
Sementara di suatu tempat, Shanti sedang kebingungan karena dia sudah benar-benar tidak punya uang lagi. Bahkan para anak buahnya memutuskan untuk meninggalkan Shanti dan Sinta begitu saja. Mereka kesal pada Shanti, karena telah ingkar janji, tidak memberikan imbalan sesuai dengan apa yang telah dikatakannya pada mereka.
"Sialan, dasar anak buah tidak setia dan kurang ajar! hanya karena aku kekurangan uang mereka meninggalkanku begitu saja! mereka sama sekali tidak ingat akan jasaku selama ini pada mereka!"
Umpatan Shanti yang begitu keras, yang ditujukan untuk para anak buahnya terdengar pula oleh Shinta. Ia berusaha memberikan suatu nasehat pada Shanti dengan harapan saudara kembarnya tersebut kali ini akan benar-benar bertobat dan berhenti melakukan suatu tindak kriminal.
"Shanti, sebaiknya kamu hentikanlah tindak kejahatanmu ini. Kamu telah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh sang Kuasa untukmu. Jangan sampai nantinya kamu akan benar-benar menyesal jika kamu tertangkap dan masuk ke dalam penjara untuk yang kedua kalinya."
Shanti sangat kesal pada saat mendengar nasehat yang dikatakan oleh Shinta kepadanya," aku melakukan berbagai tindak kejahatan dan melakukan segala perbuatan nekat ini juga karena mu. Jika saja tidak ada dirimu di dunia ini, hidupku akan bahagia untuk selamanya!"
__ADS_1
"Astaghfirullah aladzim, Shanti. Kenapa kamu mengatakan hal seperti ini? seharusnya kamu senang karena mempunyai seorang saudara bukan malah kamu membenci saudara kembarmu ini. Seharusnya kamu hidup rukun dan damai bersama dengan diriku, bukan malah kamu terus memusuhiku dan bahkan ingin melenyapkan diriku."
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan coba, jika sudah seperti ini? karena aku juga tahu saat ini kamu sudah menjadi salah satu buronan dari pihak kepolisian. Aku yakin secepatnya kamu akan tertangkap oleh polisi, apalagi kondisi keuanganmu saat ini benar-benar sudah tidak mempunyai uang sama sekali."
PLAK!!
"Shanti, kenapa kamu menanparku? apa yang aku katakan hanya ingin menyadarkan dirimu, supaya kamu tidak semakin jauh melangkah. Aku sangat sedih melihat dirimu seperti ini. Aku rindu seorang saudara yang benar-benar bisa menjadi sahabat bosan teman bagiku. Aku mohon, berubahlah Shanti. Apa kamu tidak ingat pada, Sarafani?"
"Jika ia tahu tentang tindakanmu ini, ia bisa semakin membenci dirimu. Seharusnya kamu perbaiki dirimu ini sulaya Sarafani luluh dan sayang padamu."
__ADS_1
Walaupun sudah seratus kali Shinta terus saja berusaha menasehati Shanti, akan tetapi tidak merubah sikapnya. Ia hanya diam saja mendengar apa saja yang di katakan oleh, Shinta padanya.
"Bisa diam nggak? jika kamu terus saja ceramah yang ada otakku ini tidak bisa berpikir jernih! seharusnya kamu ikut berpikir supaya kita tidak mati kelaparan di gubug ini!" bentak Shanti.
"Untuk apa kamu membuat derita ini? apa yang saat ini kamu rasakan karena perbuatanmu sendiri. Padahal Allah sudah berbaik hati dengan memberimu kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang enak. Kamu telah menyia-nyiakan waktu yang di berikan Allah."
"Pasti saat ini suamimu merasa kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan. Nggak usah berpikir berat, Shanti. Ayok kita kembali saja ke kota. Dan akan aku pastikan kamu tidak akan di penjara asal saja kamu benar-benar berubah. Aku akan meminta pada, Mas Rivaldo untuk tidak membawa masalah ini ke jalur hukum."
Tanpa ada rasa lelah, Shinta terus saja membujuk Shanti. Karena ia benar-benar sangat menyayangi saudara kembarnya itu.
__ADS_1