Muslihat Saudara Kembar

Muslihat Saudara Kembar
Menyewa Detektif


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Shinta, Rivaldo mulai melakukan aksinya untuk menyelidiki Ranti.


"Jika keyakinan Shinta mengatakan suara Ranti dan gerak gerik mirip Shanti. Itu bisa jadi, karena sejak kejadian itu Shanti menghilang begitu saja. Mana bisa ia menghilang dan lolos dari kejaran polisi jika tidak membuat suatu penyamaran yang hebat."


"Shanti itu licik dan cerdik. Pastinya ia punya cara jitu supaya bisa lolos dari kejaran aparat kepolisian. Makanya hingga sekarang belum juga berhasil di tangkap."


Gara-gara mendengar apa yang di katakan oleh Shinta, membuat Rivaldo semakin penasaran dengan jati diri Ranti.


"Aku akan menyewa seorang detektif untuk menyelidiki Ranti. Supaya aku tidak penasaran lagi dan tidak tahu kejelasannya tentang Ranti."


Saat itu juga Rivaldo beraksi, ia menghubungi salah satu detektif kenalannya untuk membantunya menyelidiki tentang Ranti.


"Mas Deren, saya minta tolong selidiki tentang wanita yang ada di foto ini. Karena saya curiga jika dia adalah buronan yang selama ini kami cari."

__ADS_1


Rivaldo menunjukkan foto Ranti.


"Buronan?" Deren memicingkan alisnya.


Rivaldo menceritakan tentang kejadian dimana Shinta di culik oleh saudara kembarnya. Dan pada saat saat Shinta bebas, saudara kembarnya entah kabur kemana. Dan tiba-tiba datang Ranti.


"Tuan Rivaldo, bisa saya bertemu dengan istri anda? karena saya ingin bertanya dimana ia terakhir berada pada saat bersama saudara kembarnya," pinya Deren.


"Waduh, padahal aku bernist untuk menyembunyikan tentang penyelidikan ini dari Shinta. Ini orang malah meminta penjelasan dari Shinta secara langsung," batin Rivaldo sebenarnya kurabg setuju dengan keinginan Deren.


"Eh maaf, mas. Iya boleh kok, mari kita ke rumah dan bertemu dengan istri saya supaya Mas lebih jelas jika mendengar langsung dari istri saya."


Saat itu juga Rivaldo mengajak Deren ke rumahnya. Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di rumah. Dan Shinta heran pada saat melihat kedatangan Rivaldo bersama dengan orang lain.

__ADS_1


"Mas Deren, duduklah terlebih dahulu."


Mas Deren pun duduk di ruang tamu, dan Rivaldo pun meminta Shinta untuk ikut duduk dengan dirinya dan Mas Deren. Shinta sempat heran, kenapa dirinya di minta ikut duduk pula. Tetapi ia diam saja tak berani bertanya, karena menurutnya itu tidak sopan.


"Sayang, ini Mas Deren. Seorang detektif yang sedang aku tugasi untuk menyelidiki Ranti. Karena kamu mengatakan jika dirimu seperti tak asing dengan suara dan tingkah laku dari, Ranti. Hingga aku memutuskan untuk menyelidikinya," ucap Rivaldo menjelaskan tentang adanya Mas Deren.


"Mas, semua orang kan kadang ada kemiripan. Seperti halnya dengan Ranti yang suara dan tingkahnya mirip sekali dengan Shanti," ucap Shinta.


"Sayang, kami tinggal cerita saja pada Mas Deren. Dimana saat terakhir kamu di bawa oleh Shanti. Dan siapa saja yang pernah kamu temui waktu itu."


"Ingat, jika sampai detik ini kita belum mengetahui kabar tentang Shanti. Ia masih menjadi buronan loh."


"Bisa jadi saat ini Shanti menggunakan suatu penyamaran hingga ia tidak bisa di tangkap oleh aparat kepolisian."

__ADS_1


Shinta sejenak diam mendengar penjelasan dari suaminya. Akan tetapi pada akhirnya, ia pun bersedia menjelaskan pada, Mas Deren. Diman saja saat terakhir Shanti membawa dirinya pergi. Dan siapa saja orang yang ia temui saat itu.


Mas Deren dengan sangat fokus mendengarkan apa yang di katakan oleh Shinta. Bahkan informasi yang penting, ia catat di ponselnya.


__ADS_2