
Shanti yang menyamar sebagai Ranti merasa kesal setelah tahu siapa yang telah melaporkan dirinya ke aparat kepolisian. Tetapi ia mencoba menahan rasa kesalnya tersebut.
"Kenapa, pasti kamu heran bukan? kenapa aku telah melaporkan dirimu ke kantor polisi. Sekarang kamu sudah tak bisa berdalih atau menfekdk lagi, Shanti," ucap Rivaldo mengagetkan Shanti.
Tetapi lagi-lagi Shanti pura-pura tidak kaget dan berusaha bersikap biasa saja.
"Maaf Tuan, anda salah tangkap. Saya ini Ranti bukan Shanti. Jadi saya mohon lepaskan saya, karena saya bukanlah orang yang sedang anda cari," ucap Ranti berusaha untuk tidak gugup.
"Hey, kamu nggak usah berpura-pura lagi. Karena aku telah menemukan semua bukti dari penyamaran dirimu. Dan aku pastikan kali ini kamu akan mendekam dalam waktu cukup lama di dalam penjara," ancam Rivaldo.
Ranti diam sejenak, tetau kemudian dia terkekeh," anda ini sedang berhalu atau bagaimana? apakah Shanti itu adalah masa lalu anda yang tak bisa anda lupakan begitu saja ya, hingga detik ini masih ada di pelupuk matamu."
Komandan kepolisian menengahi perdebatan antara Santi dengan Rivaldo," sudahlah kalian tak perlu lagi berdebat seperti ini. Biar aku saja yang menanganinya."
__ADS_1
"Pak Polisi, saya percayakan kepada anda. Saya yakin jika anda yang menangani hal ini, saya akan terbebas dari tuduhan Tuan Rivaldo, karena saya sama sekali tidak mengerti apa yang barusan Tuan Rivaldo katakan," ucap Ranti masih saja berpura-pura, tetapi di dalam hatinya sedang kalut.
"Bagaimana ini, jika ternyata Rivaldo benar-benar telah menemukan bukti yang kuat untuk menjerat ku ke dalam penjara? aku heran, kok dia bisa begitu mudahnya mengetahui penyamarsn diriku? sedangkan Shinta saja tidak tahu siapa aku yang sebenarnya," batin Ranti mulai cemas.
Saat itu juga, Komandan kepolisian tersebut mulai menginterogasi Ranti di sebuah ruangan khusus yang sangat menakutkan dan remang-remang.
Shanti gemetaran pada saat ia terus saja di interogasi oleh Komandan kepolisian tersebut. Bahkan ia kaget pada saat di pertemukan dengan orang-orang yang telah membantunya kabur ke luar negeri. Dan bahkan pengakuan sang dokter bedah yang sangat memojokkan Shanti.
Semua tuduhan dan bukti sudah jelas mengarah padanya. Walaupun Shanti terus saja pura-pura tak tahu menahu tentang hal itu.
Semua bukti di perlihatkan pada, Shanti dan hingga pada akhirnya ia mengakui jika dirinya adalah Shanti.
"Sekarang kamu sudah tidak bisa mengelak lagi. Semua bukti sudah jelas sekali mengarah padamu, Shanti!" bentak Komandan kepolisian yang sempat kesal karena Shanti dari tadi terus saja mengelak dan tak mau jujur dengan hati dirinya yang sebenarnya.
__ADS_1
"I-Iya, Pak Polisi. Saya sudah mengakuinya jika saya ini adalah Shantiysng telah melakukan operasi plastik wajah dengan menyamar sebagai Ranti,' ucapnya seraya ketakutan.
Setelah mendengar pengakuan dari Shanti, Komandan kepolisian segera berdiskusi dengan para pihak pengadilan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengadakan sidang masa penentuan hukuman penjara bagi Shanti.
Shanti ketakutan dan ia tiba-tiba meminta maaf pada aparat kepolisian dan juga pada Rivaldo. Tetapi permintaan maaf Shanti tak lantas membuat Rivaldo mencabut tuntutannya terhadap Shanti.
Justru ia ingin Shanti di hukum yang seberat-beratnya. Karena kaki ini perbuatannya terhadap Shinta sungguh sangat tidak terpuji.
Proses persidangan masa penentuan hukuman Shanti di lakukan saat ini juga. Dan Shanti begitu shock karena kali ini dirinya di penjara lima belas padanya.
Gagal sudah rencana Shanti untuk menyingkirkan Shinta dari sisi Rivaldo. Yang ada dirinya kali ini malah mendapatkan hukuman penjara kembali.
************T. A. M. A. T. ********
__ADS_1