Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Terperangkap Juga


__ADS_3

Sementara saat ini Shanti sedang berhadapan langsung dengan Santo.


"Aku pikir kamu telah mati, ternyata kamu masih hidup. Lantas untuk apa kamu datang menemuiku lagi? apa kamu tidak takut aku akan kembali berusaha menghilangkan nyawamu untuk yang kedua kalinya?"


"Kamu lihat kan, walaupun penyamaranku telah terbongkar oleh Rivaldo. Tetapi aku yakin dia akan tetap bertahan denganku karena saat ini aku sedang hamil anaknya."


"Seharusnya jika kamu masih hidup, tak usah datang lagi menemuiku. Karena aku itu sama sekali tidak ada rasa cinta padamu. Aku hanya memperalatmu saja untuk membantuku melancarkan segala aksiku."


Sedari tadi Shanti terus saja berkata tetapi Santo hanya diam saja menjadi pendengar setia, hal ini membuat Shanti menjadi kesal kepadanya.


"Hai Santo, apakah kamu sudah tidak bisa berucap alias bisu? ataukah pendengaranmu sudah tidak berfungsi sehingga kamu sama sekali tidak berkata apapun pada saat aku mengatakan banyak hal kepadamu?"


"Apakah kamu sama sekali tidak bisa membalas segala yang aku katakan kepadamu saat ini? hingga kamu hanya diam saja seperti patung yang tak bernyawa."


Kembali lagi Santo tidak mengatakan apapun, dia memang sengaja diam saja karena ingin menjebak Shanti mengungkapkan sendiri segala kejahatannya dengan kata-katanya sendiri.


Tanpa sepengetahuan Shanti saat ini, Santo telah merekam secara video percakapan mereka terutama pada saat ada Shinta dan juga Rivaldo.


Santo memerintahkan salah satu anak buahnya untuk merekam semua pembicaraan Shanti yang ada di cafe tersebut. Terus saja Shanti tidak sadar mengatakan banyak hal kejahatan yang telah ia perbuat pada Shinta.


Hingga ia lelah dan memutuskan untuk pulang, karena sedari tadi ia bicara tidak mendapatkan respon dari Santo.


"Dasar bego, aku dari tadi bicara tetapi tidak di respon dengan perkataan. Malah diam saja menatapku tak bergeming bagaikan sebuah patung!"


Shanti masih saja berani pulang ke rumah Rivaldo, padahal kejahatannya sudah terungkap barusan di hadapan Shinta dan Santo. Ia begitu kesal, pada saat melihat di rumah sudah


ada Shinta.

__ADS_1


"Shinta, kenapa kamu ada di rumah ini?" tanya Shanti memicingkan alisnya heran.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu masih bertahan di sini? aku disini karena ini rumahku juga, ini rumah dari kami dulu bekerja sama membeli secara bersama. Kamu pikir ini murni rumah Mas Rivaldo, tidak!" ucap lantang Shinta.


Kini ia sudah berani melawan Shanti. Ia sudah tak gentar lagi dengannya. Shanti pun tidak ada rasa malu sama sekali.


"Apa kamu lupa, aku juga berhak tinggal di sini karena di dalam perutku ini ada calon anak, Mas Rivaldo. Jadi kamu tidak bisa melarangku untuk pergi dari rumah ini," ucap Shanti.


Rivaldo yang sempat mendengar perdebatan dari arah kamarnya. Ia pun keluar rumah, dan ia juga begitu kaget pada saat melihat Shanti sudah ada di pelataran rumah.


"Siapa yang memintamu datang ke rumah ini lagi? setelah segala kebusukan dirimu terbongkar, masih berani kamu datang lagi kemari?" bentak Rivaldo kesal.


"Jika aku tidak tinggal di sini, lantas aku akan tinggal di mana? apa lagi aku saat ini sedang hamil,' ucap Shanti


Belum juga Shinta atau Rivaldo membalas perkataan dari Shanti. Tiba-tiba Santo datang dan membalas perkataan Shanti.


