
Shanti benar-benar keras kepala, ia tidak mau mendengarkan apa yang di katakan oleh Shinta. Ia tetap berkeras hati akan memisahkan Shinta dengan suami dan kedua anaknya. Hingga akal licik ia gunakan, yakni menjual Shinta ke rumah bordil atau rumah wanita malam. Kebetulan dirinya punya kenalan sang mucikari, hingga dengan mudahnya ia bertemu dengan sang mucikari.
"Shanti, ternyata kamu punya saudara kembar. Aku baru tahu, oh ya banyak sekali terpampang wajahmu di jalan-jalan loh. Kamu sekarang menjadi buronan polisi? memang apa yang telah kamu lakukan, karena di dalam brosur tidak ada keterangan kejahatan apa yang telah kamu lakukan," tanya sang mucikari.
Belum juga Shanti menjawab, Shinta terlebih dahulu menjawabnya," Shanti menculikku hingga suamiku melaporkannya ke aparat polisi. Makanya jika anda membeliku, yang ada anda juga akan terlibat dalam masalah, Shanti."
"Diam kamu, Shinta! siapa yang mengizinkan untuk kamu berbicara? aku sama sekali tidak pernah memintamu untuk berbicara, jadi kamu diam saja jika tidak ingin nyawamu terancam!" bentak Shanti.
Di dalam hati sang mucikari ada rasa takut juga jika ia benar-benar akan mempertahankan Shinta. Tetapi ia juga telah punya rencana yang bagus. Ia akan tetap membeli Shinta tetapi akan ia jual lagi pada, Rivaldo.
__ADS_1
"Jika aku mengembalikan Shinta pada suaminya, pasti aku akan mendapatkan imbalan yang besar. Apa yang di katakan oleh Shinta juga ada benarnya. Aku nggak mau terlibat dalam kasus, Shanti. Jika aku membeli Shinta tetapi aku gunakan untuk keuntungan diriku sendiri," batin sang mucikari.
Saat itu juga sang mucikari membayar Shinta pada Shanti. Ia sangat senang mendapatkan banyak uang tanpa harus bekerja. Saat itu juga Shanti menyerahkan Shinta pada sang mucikari dan ia pun pergi berlalu begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari, Shinta.
Shinta merasa ketakutan sekali karena ia cemas dirinya akan dijadikan sebagai wanita malam oleh sang mucikari.
"Shinta, aku tidak akan melakukan hal buruk padamu karena aku juga masih ingin hidup bebas tak ingin dipenjara. Aku akan mengembalikanmu pada keluargamu, tolong tunjukkan di mana alamat rumahmu sekarang juga."
"Apakah yang barusan anda katakan ini benar atau hanya ingin memperdayaku saja?" tanya Shinta ragu.
__ADS_1
"Aku memang bekerja di tempat yang tidak baik, tetapi aku tidak sembarangan mempekerjakan wanita. Karena yang bekerja padaku adalah para wanita yang memilih jalan hidupnya untuk seperti itu. Aku tidak pernah memaksa para wanita-wanita yang benar untuk berada di jalan yang salah," ucap sang mucikari.
"Selain itu aku juga tidak ingin suatu saat nanti pihak kepolisian mengetahui keberadaan dirimu di tempatku. Dan pada akhirnya aku akan mendapatkan suatu hukuman kurungan karena aku ingin hidup bebas," ucap sang mucikari.
Hingga saat itu juga Shinta memberikan alamat rumah Rivaldo kepada sang mucikari untuk dirinya diantar ke rumah suaminya. Berbeda dengan Shanti saat ini ia menggunakan uang pemberian sang mucikari untuk membeli segala yang dibutuhkannya untuk penyamarannya dan ia juga membuat identitas baru.
Setelah itu ia juga berniat akan mengoperasi plastik wajahnya menjadi berubah supaya tidak dikenali para aparat kepolisian ia akan pergi ke luar negeri dengan menggunakan identitas barunya.
Shanti tidak tahu jika sebenarnya Shinta dibawa ke rumah Rivaldo kembali oleh sang mucikari. Ia merasa telah menang, karena berpikir jika nasib Shinta pada akhirnya menjadi wanita malam.
__ADS_1
Aku puas dan aku akhirnya menang karena pada akhirnya Shinta akan menjadi wanita malam sedangkan aku akan merubah diriku dengan mengoperasi plastik wajahku, setelah usahaku berhasil aku akan meluluhkan hati Rivaldo.
Demikianlah gerutuan Shanti di dalam hatinya.