Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Gundah Gulana


__ADS_3

Shanti akhirnya mengakui semua kesalahannya pada aparat kepolisian. Apalagi semua bukti telah mengarah jelas kepadanya, sehingga ia sudah tidak bisa lagi mengelak.


Setelah semuanya jelas, untuk sementara waktu Shanti di tempatkan di sel sementara sampai masa hukumannya telah di tentukan oleh pihak pengadilan.


Shinta dan Rivaldo menemui Shanto di sel sementara.


"Shanti, pada waktu itu bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu. Supaya kamu berubah, tetapi kamu malah ingin berusaha melenyapkan nyawaku untuk yang kedua kalinya," ucap Shinta merasa iba melihat saudara kembarnya masuk ke dalam jeruji besi.


Hal ini tidak di sia-siakan oleh Shanti, ia pun berinisiatif untuk membujuk Shinta supaya membantunya keluar dari penjara.


"Shinta, aku minta maaf atas segala kejahatanku padamu. Aku mohon belas kasihmu padaku, apa kamu tega jika aku di penjara dalam kondisi sedang hamil. Jika kamu benci padaku, setidaknya kamu jangan benci pada anak ini. Karena ia tidak tahu apa-apa dan tak bersalah sama sekali." Ucap Shanti mengiba secara mengusap perlahan perutnya yang masih rata.


"Shanti, aku sudah memaafkan segala kesalahanmu ...


"Terima kasih, Shinta. Berarti kamu akan membuatku terbebas dari penjara ini bukan?" Shanti memotong pembicaraan Shinta yang belum selesai.


"Shanti, aku belum selesai berbicara. Tetapi kamu sudah memotong pembicaraanku. Aku memang sudah memaafkan segala kesalahanmu, tetapi bukan berarti aku akan membiarkan dirimu bebas dari jerat hukum."


"Kamu harus tetap menjalani hukuman dari semua perbuatanmu itu. Supaya kamu jera dan tak mengulanginya lagi. Aku tidak akan memohon apapun pada pihak kepolisian supaya membebaskan dirimu."


"Setiap sebab pasti ada akibat dan setiap orang yang telah melakukan suatu kejahatan harus bisa menerima konsekuensinya. Aku minta maaf, Shanti. Karena aku sama sekali tidak bisa membantumu untuk membebaskan dirimu dari jerat hukum."


"Tapi kamu tak usah khawatir, kelak aku yang akan merawat anakmu jika telah lahir."


Shanti begitu kesal karena usahanya untuk membujuk Shinta gagal total. Dan ia kini beralih kepada Santo.

__ADS_1


"Sayang, tolong cabut tuntutanmu ini? bagaimana pun aku pernah di hatimu bukan? masa iya kamu membiarkan aku akan mendekam di dalam penjara jangka waktu yang panjang?" bujuk rayu Shanti pada Santo.


Ia berusaha merayu Santi supaya dirinya mau mencabut tuntutannya pada dirinya Dan ia bahkan berjanji pada Santo akan berubah menjadi lebih baik dan tidak akan berulah lagi.


"Shanti, kamu pikir aku akan luluh padamu? kamu pikir aku akan kembali padamu? kamu memang pernah ada di dalam hatiku, tetsli itu dulu di saat kamu belum menjadi manusia jahat dan tamak seperti sekarang ini. Justru aku menyesal karena telah mengenal dirimu. Jangan harap aku akan mencabut tuntutan padamu."


"Karena dosamu itu cukup besar. Kamu telah berusaha membunuhku satu kali. Dan kamu mencoba membubuh Shinta dua kali. Untung saja niatmu yang kedua kalinya bisa aku gagalkan."


"Jika tidak pasti saat ini Shinta sudah meninggal dunia olehmu."


Shanti mengernyitkan alisnya pada saat mendengar pengakuan dari Santo. Ia begitu tak percaya jika Santolah yang telah menolong Shinta waktu itu. Santo juga tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Shanti saat ini.