Shanti menoleh ke arah sumber suara.


"Kamu lagi kamu lagi, aku pikir tadi kami itu bisu dan tuli. Ternyata masih bisa berbicara," ejek Shanti.


"Kamu pikir bisa memenjarakanku, sementara kamu sama sekali tidak ada bukti yang kuat untuk bisa menangkapku dan menjebloskan aku ke dalam penjara," ucap lantang Shanti terkekeh.


Tak berapa lama, beberapa aparat kepolisian datang ke rumah Rivaldo dan langsung menangkap Shanti begitu saja.


"Eh, apa-apaan ini? aku sama sekali tidak bersalah apa pun, kenapa di tangkap?" Shanti berusaha mengelak tapi tidak berhasil, karena kekuatan para aparat kepolisian lebih besar.


Saat itu juga Shanti di bawa ke kantor polisi untuk segera di proses dan di tindak lanjuti atas apa yang telah ia lakukan pada Shinta dan Santo.

__ADS_1


"Kalian tak usah khawatir lagi, karena aku yakin Shanti sebentar lagi akan mendekam di dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan atas segala kesalahannya," ucap Santo setelah itu ia lekas pergi mengikuti laju mobil polisi yang membawa Shanti.


Sementara Shinta dan Rivaldo hanya saling berpandangan satu sama lain. Lantas mereka langsung memutuskan untuk datang juga ke kantor polisi. Untuk mengetahui bagaimana kisah selanjutnya dengan Shanti. Karena mereka sama sekali tidak tahu jika Santo telah berhasil mendapatkan sebuah bukti kejahatan Shanti secara langsung.


Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di kantor polisi. Shanti terus saja meronta, dan ia terus saja mengatakan banyak hal bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah.


"Diam, nona! apa perlu mulut anda kami sumpal juga dengan kain lap!" bentak salah satu aparat kepolisian yang sudah tidak tahan lagi karena ia dari tadi merasa terganggu dengan ocehan Shanti.


Mendengar ancaman dari salah satu pihak kepolisian, barulah Shanti diam tak berkata lagi. Ia begitu ketakutan pada saat melihat aparat kepolisian tersebut melotot ke arahnya.


Shanti di borgol berdua tangannya di belakang punggungnya sendiri dan di dudukkan. Sementara salah satu pihak kepolisian memutar rekaman video yang di kirim oleh Santo.


Ia begitu shock pada saat melihat rekaman video tersebut. Ia sama sekali tidak menyangka jika semua perkataan yang ia ucapkan saat di cafe di rekam oleh Santo.


"Bagaimana, Shanti? bagus bukan apa yang aku lakukan untukmu? kamu sudah terjebak oleh permainanku," ucap Santo yang baru saja sampai di kantor polisi.


"Sialan, jadi kamu sengaja menjebakku? awas saja aku tidak akan memaafkan dirimu apa lagi memberikan pengampunan!" bentak Shanti sama sekali tidak ada rasa gentar.


Pada saat itu juga, Shanti langsung di bawa ke ruang pemeriksaan untuk di periksa lebih lanjut oleh pihak yang berwajib. Sementara Santo menunggu di ruang tunggu.


Selagi duduk, datanglah Rivaldo bersama dengan Shinta. Mereka pun menanyakan banyak hal pada Santo, bagaimana bisa ia meringkus Shanti, sedangkan ia tak punya bukti apa pun.


"Kalian salah, aku justru punya bukti yang kuat untuk bisa menangkap Shanti."


Saat itu juga Santo menunjukkan hasil rekaman video pada saat berada di cafe pada Rivaldo dan Shinta.


Lain halnya Shanti yang sedang di periksa di dalam ruang khusus pemeriksaan. Ia mendapatkan banyak pertanyaan dari aparat kepolisian yang sedang bertugas. Bahkan pada akhirnya ia pun mengakui segala perbuatan jahatnya pada Shinta dan Santo.

__ADS_1


Ia takut karena ancaman dan bentakan dari aparat kepolisian tersebut.


__ADS_2