
Pagi menjelang, tanpa sepengetahuan Shinta. Rivaldo menyambangi rumah Santo dengan tujuan untuk meminta bukti rekaman video yang dulu di gunakan olehnya untuk menjerat Shanti ke aparat hukum.
"Semoga saja Santo masih punya videonya, supaya aku bisa memberikannya pada suami baru Shanti. Karena Shanti terlalu licik hingga bisa memperdaya suami barunya. Aku tidak akan membiarkan suaminya terus saja percaya padanya dengan apa yang ia katakan. Karena ia begitu jahat dengan memutar balikan fakta," batin Rivaldo di sela mengemudinya.
Dia sengaja tidak memakai sopir pribadi karena tak ingin kepergiannya di ketahui oleh orang rumah termasuk sopir pribadinya.
Tak berapa lama ia telah sampai di rumah Santo, dan untung saja Santo sedang ada di rumah. Hingga Rivaldo bisa bertemu dengannya tanpa ada kesulitan sama sekali. Santo merasa heran karena kedatangan Rivaldo yang secara tiba-tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
"Mas Rivaldo, ada apa sepagi ini datang ke rumahku?" tanya Santo seraya memicingkan alisnya.
Rivaldo pun menceritakan semuanya tentang kedatangan Shanti bersama suami barunya ke rumahnya. Dan maksud tujuan Rivaldo datang ke rumah Santo yak ini ingin meminta rekaman video yang dulu pernah Santo punya untuk melaporkannya ke apstst hukum.
__ADS_1
"Astaga, jadi Shanti berulah lagi? padahal ia sudah mendapatkan hukuman yang begitu lamanya tapi kenapa juga belum berubah ya? maaf Mas Rivaldo, kebetulan video itu sudah aku hapus. Karena aku pikir Shanti sudah di penjara dalam waktu lama. Dan aku sudah tidak memerlukan video itu lagi," ucap Santo.
"Waduh.....sayang sekali ya? padahal aku berniat akan menunjukkan video itu pada suami baru, Shanti. Supaya ia tahu siapa itu Shanti yang sebenarnya. Jika seperti ini, susah bagiku untuk bisa meyakinkan suaminya Shsnti jika Shanti itu tidaklah baik."
Ada rasa kecewa pada diri Rivaldo terlihat jelas di wajahnya. Akan tetapi Santo memang benar-benar tidak bisa membantunya.
"Maafkan aku ya, mas. Kali ini aku tidak bisa membantu dirimu lagi, karena semua bukti kejahatan Shanti sudah hilang. Semoga saja suatu saat nanti, Mas Rivaldo bisa membuktikan pada suami Shanti tentang kebusukkannya."
Diapun memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor. Selama di kantor, ia terus memikirkan masalah ini. Ia sama sekali tidak bisa fokus di dalam pekerjaannya. Yang ada di otaknya yakni membongkar kebohongan Shanti pada suaminya supaya Shinta terbebas dari nama buruk karena ulah, Shanti.
"Bagaimana caraku untuk bisa menguak atau membongkar semua kebusukan tentang Shanti pada suami barunya?"
__ADS_1
Terus saja Rivaldo memikirkan hal itu, hingga akhirnya ia pun memijit pelipisnya sendiri karena tak bisa menemukan cara yang jitu untuk bisa melawan kelicikan Shanti.
Akhirnya ia pun hanya diam saja, kini ia pun memutuskan untuk fokus dengan pekerjaannya.
Berbeda situasi di rumah mewah milik Romy, dimana saat ini Shsnti sedang tersenyum bahagia. Ia sedang memikirkan kehancuran keluarga Rivaldo. Apa lagi suami barunya telah berjanji akan menghancurkan bisnis Rivaldo.
"Hhaaa sebelas tahun aku menderita di dalam jeruji besi karena ulah Rivaldo dan juga Shinta serta Santo. Untuk kali ini aku akan menghancurkan kehidupan rumah tangga Rivaldo terlebih dahulu. Jika misi ini sudah selesai, aku baru akan mengurus Santo dan keluarganya."
"Semua penderitaan yang aku alami dan aku rasakan, juga harus di rasakan oleh Santo dan juga Rivaldo. Aku tidak akan membuat mereka bahagia di atas penderitaanku."
Di dalam hati Shanti yang ada hanyalah kebencian dan kebencian. Hidupnya hanya di penuhi oleh iri dengki saja. Masa tahanan sebelas tahun tidak lantas merubah sikap buruknya tersebut.
__ADS_1