Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Gagal Masuk Ke Rumah Rivaldo


__ADS_3

Ranti adalah nama penyamaran yang ada di kartu identitas palsu Shanti. Ia sangat senang bisa bekerja di kantor Rivaldo, tetapi ia tak bisa juga mendekati Rivaldo.


"Jika seperti ini hanya akan memakan waktu lama bagiku untuk bisa meluluhkan hati, Rivaldo. Oh ya, kenapa aku nggak mendaftar kerja di rumahnya saja ya? ah, betapa bodohnya aku ini? kenapa dari awal aku tidak langsung saja melamar kerja di rumah Rivaldo."


'Pasti Rivaldo butuh orang untuk mengurus ke dua anaknya walaupun anak-anak sudah tumbuh besar. Dengan cara ini, aku malah cepat bisa meluluhkan hatinya."


Hingga pada akhirnya Shanti yang menyamar sebagai Ranti, memutuskan untuk risgn dari kantor Rivaldo sebagai seorang cleaning servis. Ia segera pergi ke rumah mewah milik Rivaldo dengan sangat antusiasnya.


Ting tong ting tong


Shanti memencet bel pintu gerbang.


Dan beberapa detik kemudian, datanglah seorang security menbyak apa maksud kedatangan Shanti. Karena melihat paras wajah Shanti yang begitu cantik, membuat security tak berpikir panjanf lagi. Ia pun mengizinkan Shanti untuk segera masuk.

__ADS_1


Tanpa di sengaja, pada saat Shanti masuk. Ia melihat pemandangan yang sangat menyesakkan dada. Di mana di teras halaman rumah, Rivaldo sedang bercanda ria dengan Shinta dan kedia anak mereka.


"Astaga, apa aku nggak salah lihat? bukannya itu Shinta? bagaimana ia bisa kembali ke rumah ini lagi? bukankah waktu itu ia di beli oleh mucikari?" batin Shanti di penuhi oleh tanda tanya.


Tak sengaja tatapan mata Shanti bertabrakan dengan tatapan mata Shinta dan lekaslah Shinta mengatakan pada suaminya tentang kedatangan, Shanti setelah dirinya mendapatkan laporan dari security.


"Mas, itu ada seorang wanita datang ke sini katanya untuk melamar pekerjaan. m


Memangnya Mas memasang brosur lowongan kerja?" tanya Shinta pada saat melihat kedatangan Shanti dengan wajah barunya.


"Masa sih, mas. Kalau dia sudah diterima di kantor kenapa lantas resign ya? kenapa malah ia datang ke rumah kita untuk mendaftar pekerjaan kembali, kok rasanya aneh gitu ya?" ucap Shinta merasa curiga.


"Ia sayang, jika memang ia butuh pekerjaan seharusnya ia tak perlu resign dari kantor. Walaupun cuma sebagai cleaning service. Aku juga merasa curiga kenapa pula dia malah datang ke rumah untuk melamar pekerjaan kembali, setelah dia diterima di kantor malah risgn," ucap Rivaldo.

__ADS_1


"Sayang, kamu di sini saja bersama dengan anak-anak, biar aku yang menghadapi wanita itu."


Saat itu juga Rivaldo melangkah menghampiri Shanti.


"Bukankah kamu karyawan baru yang ada di kantorku, ada apa kamu datang kemari?" tanya Rivaldo seraya menatap tajam ke arah, Shanti.


"Benar sekali, Tuan. Sebelumnya saya minta maaf karena sudah menyia-nyiakan kesempatan yang Tuan berikan dengan menerima saya bekerja di kantor, malah saya resign begitu saja."


"Saya datang kemari memang bertujuan ingin melamar pekerjaan di rumah ini, karena saya sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga. Saya merasa canggung pada saat bekerja di perkantoran, Tuan. Makanya saya risgn."


Rivaldo tersenyum sinis pada saat mendengar alasan yang dilontarkan oleh Shanti," itu sama saja kamu telah menyepelekan kesempatan yang aku berikan padamu. Dan aku minta maaf, karena di rumah ini sedang tidak membutuhkan lowongan pekerjaan, jadi tidak ada pekerjaan untukmu di rumah ini. Carilah di rumah-rumah yang lain, siapa tahu bisa kamu temukan pekerjaan yang kamu inginkan."


Setelah mengatakan hal itu Rivaldo pun membalikkan tubuhnya, akan tetapi pada saat ia akan melangkah tiba-tiba saja Shanti tersungkur seraya menahan kedua kaki Rivaldo hingga dirinya tidak bisa melangkah.

__ADS_1


"Hei, apa-apaan ini? lancang sekali kamu memegang kakiku!" bentak Rivaldo seraya mengibaskan kedua tangan Shanti yang ada di kakinya.


__ADS_2