My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 11: Jino Full Moment Day


__ADS_3

VOTE.


Mila sudah menghabiskan makananya dan hendak pergi namun lagi-lagi Jino mencekal tanganya.


"Gue anter!" Boro-boro ngomong lembut, yang ada suaranya maksa banget, Mila pun yang ga mau ambil pusing hanya menganggukan kepalanya saja.


Gio hendak mencekal tangan Mila juga, namun terhenti saat Jino tiba-tiba menarik Mila pergi keluar kantin.


'Shitt!' Umpat Gio membatin.


Selama perjalanan semua siswa meliriknya bahkan yang terang-terangan melihatnya pun ada. Gosip ga jelas juga sudah menyebar entah siapa biangnya Mila malas memikirkanya. Beginilah salah satu contoh gosip yang menyebar.


'Eh itu Mila Kinara, kan? Gila! Dia berani loh bentak leader geng Lion sama geng Bastar '


'Masa dia pacarnya, sih? Gue ga rela banget ****, cantikan juga gue kemana-mana!'


'Kayaknya Jino sama Gio tuh rebutan Mila, deh!'


'Panteslah Mila direbutin, orangnya cantik gitu'


Mendengar gosip terakhir ini Mila langsung tersenyum, lah! Ini baru bener.


"Ngapain Mil lo senyum-senyum gitu?" Heran Jino.


Mila langsung memasang tampang biasa saja. "ga kok." Jawabnya membuat Jino mengernyit sebentar lalu kemudian melupakanya.


Tidak lama mereka sudah sampai didepan kelas. "Gue duluan, ya." Pamitnya namun tanganya dicekal Mila.


"Kenapa?" Tanyanya.


Mila menarik napas lalu menghembuskanya pelan. "Gue mau minta maaf soal di kantin tadi, gue ga seharusnya bentak lo jadi kalo lo mau marahin gue silahkan." Ujarnya dengan nada sesal. Mila pasrah.


Jino kaget, pikirnya Mila marah padanya ternyata dugaanya salah. Entah kenapa Jino merasa sangat bahagia mendengar Mila mengatakan semua ini.


"Gapapa kok Mil, tadi yang salah bukan lo tapi gue kok." Balas Jino lalu diakhiri senyum tipisnya, senyum yang tidak sembarang orang bisa melihatnya.


"Tapi ... kan-"


"Udah cepet masuk belajar yang bener, gue duluan." Potongnya lalu melenggang pergi begitu saja.


Mila tersenyum mendengar penuturan Jino. Benar kan katanya dulu, jangan hanya menilai sesuatu dari cover nya saja.


Mila tersenyum tipis, "ternyata dia ga seburuk kelihatanya."


Mila memasuki kelasnya dan langsung di goda teman sekelasnya, bahkan ada yang terang-terangan melontarkan pertanyaan tentang Jino ataupun Gio padanya. Mila hanya menjawab sekenanya, dasar manusia butuh asupan gosip! Kesal Mila.


***


Gio sedang berada di kelasnya, untungnya Jino yang notabene nya murid baru itu tidak sekelas dengan Gio. Karna kalau sampai sekelas, apa kabar dengan sekolahnya? Hancur sudah!!!


Gio berjalan mendekati Abi yang sedang membaca bukunya di bangku nya itu.

__ADS_1


"Lo sama Mila ada hubungan apa?" Tanyanya to the point.


Bukan hanya Abi yang menoleh. Bram dan Dino juga ikut menatap ke arah Gio. Abi meletakkan bukunya dengan santai.


"Tetangga." Jawabnya singkat.


"Ga mungkin kalo cuma tetangga lo sampai gendong Mila waktu dia terluka malem itu!" Gio mencoba mendebatnya.


Abi menghela napas lelah, inilah yang selalu dihindarinya namun akhirnya ditanyakan juga. "Gue cuma megang amanat Mami nya Mila buat jagain dia." Jelasnya tentu penuh kebohongan.


Abi memang baru SMA ini berteman dengan Gio dan masuk geng Lion, karna dulu dia dan keluarganya tinggal di Bandung. Sehingga tidak ada siapapun yang tau kalau dia dan Mila kembaran.


"Gue jujur aja, gue suka sama Mila dan mungkin lo udah tau. Jadi gue minta lo jangan deket-deket sama dia lagi." Gio mengutarakan pemikiranya yang hanya ditanggapi Abi dengan tampang datarnya, padahal aslinya Abi sangat terkejud mendengarnya. Iya sih dulu Abi sudah menduganya, tapi dirinya tidak menyangka kalau Gio bakal seblak-blakan ini.


"Tenang aja, gue ga ada rasa sama Mila selain Adik Kakak." Tuturnya santai, ya kali Abi suka saudara nya sendiri, kan ga lucu!


Gio hanya tersenyum tipis mendengarnya ."gue pegang omongan lo!" Tegasnya lalu pergi entah ke mana.


Dino dan Bram yang sedari tadi hanya diam pun mulai berbicara.


"Wah wah wah wah wah wah wa--"


"Ngomong apaan sih lo nyet!" Potong Bram yang risih mendengar ucapan unfaedah Dino itu.