"Nggak usah kaget seperti itu, Shanti. Kebakaran di markasmu itu karena ulahku untuk mengecoh dirimu dan semua anak buahmu. Hingga aku bisa menyelamatkan Shinta. Kamu pikir cuma kamu saja yang cerdik dan kecerdikanmu itu hanya untuk suatu kejahatan!" ejek Santo.


Shanti tidak bisa berkata lagi, ia hanya bisa menelan salivanya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Santo. Walaupun di dalam hatinya, sangat kesal sekali pada Santo. Tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena saat ini ia ada di dalam jeruji besi.


"Mas Santo, kami mengucapkan banyak terima kasih karena berkat anda. Kejahatan Shanti bisa terungkap. Dan kami ucapkan terima kasih, anda telah menyelesaikan istriku," ucap Rivaldo pada saat mereka melangkah keluar dari kantor polisi.


"Sama-sama, Mas Rivaldo. Saya juga pernah bersalah dulu pada Shinta. Karena telah membiarkan Shanti bertindak jahat pada istri anda," ucap Santo.


Sementara Shanti saat ini sedang kesal di dalam jeruji besi. Ia tidak pernah berpikir jika dirinya akan tertangkap dan kejahatannya yang ia pikir tertata rapi bisa terbongkar.


"Sialan, aku ternyata ceroboh juga. Padahal aku sudah berpikir telah berhasil mengalahkan Shinta walaupun penyamaranku telah terbongkar. Aku pikir dengan kehamilanku ini, aku bisa mengikat Rivaldo selamanya."


"Ternyata aku salah, aku malah harus mendekam di dalam penjara untuk jangka waktu yang cukup lama. Apa lagi aku dalam kondisi hamil seperti ini. "

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan jika aku jalani kehamilanku ini di dalam jeruji besi."


Terus saja Shanti menggerutu di dalam jeruji besi. Ia begitu kesal karena segala usaha dan jerih payahnya hsrus di bayar di dalam penjara.


******


Beberapa menit kemudian...


Shinta dan Rivaldo telah sampai di rumah mewah milik Rivaldo. Tetapi Shinta terus saja murung, hal ini membuat Rivaldo penasaran dengan sikap istrinya.


"Sayang, apa yang membuatmu murung seperti ini? bukankah permasalahannya sudah terselesaikan?" tanya Rivaldo seraya memeluk erat tubuh istrinya.


"Mas, aku....


"Aku kenapa, sayang? katakan saja sejujurnya, biar kamu lega," bujuk Rivaldo.


"Tidak apa-apa, mas? aku sudah lupa ingin mengatakan apa padamu."


Shinta pun berlalu pergi masuk ke dalam rumah dengan wajah di tekuk. Sejujurnya ia masih saja belum bisa menerima kehamilan Shanti. Ia merasa cemburu dan merasa tak ikhlas. Bahkan ia sesekali membayangkan masa kebersamaan antara suaminya dengan Shanti.


"Aku bahagia sudah bisa kembali lagi di sisi suamiku. Tetapi aku juga sedih, karena di rahim wanita lain telah tumbuh benih suamiku. Walaupun ini bukan murni kesalahannya. Tetapi aku masih saja tak rela dengan semua ini," batin Shinta.


Ia begitu gundah gulana memikirkan kehamilan Shanti. Ia juga tidak akan tega terhadap bayi yang tak berdosa yang saat ini ada di dalam kandungan, Shanti.


Terus saja ia gundah gulana memikirkan permasalahan rumah tangganya.

__ADS_1


"Sayang, aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Aku minta maaf atas kehamilan Shanti. Aku jujur pada saat itu tidak tahu apa-apa. Yang aku tahu, aku melakukan itu dengan istrimu, dengan dirimu. Aku mohon maafkan aku, sayang," ucap Rivaldo.


__ADS_2