Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Saat itu juga Rivaldo menjauh dari Shanti yang menyamar menjadi Ranti. Ia pun segera memanggil security untuk mengusir Ranti. Shinta tak bisa berbuat apa-apa lagi, entah kenapa ia juga tak punya rasa iba sedikitpun pada wanita yang mengaku Ranti tersebut.


Shanti tak hilang akal, ia memberontak dari cekakan security dan berlari ke arah Shinta.


"Nyonya, aku mohon kepada anda supaya bersedia membujuk Tuan Rivaldo. Untuk menerima saya kerja di rumah ini. Jujur saja, saya ingin bekerja di rumah ini karena saya ingin mengenang masa indah saya bersama anak perempuan saya yang seumuran dengan anak, Nyonya,' bujuk rayu Shanti


Sejenak Shinta diem saja, ia malah menatap ke arah suaminya seolah sedang meminta pendapat. Sang suami menggelengkan kepalanya.


"Maaf ya, mba. Saya nggak bisa ambil keputusan sepihak. Karena di rumah ini yang berkuasa ya suami saya. Ia kan kepala keluarga di rumah ini, jadi mohon maaf sekali, saya tidak bisa membantu mba membujuk suami saya," ucap Shinta yang membuat Shanti kesal dan hampir saja ia tak bisa mengontrol emosinya.


Hingga pada akhirnya, Shanti atau Ranti tersebut. Melangkah pergi dari rumah Rivaldo, tetapi di dalam hatinya penuh dengan kebencian dan ancaman. Ia semakin dendam pada, Shinta dan Rivaldo.

__ADS_1


"Sialan! aku sana sekali nggak menyangka semua rencanaku yang sudah aku susun begitu tapi gagal total! ini semua karena Shinta! jika saja diatwm ada di rumah Rivaldo, pasti saat ini aku sudah berhasil mendapatkan harinya. Dan bahkan aku sudah bahagia karena bisa bersama dan berkumpul dengan Sarafani!"


"Jika begini aku butuh bantuan orang lain. Apakah sebaiknya aku kembali ke mantan suamiku yang kedua ya? atau aku rayu Shanto saja?"


"Ah! semua terasa sulit dan rumit karena ada Shinta! heran saja, kenapa ia bisa kabur dari tempat mucikari? dan kenapa keberuntungan selalu saja berpihak padanya!"


Terus saja Shanti menggerutu di dalam hatinya, karena semua rencana dan impiannya gagal total. Ia pun kembali ke rumah kontrakannya yang letaknya tak jauh dari perusahaan milik Rivaldo.


"Heran banget, Shinta seperti punya banyak nyawa. Hingga ia selalu saja lolos dari mara bahaya bahkan lolos dari maut. Lantas apa yang harus aku perbuat untuk Shinta supaya ia benar-benar lenyap dari dunia ini?" gerutunya di dalam hati.


Di dalam hati Shanti tak pernah ada rasa kenyamanan. Yang ada rasa kebencian selalu pada Shinta. Rasa benci karena iri dengan keberhasilan Shinta yang memiliki suami kaya raya dan juga anak.

__ADS_1


Shinta hidupnya nyaris sempurna, tapi tidak dengan Shanti. Itu semua karena kesalahan Shanti sendiri yang tak pernah bisa mengucap rasa syukur. Hingga kebahagiaan tak pernah hinggap di dalam hidupnya.


Pagi menjelang.....


Shinta tiba-tiba ingat wanita yang kemarin memohon padanya. Ia seperti tak asing lagi dengan suaranya.


'Mas, aku merasa seperti sudah kenal dengan wanita yang kemarin datang ke rumah. Dari gelagat hingga suaranya itu seperti sudah tidak asing lagi bagiku."


"Aku kok merasa itu adalah saudar kembarku si Shanti. Tapi tidak mungkin ya, mas? karena wajahnya saja beda dan namanya juga beda ya?"


"Mungkin ini hanya perasaanku saja ya, mas. Sudahlah mas, lupakan saja apa yang barusan aku katakan. Kata-kata yang nggak berfaedah."

__ADS_1


Tetapi justru Rivaldo mendadak menjadi ingin menyelidiki tentang Ranti. Gara-gara ucapan dari Shinta tersebut. Ia malah ingin menyelidiki lebih lagi tentang jati diri Ranti.


__ADS_2