
Sementara saat ini Shanti sudah ada di luar negeri tepatnya berada di negara Amerika. Ia segera menemui salah satu kenalannya yang ada di sana yang mengerti tentang operasi plastik pada wajah. Saat itu juga ia meminta kepada kenalan tersebut untuk membantunya melakukan operasi plastik secepatnya.Ia bahkan sama sekali tidak merasa takut atau khawatir jika operasi yang akan dijalankan tersebut akan mengalami kegagalan. Justru ia sangat antusias sekali untuk segera di operasi plastik wajahnya.
Bergulirnya waktu cepat sekali, tak terasa Shanti sudah cukup lama berada di negara Amerika. Ia sudah satu bulan berada di negara Amerika dan kini ia tersenyum bahagia karena hasil operasi plastik wajahnya memang berjalan lancar dan membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi dirinya.
"Yes...akhirnya wajahku sudah berubah. Bahkan lebih cantik dari sebelumnya dan aku yakin dengan wajah baruku ini bisa meluluhkan hati Rivaldo."
"Seorang lelaki yang sudah pernah beristri pasti tidak akan kuat untuk hidup sendirian terlalu lama, dan aku yakin jika aku mendekati Rivaldo ia pasti akan langsung jatuh cinta. Dengan begitu aku bisa menjadi mamahnya Sarafani dan aku juga akan menyingkirkan anak kandung dari Shinta."
__ADS_1
"Lantas bagaimana ya dengan kabar Shinta? mungkin saat ini dia sudah benar-benar menjadi salah satu wanita penghibur di rumah bordir milik sang mucikari."
Saat itu juga Shanti kembali ke Indonesia dengan memakai identitas barunya yang ia buat pada awal dirinya akan berangkat ke Amerika. Ia berpikir bahwa dirinya itu telah menang dan akan bisa memiliki Rivaldo seutuhnya. Ia sama sekali tidak tahu jika saat ini Shinta sudah berada di samping Rivaldo.
Perjalanan dari Amerika ke Indonesia dengan naik pesawat tidaklah sebentar. Setengah hari perjalanan barulah Shanti sampai di bandar udara Soekarno Hatta. Iaa bener-bener telah mempersiapkan semuanya secara matang. Sehingga pada saat ia kembali dari Amerika ia tidak bingung akan pergi ke mana.
Shanti sama sekali tidak berinisiatif untuk kembali lagi pada suaminya yang dulu. Ia malah ingin mengejar cinta dari Rivaldo, bahkan ia telah melupakan dendamnya pada Anto, sejak ia melihat tumbuh kembang Sarafani. Ia pun hanya berfokus pada anaknya saja. Ia ingin benar-benar meluluhkan hati Sarafani dan mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah ibu kandung dari Sarafani.
__ADS_1
Pagi menjelang datang ke kantor sesuai dengan tingkatan sekolahnya yang hanya lulus SLTA saja. Dan ia langsung di terima tapi hanya sebagai cleaning servis. Tetapi ia tak kecewa, ia yakin dengan bermodalkan wajahnya yang cantik, ia akan bisa meluluhkan hati Rivaldo.
"Nggak apa-apa dech, aku cuma bekerja sebagai cleaning servis. Yang penting wajahku ini sangat cantik, pasti hanya dalam waktu sekejap saja aku bisa meluluhkan hati, Rivaldo," batinnya kegirangan.
Tetapi justru pada awal ia bekerja, yang mendekati dirinya malah para karyawan yang ada di staf biasa. Shanti sangat kesal karena selama ia bekerja di kantor Rivaldo, ia belum juga bertemu dengannya.
"Kenapa tidak aku yang di tugasi untuk mengantarkan minuman atau membersihkan ruang kerja Rivaldo supaya aku bisa bertemu dengannya dan lekas merayunya," batin Shanti
__ADS_1