"Gue salut sama Mila, Gio yang ga kesentuh kayak gitu aja bisa suka sama dia bahkan menurut gue Jino juga suka sama dia. Hebat tuh anak!" Bangganya tanpa alasan.


"Bener juga ucapan lo, gue ga nyangka Mila bisa buat Gio sama Jino luluh kayak gini." Tambah Bram.


Abi hanya diam dan malas menyahuti ucapan temanya yang ga penting menurutnya itu.


****


Tok! Tok! Tok!


"Buka aja ga di kunci!" Sahut Mila dari dalam kamar.


Abi berjalan mendekati Mila yang sedang tengkurap menonton drakor di laptopnya. My Id Is Gangnam Beauty, tulisan yang tertera yang dapat Abi baca.


"Kebiasaan!" Sindir abi sambil duduk di samping Mila.


Mila menutup laptopnya lalu duduk menghadap Abi. "yee apaan sih, Bi. Suka-suka gue lah!" Sahutnya kesal.


Abi hanya mendengus tanpa niat menimpali lagi. Dirinya akan memulai topik yang serius. "Mil lo tadi kok berani banget bentak Gio sama Jino?" Tanyanya.


"Emang nya napa?" Tanyanya seolah tanpa dosa dan beban.


Abi yang mendengarnya pun gemas, lalu mengacak rambut Mila sampai bentuknya ga karuan.


"Iiih Biiiiiii rambut gue yang cetar rusak, kan!!" Omelnya sambil membenarkan kembali tatanan rambutnya.


Abi terkekeh mendengar penuturan Adiknya. "Habisnya sih lo jadi orang antara polos apa bloon beda tipis. Jampir nyrempet!" Cibirnya sarkas.

__ADS_1


"Ih kok jadi ngejek, sih!" Geram Mila sambil melotot-melotot.


"Lo kan tau kalo Gio leader geng Lion dan Jino leader geng Bastar, lah ... lo dengan berani nya bentak mereka, yang bahkan ga ada satupun orang yang berani tegur mereka walaupun halus." Jelasnya ngalor-ngidul. Padahal kalau di sekolah saja sok-sokan cool kayak es batu, lah giliran dirumah udah ngalahin emak-emak gini.


"Emang kenapa sih Bi, mereka aja santai kenapa lo yang sewod coba?" Heranya.


"Emang mungkin Gio santai. Tapi kan lo tau Jino kayak apa, gue takutnya ntar dia sakitin lo." Jujurnya.


Mila tersenyum bangga lalu mencupit hidung mancung Abi sampai memerah.


"Lo salah kalo ngomong gitu ke Mila Kinara!!" Ujarnya dengan nada sangat sombong.


Abi mengelus hidungnya lalu menatap saudara nya dengan mendengus kesal. "emang kenapa kok gue bisa salah?" Tanyanya.


Mila berdiri, di atas kasurnya. "soalnya Jino udah maafin gue HAHAHA!!!" Tuturnya diakhiri dengan tawa mirip nenek lampir.


Abi mendelik tak percaya. "ga percaya gue!" Balasnya cuek.


Mila cemberut dengan bibir yang dimanyun-manyunkan lalu kembali duduk lagi. "Gak percaya lo?" Tantangnya.


Abi mengangguk-ngangguk kan kepalanya cuek. "iya emang gue ga percaya!" Ujarnya menantang balik.


Mila yang sudah terlanjur kesal itupunĀ  mengambil HP-nya lalu entah mengetikkan apa, Abi pun tidak mengetahuinya.


"Lo ngapain sih, Mil?" Tanya Abi bingung.


Mila meletakkan kembali HP-nya di atas nakas. "lo tadi kan ga percaya sama gue, kita lihat apa yang akan terjadi bentar lagi." Ujarnya dengan senyum mencurigakan.


Abi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna bingung. Tidak lama bel rumah Mila berbunyi.


TING! TONG!


Mila berdiri dari duduknya dengan semangat. "lo lihat siapa yang dateng, tapi sembunyi-sembunyi loh ya." Mila melangkah keluar kamar.


Abi yang penasaran pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Mila. Dia keluar kamar dan melihat siapa yang datang namun dengan sembunyi.


Dan yang dilihatnya adalah Mila sedang berbincang ria dengan Jino. Iya Jino! Bola mata Abi hampir meloncat dari tempatnya saking syok nya.


Sedang di sisi lain Mila tertawa menang dalam hati. Sudah dipastikan Abang nya pasti akan syok tingkat akud, salah siapa dibilangin ga percaya!. Bangganya dalam hati.


"Mil lo dirumah sendiri?" Tanya Jino sambil mengamati sekitar.


Mila yang tadi melamun pun langsung tersadar. "eh.. nggak kok." Jawabnya.


"Trus lo dirumah sama siapa?" Bingungnya.


"Sama pembantu gue." Katanya santai. Tidak lama setelah itu Bi Suti, pembantu Mila. Datang membawa minuman.


"Lah ini dia!" Tunjuk Mila ke arah Bi Suti.


Jino hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Abi masih stay dengan posisi yang sama. "Gila Adek gue." Gumamnya tak percaya.


***


__ADS_2