Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Menyambangi Rumah Santo


__ADS_3

Shinta menghampiri Shanti dan ia mencoba memberikan pengertian kepadanya supaya tidak tersinggung dengan sikap Sarafani.


"Shanti, kamu bersabar ya. Karena Sarafani kan belum terbiasa denganmu, dia baru pertama kali bertemu. Nanti aku akan selalu menasehatinya supaya tidak bersikap seperti tadi." Ucap Shinta mencoba menghibur Shanti seraya mengusap bahunya.


Tetapi Shanti malah marah-marah padanya. Dan mengatakan banyak hal yang kasar. Bahkan Shanti mengatakan jika Shinta hanya pura-pura baik saja, tetapi di dalam hatinya sebenarnya jahat. Ia senang dengan kondisi sekarang ini dimana Sarafani membencinya.


"Sayang, cepat masuk saja ke dalam rumah. Nggak usah memperdulikan wanita yang tak punya rasa terima kasih sama sekali biarkan saja ia sendiri!"


Rivaldo pun menarik paksa tangan Shinta untuk segera masuk ke dalam rumah tanpa ia lupa memerintah security untuk segera mengusir Shanti. Hingga pada akhirnya Shanti pun pergi dari rumah mewah milik Rivaldo dengan kekecewaan yang mendalam.


Apa yang ia pikirkan dan ia rencanakan pada saat akan bebas dari penjara, tidak sesuai dengan yang ia dapatkan saat ini. Ia sempat berpikir jika ia mengakui dirinya Ibu dari Sarafani, ia akan begitu mudahnya masuk ke dalam rumah Rivaldo. Tetapi kenyataannya justru ia ditolak mentah-mentah oleh Sarafani yakni anak kandungnya sendiri.


"Aku sempat berpikir akan mendapatkan kejutan yang manis di rumah Mas Rivaldo, tetapi justru aku mendapatkan kejutan terpahit yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya."


"Sarafani sama sekali tidak mau mendekatiku, apalagi untuk memanggilku dengan sebutan mamah. Padahal aku ingin sekali memeluknya, menciumnya, kenapa malah menjadi seperti ini? aku tidak bisa masuk kembali ke dalam rumah Mas Rivaldo."


Terus saja Shanti menggerutu sepanjang perjalanan ia mencari sebuah kontrakan yang tak jauh dari rumah mewah milik Rivaldo, supaya dirinya bisa setiap hari memantau segala aktivitas yang ada di rumah mewah tersebut.


Sejenak Shanti teringat akan Santo. Setelah ia mendapatkan sebuah kontrakan yang tak jauh dari rumah mewah milik Rivaldo, ia pun segera pergi ke rumah Santo dengan nsiki taxi yang kebetulan lewat melintaa di hadapannya.


Dan pada saat Shanti telah berada di depan rumah milik Santo, ia begitu kecewa karena ternyata saat ini Santo telah memiliki istri dan dua orang anak yang masih balita.

__ADS_1


Santo yang sedang bercanda ria dengan istri dan dua orang anaknya, ia pun terperangah pada saat melihat kedatangan Shanti. Sejenak istri Santo meminta sang baby sitter untuk membawa kedua anaknya masuk ke dalam rumah. Sementara ia menghampiri Shanti dan menanyakan maksud kedatangannya.


"Maaf ya Mbak. Mbak ini siapa dan ada keperluan apa datang kemari?" tanyanya menyelidik.


Shanti pun gelagapan pada saat ditanya oleh istri Santo. Justru tatapannya terus tertuju pada Santo sehingga membuat istri Santo menjadi curiga.


"Apa anda datang ke sini untuk menemui suami saya? untuk keperluan apa ya?" tanya istri Santo terus saja memojokkan Shanti dengan berbagai pertanyaan.


"Iya mbak. Saya datang ke sini untuk bertemu dengan suami Mbak. Karena ada hal yang ingin saya bicarakan sejenak. Tolong izinkan saya untuk bertemu dengan Mas Santo.'


Mendengar apa yang dikatakan oleh Shanti wanita itu pun melangkah menghampiri Santo dan mengatakan bahwa Shanti ingin berbicara dengannya tetapi dirinya tidak lantas pergi begitu saja ia justru duduk di kursi teras halaman karena ingin mengetahui apa yang akan diperbincangkan oleh Santo dan Shanti.


