
Shanti menculik Shinta, tetapi ia entah membawa pergi kemana. Karena pada saat aparat kepolisian mencari di rumah suaminya, ia tidak ada sama sekali. Hingga membuat pihak kepolisian harus membuat sebuah selebaran dan di tempel di semua penjuru.
Selebaran yang bergambarkan wajah Shanti di pasang di setiap jalan-jalan, supaya jika ada yang mengetahuinya di harapkan lapor ke aparat kepolisian karena Shanti telah di tetapkan sebagai buronan.
Rommy pun begitu kaget karena ulah Shanti yang menurutnya terlalu ceroboh.
"Sudah aku katakan padamu, Shanti. Aku akan membantumu balas dendam, tapi dengan caraku sendiri. Kenapa kamu jadi wanita tidak bisa bersabar sedikit saja sih? supaya rencana kita berhasil? kamu malah main culik Shinta seperti ini, aduh. alamat bakal rumit lagi permasalahan ini! karena kamu kamu sudah di tetapkan sebagai buronan!" batin Rommy kesal.
Selagi dirinya terus saja bergumam di dalam kamarnya, ponselnya berdering yakni satu panggilan telepon dari nomor asing. Romy pun merijeknyw, tetapi tak lama kemudian nomor asing tersebut mengirim satu chat pesan.
__ADS_1
[Mas, ini aku Shanti. Aku sengaja ganti nomor ponsel karena aku tahu jika saat ini sedang dalam pengejaran aparat kepolisian. Aku saat ini memang ada di suatu tempat, tapi aku juga bingung karena tidak bisa keluar dengan bebas. Setelah semua fotoku terpampang di jalan-jalan. Aku kehabisan uang, bisa kirimkan aku uang kan mas?]
Sejenak setelah membaca chat pesan dari Shanti, Romy tak lantas membalasnya. Ia agak khawatir jika saat ini aparat kepolisian juga menyadap nomor ponsel dirinya, hingga bisa melacak keberadaan Shanti hanya lewat menyadap nomor ponselnya.
Rommy sama sekali tidak membalas chat pesan dari, Shanti. Ia malah memblokir nomor ponsel tersebut.
"Kini aku sadar, betapa bodohnya diriku ini yang dulu mau saja menikah dengan mantan narapidana. Hingga pada akhirnya seperti ini, dia terkena kasus baru lagi!"
Setelah berpikir jernih dan cukup lama, Romy telah memutuskan untuk tidak turut campur dengan permasalahan yang sedang do alami oleh, Shanti. Ia tidak mau pada akhirnya ikut terseret ke jalur hukum. Ia sudah nyaman dengan kehidupan yang tak pernah berurusan dengan kepolisian.
__ADS_1
Pada awalnya ia terus saja mencari keberadaan, Shanti dan khawatir padanya. Tetapi setelah ia mendapatkan chat pesan darinya, malah ia menjadi enggan berurusan dengannya.
Saat itu juga, Romy pun memutuskan mengganti semua nomor ponselnya dan juga nomor telepon rumah. Supaya Shanti tidak lagi bisa menghubungi dirinya.
Dia merasa jika Shanti seenaknya sendiri dalam bertindak. Kini giliran susah mibta bantuan padanya.
"Maafkan aku, Shanti. Aku tidak akan lagi turut campur urusan pribadimu. Setelah aku berpikir, itu percuma saja menghsmbat langkah hidupku untuk maju. Karena kamu terus saja berpikir untuk balas dendam yang tak ada ujung pangkalnya. Dan kamu sama sekali tak pernah menghargai aku sebagai seorang suami dan kepala keluarga. Di sinilah aku merasa sangat di kecewakan olehmu. Silahkan saja kamu nikmati sendiri kesusahan yang telah kamu buat sendiri."
Gumamnya seraya melajukan mobilnya menuju ke sebuah konter untuk membeli nomor ponsel baru.
__ADS_1