
Berjalannya waktu cepat sekali, kini Sarafani dan Safanya telah lulus Sekolah Dasar. Dan kini keduanya melanjutkan ke jenjang SLTP. Keduanya tidak pernah berselisih paham, walaupun Safanya tahu jika Sarafani bukanlah saudara kandung satu ibu, tetapi ia tetap sayang pada Sarafani.
Mereka sangat akur seperti saudara kembar saja. Karena postur tubuh mereka sama besarnya tidak ada yang yang lebih kecil ataupun yang lebih besar.
Shanti saat ini juga telah menikah. Keberuntungan sedang berpihak pada Shanti, karena ia menikah dengan orang kaya. Ia pun pintar bersandiwara mengarang cerita tentang kehidupan dirinya di penjara karena ulah saudara kembarnya si Shinta.
Bahkan pada suaminya, ia pun mengiba dengan mengatakan jika dirinya terpisah dari anaknya juga karena Shinta.
Shanti bisa menikah dengan orang kaya pada saat dirinya menjadi seorang asisten rumah tangga di rumah orang kaya tersebut. Suaminya begitu sayang padanya. Segala apa yang Shanti inginkan bisa di dapatkan.
Dan hari ini Shanti mengajak suaminya untuk datang menyambangi rumah Shinta guna menjenguk Sarafani. Dan bahkan ia berniat akan membujuk Sarafani untuk tinggal bersamanya.
"Ini rumah mantan suamimu? bagus juga ya?" ucap Rommy suami dari Shanti.
"Iya, mas."
Shanti memutar balikkan fakta pada suaminya yang sekarang. Ia mengatakan bahwa Shinta yang telah merebut suami dan juga anaknya.
Tak berapa lama, ada yang telah membukakan pintu gerbang rumah tersebut. Karena Mamang sudah di izinkan untuk membuka dan mengizinkan Shanti si suaminya masuk.
__ADS_1
"Shanti, bagaimana kabar dirimu? aku sudah lama mencari keberadaanmu di kontrakan tapi kamu tidak ada," sapa Shinta.
"Sudah sejak lama aku tak tinggal di kontrakan kumuh itu. Aku sudah menikah dengan Mas Romy beberapa bulan yang lalu. Dan kami datang kemari karena ingin menjenguk Sarafani," ucap Shanti.
Saat itu juga Shinta memanggil Sarafani. Tetapi ia tak mau menghampiri Shanti. Karena ia ingat betul apa yang pernah di katakan oleh Rivaldo dan Santo.
"Fani, ayohlah kamu jangan seperti ini. Mamah Shanti pasti saat ini rindu sekali dengan dirimu," bujuk Shinta.
Belum juga Sarafani bicara, dari dalam rumah datang Rivaldo dan mengatakan hal yang begitu memalukan.
"Mana mungkin Fani mau mengakui wanita jahat itu sebagai ibunya. Tapi herannya, masih saja berusaha datang kemari. Dasar wanita nggak punya malu!" ucap lantang Rivaldo.
"Heh, seenaknya saja kamu kalau bicara!kamu telah di butakan oleh cinta wanita ****** seperti istrimu itu! hingga kamu tidak menganggap wanita mulia ini istrimu dan bahkan dengan....
"Mas, sudahlah. Jangan membahas masa lalu, lagi pula di sini kita tujuan ingin menjenguk anakku. Dan bahkan jika ia mau, kita bawa serta untuk tinggal bersama dengan kita," ucap Shanti memotong pembicaraan dari Romy.
Rivaldo sudah mengira jika Shanti telah mengatakan hal yang buruk tentang Shinta pada suami barunya. Hanya saja pada saat Romy mengatakan banyak hal, Shanti sengaja memotong perkataannya.
"Hem, pintar sekali Shanti dalam bersandiwara. Hingga ia pun berhasil membuat pria itu percaya dengan tipu dayanya. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus meminta bukti rekaman video yang dulu Santo gunakan untuk menjebloskan Shanti ke dalam penjara. Dan akan aku tunjukkan pada pria itu, supaya matanya di buka jika Shanti itu jahat," batin Rivaldo.
__ADS_1
Sementara Shanti berusaha membujuk Sarafani untuk bersedia tinggal bersamanya.
"Nak, mamah ingin mengajaknu untuk tinggal bersama kami. Mau ya Sarafani?"
Namun Sarafani tidak menjawab, ia hanya merespon dengan gelengan kepala seraya melangkah masuk ke dalam rumah. Begitu pula dengan Rivaldo, ia juga tak ingin banyak kata untuk menghadapi Shanti.
Hanya Shinta yang masih saja bertahan di hadapan Shanti dan suaminya si Rommy.
"Shinta, aku sengaja satu tahun ini tidak datang kemari karena aku percaya kamu akan membujuk Sarafani mau mengakuiki sebagai ibu kandungnya. Tapi mana buktinya? Sarafani masih saja seperti dulu, tidak merespon kedatanganku sama sekali," ucap ketus Shanti.
"Shanti, aku juga selalu memberikan pengarahan dan nasehat sesuai yang aku janjikan waktu itu padamu. Semua itu kan butuh proses, tidak instan. Apa lagi dari bayi Sarafani bersama diriku, jadi butuh waktu lama untuk bisa meluluhkan hatinya. Aku mohon bersabarlah sedikit saja," ucap Shinta dengan begitu lembutnya.
"Satu tahun itu bukan waktu yang sebentar, Shinta. Aku sudah bersabar, aku harus menunggu berapa tahun lagi supaya anak kandungku bersedia mengakuiku sebagai ibu kandung?" tanya Shanti mulai hilang kesabaran.
Shinta pun tak bisa berkata lagi melihat gelagat Shanty yang sudah mulai terbakar emosi. Apa lagi tatapan membunuh dari Romy. Dan tiba-tiba Romy pun menghakimi Shinta dengan mengatakan banyak hal buruk padanya.
Shinta memicingkan alisnya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rommy.
Belum juga Shinta ingin menegur apa yang barusan di katakan oleh Rommy, tiba-tiba Shanti menarik Shinta agak menjauh dari Romy.
__ADS_1
"Ini ajang balas dendamku padamu! kamu lihat kan, aku mampu bersandiwara pada suamiku dan memutar balik fakta? itu karena aku ingin membuat hidupmu menderita. Lihat saja Shinta, usahaku pasti berhasil. Aku akan mendapatkan anakku, dan kamu pasti akan menderita. Tunggu saja tanggal mainnya!" bisik Shanti mengancam Shinta.