"Ternyata kamu sudah bebas dari penjara? aku pikir masih satu tahun lagi kamu harus mendekam di dalam jeruji besi. Untuk apa kamu datang kemari?" tanya Santo ketus seraya menatap tak suka pada Shanti.


Sbanti pun sejenak mengamati rumah Santo yang kini terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Ia bukannya membalas apa yang ditanyakan oleh Santo, tetapi ia justru membahas tentang rumah Santo.


"Setelah sekian tahun kita tidak bertemu, ternyata banyak sekali perubahan yang terjadi pada dirimu ya? kamu sekarang sudah menjadi orang yang kaya raya, rumahnya saja sudah megah mewah seperti ini," ucap Shanti kagum dengan rumah mewah milik Santo yang sebanding dengan rumah mewah milik Rivaldo.


"Aku bertanya padamu bukannya kamu jawab, tetapi malah mengatakan hal lain. Jika tidak ada berkepentingan sama sekali, sebaiknya kamu lekas pergi dari sini. Dan aku harap tak usah datang kembali ke sini karena aku tak ingin berurusan lagi dengan wanita jahat sepertimu!" usir Santo kesal.


"Mentang-mentang sekarang kamu telah menjadi kaya raya, sehingga kamu bersikap sombong padaku. Apa kamu lupa dulu, bagaimana kamu begitu mencintaiku sehingga bersedia melakukan segala cara demi diriku."

__ADS_1


Segala perkataan yang dilontarkan baik oleh Shanti maupun Santo bisa didengar oleh istri Santo. Dan perkataan yang terakhir ini membuat istri Santo merasa kesal dan ia pun menghampiri suaminya yang masih berhadapan dengan, Shanti.


"Oh jadi dia ini mantan pacarmu ya, Mas? pantas saja kamu betah dengannya," sindirnya seraya menatap tajam kepada Shanti.


"Iya sayang, dia memang mantanku. Tetapi aku sama sekali sudah tidak ada rasa cinta sedikitpun. Bahkan aku membencinya, karena dialah yang dulu akan berusaha menghabisi nyawaku tetapi yang Kuasa masih berbaik hati sehingga nyawaku tidak melayang hingga aku masih hidup sampai detik ini."


"Bahkan akulah yang melaporkannya ke kantor polisi, sehingga ia mendapatkan hukuman penjara dia belas yahun lamanya. Tetapi seharusnya saat ini ia masih dipenjara, entah kenapa ia malah sudah bebas."


Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, wanita ini pun tersenyum sinis. Dan kini ia sudah tidak khawatir lagi karena ia yakin suaminya tidak akan kembali lagi kepada mantan pacarnya yang ternyata adalah seorang mantan narapidana.


"Aku juga mengusirnya tetapi ia malah berdiam diri di sini. Mungkin harus dengan cara kekerasan supaya ia mau pergi dari sini, sayang."


Saat itu juga Santo memanggil security untuk segera menyeret paksa Shanti yang secara lancang masuk ke pelataran rumah. Shanti memanfaatkan situasi di mana pintu gerbang sedang terbuka, hingga ia bisa masuk dengan mudahnya ke pelataran rumah, Santo.


Shanti merasa terhina dengan apa yang di lakukan oleh Santo kepadanya. Karena ia di seret paksa oleh security untuk keluar dari pintu gerbang. Di dalam hatinya, ia pun menyimpan dendam pula pada Santo.


"Lihat saja ya, Santo! aku tidak akan tinggal diam dengan penghinaan yang telah kamu lakukan padaku ini! bahkan aku akan membuat rumah tanggamu hancur berantakan!"


"Segala penghinaanmu ini akan. aku ingat selamanya. Apa lagi kamu juga yang telah membuat aku di penjara dalam waktu yang cukup lama. Hingga aku mendapatkan penolakan dari anak kandungku sendiri!"


Terus saja Shanti menggerutu di dalam hatinya. Ia benar-benar tidak pernah tobat apa lagi jera. Hukuman penjara yang cukup lama, tidak membuatnya berubah menjadi lebih baik. Tetapi justru ia semakin menjadi karena ingin melakukan kejahatan lagi terhadap Santo dan Shinta serta Rivaldo.

__ADS_1


__ADS_2