pikir mempunyai saudara kembar yang sifatnya begitu buruk sekali.
__ADS_1