
Sementara saat ini Shanti dalam perjalanan menuju ke sebuah negara, dimana ia akan melakukan operasi plastik untuk wajahnya, supaya tidak ada yang mengenali dirinya lagi. Dan supaya ia bisa bebas dari pengejaran para aparat kepolisian.
Di rumah, Rivaldo sedang berpikir. Ia ingin sekali tahu kira-kira saat ini Shanti ada dimana, dengan membawa yang yang jumlahnya tidaklah sedikit.
"Sayang, apa kamu tahu kira-kira Shanti akan kemana? apakah ia mengatakan sesuatu pada saat terakhir bersama denganmu?" tanya Rivaldo menyelidik
"Tidak sama sekali, pada saat Shanti mendapatkan uang itu. Dia langsung pergi begitu saja, bahkan aku panggil, ia sama sekali tak menghiraukan diriku, mas. Sudah lah, mas. Nggak usah terlalu memikirkan Shanti. Intinya yang terpenting aku sudah pulang dalam kondisi selamat. Kita harus waspada saja, karena aku sangat yakin, Shanti pasti akan datang kembali entah itu cepat tau lambat," ucap Shinta.
Rivaldo pun menuruti apa yang di katakan oleh Shinta, ia tidak akan menyelidiki lagi dimana kiranya saat ini Shanti berada. Justru ia akan semakin memperketat penjagaan terhadap keluarganya. Ia tak ingin teledor lagi yang membuat dirinya terpisah dengan Shinta dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Ia kini justru sangat bersyukur karena istrinya pulang dalam kondisi selamat. Dan ia berniat akan membuat suatu syukuran atas kepulangan istrinya dengan selamat.
"Sayang, aku ingin adakan syukuran di rumah ini untuk mengucapkan rasa syukurku atas kepulangan dirimu," ucap Rivaldo.
"Baiklah, mas. Terserah kamu sama yang terpenting cara mengucap syukurnya benar yakni tidak dengan berfoya-foya atau berpesta. Tetapi berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu."
Rivaldo pun menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan apa yang di sarankan oleh Shinta.
"Aku akan benar-benar menjaga Mamah, supaya Shanti tidak bisa lagi menculik mamah. Hanya Mamdh Shinta yang berhak menjadi mamahku. Bukan orang jahat seperti Shanti!" batin Sarafani.
__ADS_1
Karena pada saat Shinta di culik beberapa hari oleh Shanti. Rivaldo terus saja mengatakan hal buruk itu di hadapan Sarafani. Hingga kini Sarafani benar-benar benci pada ibu kandungnya sendiri.
"Padahal selama ini Mamah Shinta selalu menasehatiku supaya bisa membuka hatiku untuk, ibu kandungku. Tetapi balasan darinya sungguh menyakitkan. Lihat saja sampai aku dewasa pun, takkan aku lupakan apa yang telah di lakukan Shanti pada Mamahku.
Acara syukuran segera di lakukan, Rivaldo hari ini sengaja libur khusus untuk mengatur acara syukuran tersebut. Ia juga meminta kepada para anak buahnya untuk membantu kelancaran syukurran tersebut.
Hanya dalam waktu beberapa jam, acara syukuran sudah siap di mulai. Dengan mengundang seorang ustadz yang terkenal di wilayah tersebut. Dan juga Rivaldo membagikan amplop serta bingkisan pada warga sekitar.
Setelah itu ia akan mengajak istri dan dua anaknya ke panti asuhan dan panti jompo, untuk berbagi rezeki kepada mereka semua. Rivaldo juga meminta para anak buahnya membagikan bingkisan dan amplop ke para fakir miskin dan anak-anak yang ada di jalanan.
__ADS_1
Dia percaya jika para anak buahnya jujur, tidak ada yang nakal atau curang. Rivaldo benar-benar bahagia dan beruntung, karena setiap dirinya dan anaknya alami masalah. Tidak sampai berlarut-larut.