
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya sampai juga mucikari di depan pintu gerbang rumah mewah milik Rivaldo. Kebetulan pintu gerbang sedang di buka karena Rivaldo akan berangkat ke kantor.
Namun pada saat ia melihat ada sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang, ia pun keluar dari mobilnya. Dan ia langsung menghampiri mobil tersebut.
Rivaldo terperangah pada saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut.
"Shinta"
"Mas Rivaldo"
Keduanya saling berlari dan berpelukan satu sama lain, untuk menumpahkan rasa rindu. Sejenak Shinta melepaskan pelukannya, dan ia meminta sang sopir mobil milik mucikari untuk segera masuk ke pelataran rumah.
Sementara Shinta mengajak sang mucikari untuk bercengkrama dengan Rivaldo, guna menjelaskan semua yang telah terjadi.
Mereka duduk di ruang tamu supaya lebih nyaman dalam bercengkrama.
__ADS_1
"Mas, ini orang yang telah menyelamatkanku dari cengkraman Shanti. Dengan cara ia membeliku dengan harga mahal," ucap Shinta menjelaskan.
"Apa? jadi Shanti telah menjualmu? kurang ajar sekali dia! lantas dia sekarang dimana?" tanya Rivaldo kesal.
Shinta menjelaskan bahwa setelah Shanti mendapatkan banyak uang dari sang mucikari, ia pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Dan Shinta juga tidak tahu saat ini Shanti ada dimana.
"Baiklah, berapa uang yang telah anda keluarkan untuk membeli istri saya pada Shanti. Sekarang juga akan saya ganti tiga kali lipat dari uang yang telah anda keluarkan."
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rivaldo, sang mucikari sempat terperangah. Karena uang yang ia keluarkan saja menurutnya sudah banyak yakni lima ratus juta.
"Apa anda yakin, Tuan? ingin mengganti uang yang telah saya keluarkan tiga kali lipat?" tanya sang mucikari ragu.
"Baiklah, Tuan. Saya sudah percaya sekarang. Uang yang saya keluarkan untuk membayar istri anda yakin lima ratus juta, Tuan," ucap sang mucikari.
"Hem, baiklah. Beri tahu saya sekarang juga nomor rekeningnya, untuk saya mengirimkan uangnya."
__ADS_1
Saat itu juga sang mucikari memberi tahu jumlah uang yang telah ia keluarkan untuk menebus Shinta dari Shanti. Dan tak berapa lama, Rivaldo sibuk memainkan ponselnya. Setelah itu ia menunjukkan ponselnya pada sang mucikari," lihatlah, aku sudah mentransfer uangnya ke nomor rekening anda. Silahkan anda cek terlebih dahulu."
Sang mucikari langsung mengecek M-banking nya, dan ia sempat terperangah. Karena Rivaldo tidak berbohong dengan apa yang telah ia katakan barusan.
Sang mucikari mendapatkan untung satu milyar, padahal ia hanya mengeluarkan yang lima ratus juta saja.
"Wah, ini orang benar-benar kaya. Untung saja aku ambil jalan ini, yakni mengembalikan saudara kembar Shanti ke suaminya. Aku untung dan hidupku menjadi tenang. Jika aku pekerjaan ia menjadi wanita malam, yang ada suatu saat nanti aku akan kena kasus," batinnya senang.
"Bagaimana, apakah uangnya sudah sampai?" tanya Rivaldo mengagetkan lamunan sang mucikari.
"Su-sudah, Tuan. Terima kasih banyak, kalau begitu saya permisi pamit pulang."
Rivaldo mengangguk pelan seraya tersenyum. Saat itu juga sang mucikari keluar dari ruang tamu dan lekas meminta nsang sopir untuk segera melajukan mobilnya arah pulang. Hatinya penuh dengan kegembiraan karena telah mendapatkan uang yang begitu banyak.
Baik Rivaldo maupun Shinta sama-sama bahagia karena pada akhirnya mereka kita bisa bersama lagi.
__ADS_1
Rivaldo lekas menelpon aparat kepolisian dan para anak buahnya untuk menghentikan pencarian terhadap Shinta, karena Shinta telah kembali.
Namun sebelum Rivaldo menelpon ke aparat kepolisian, Shinta mengingatkan supaya jangan melibatkan sang mucikari. Hingga pada saat Rivaldo menelpon aparat kepolisian, ia mengatakan jika Shinta berhasil ksbur dari Shanti.