
Setelah mendengar semua penjelasan dari Shinta, Mas Daren langsung melanjutkan aksinya. Ia pun menelusuri dimana saja terakhir Shinta bersama dengan Shanti.
Bahkan Mas Daren sempat pergi ke rumah mucikari. Dia menanyakan banyak hal ke mucikari tersebut. Dan bahkan mencari tahu, siapa saja orang-orang yang pernah kenal atau bahkan dekat Shanti.
Mas Daren bekerja dengan sangat hati-hati dan juga sangat cepat. Hingga hanya dalam satu Minggu saja, ia telah berhasil mengumpulkan semua bukti-bukti yang kuat mengenai Ranti.
Saat itu juga, Mas Daren menemui Rivaldo yang kebetulan sudah berada di rumah. Karena waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Mas Rivaldo, kecurigaan istri anda tentang Ranti itu benar adanya. Di sini saya sudah menemukan semua bukti akurat tentang Ranti."
"Bahkan saat ini saya juga sudah menangkap beberapa saksi atau orang yang terlibat langsung dengan Ranti."
"Orang yang membantu membuat identitas palsu untuk Ranti dan juga orang yang membantu merekomendasikan tentang operasi plastik wajah kepada Ranti."
"Jadi dugaan istri anda tentang siapa itu Ranti adalah benar adanya. Semua bukti sudah jelas mengarah kepada Shanti."
__ADS_1
"Dan saya sarankan, sebaiknya lekas di tindak lanjuti sebelum Shanti yang menyamar sebagai Ranti berbuat hal yang tak di inginkan."
Rivaldo dan Shinta saling berpandangan satu sama lain. Mereka hampir tak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Mas Daren. Tetapi memang keyakinan Shinta akan Shanti begitu kuatnya pada saat ia berhadapan langsung dengan Ranti.
"Sayang, ternyata feelingmu tentang Ranti Bene adanya. Dia itu sebenarnya Shanti yang sengaja lari ke luar negeri untuk melakukan operasi plastik wajahnya," ucap Rivaldo.
"Ya mas, aku pikir itu cuma perasaanku saja. Ternyata memang Ranti itu adalah Shanti. Lantas apa yang akan kamu lakukan, Mas?"
Mendengar pertanyaan Shinta, Rivaldo pun langsung mengatakan jika dirinya akan segera melaporkan hal ini pada aparat kepolisian untuk segera menangkap Shanti.
Rivaldo bersama dengan Mas Daren lekas ke kantor polisi. Dan setelah sampai di kantor polisi, Mas Daren menceritakan semuanya pada aparat kepolisian yang sedang bertugas.
Tak lupa Mas Daren juga menunjukkan bukti-bukti yang kuat tentang penyamaran Shanti.
Dari orang yang membuat kartu identitas palsu. Bahkan dokter yang menangani operasi plastik wajah Shanti. Serta bukti yang lain.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian...
Shanti yang sedang bersantai di teras halaman rumah kontrakannya, begitu kaget pada saat melihat datangnya beberapa aparat kepolisian yang melangkah cepat ke arahnya.
Lebih kaget lagi, tiba-tiba beberapa aparat kepolisian tersebut mencekal lengannya secara paksa dan menyeret paksa pula.
"Heh, pak! lepaskan tangan saya! apa-apaan ini? tanpa ada konfirmasi dan juga suatu kata, kalian dengan seenaknya menangkap saya. Jika seperti ingin saya bisa loh, melaporkan balik kalian supaya jabatan kalian di copot dan kalian dipecat!" bentak Ranti.
"Nona, tak usah banyak berkata atau membantah! semakin anda memberontak, itu hanya akan menyakiti diri anda sendiri! diam dan menurut saja!" bentak salah satu aparat kepolisian.
Hingga pada akhirnya, Ranti atau Shanti diam. Dia juga tak ingin lengannya bertambah sakit karena semakin ia memberontak memang semakin membuat dirinya sakit lengannya.
Ranti di masukkan ke dalam mobil kepolisian dan di giring ke kantor polisi saat itu juga. Sepanjang perjalanan, Ranti terus saja bertanya di dalam hatinya, kenapa juga dirinya di tangkap oleh aparat kepolisian.
Sesampainya di kantor polisi, ia terperangah pada saat melihat siapa yang sedang duduk dan menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Hah, jadi Rivaldo yang melaporkan aku ke aparat kepolisian? lantas atas dasar apa ia melaporkanku?" batin Shanti yang masih saja belum tahu jika Rivaldo telah tahu tentang penyamaran Shanti.