
VOTE.
Flashback on.
Jino sedang duduk di base camp bersama sahabatnya sambil menghela nafas berat, ternyata mencoba move on dari Mila itu tidak mudah.
"Ah elah Bos! Ngapain sih galau-galau gak jelas. Mending kita happy-happy aja!" Pekik Boby yang memang rada sarap itu.
Jino yang memang butuh ketenangan pun memilih pergi dari sana. Tidak guna berada di tempat yang ada Boby nya!
.
.
.
Jino akhirnya memutuskan pergi ke taman. Dia duduk di kursi kayu dengan menopang dagunya. Sangat cool bila cewek melihatnya, bahkan daritadi cewek yang melewatinya selalu meliriknya.
Huft ... Jino menghela napas jengah. Mungkin jika Mila yang meliriknya dirinya akan mengadakan syukuran 7 hari 7 malam. Tapi kalau cewek lain .... jangan harap! Bahkan melihatnya saja Jino muak. Menjijikkan!
"Akkh!!"
Jino tersentak kaget. Saat terdengar sebuah pekikan. Jino berdiri lalu langsung berlari menghampiri asal suara itu. Biasanya dirinya akan acuh tak acuh meskipun ada pembunuhan sekalipun didepanya. Tapi kali ini dia merasa familiar dengan suara itu.
Saat sampai di tempat asal suara. Jino membelalak kaget. Tanganya terkepal kuat.
Jino berlari menghampiri Mila lalu menarik lelaki yang entah siapa tapi yang jelas dia mencoba mengganggu Mila, Jino menghadapnya lalu dengan sekali pukul lelaki itu langsung tersungkur ke tanah.
"******* BERANINYA SAMA CEWEK!" Bentak Jino lalu terus memukul lelaki itu tanpa kenal ampun.
Lelaki itu bahkan sudah tidak bisa menangkis serangan Jino satupun. "Ampun!!" Teriak lelaki itu dengan memelas.
Mila menarik lengan Jino karna sepertinya Jino tidak berniat mengampuni lelaki itu.
__ADS_1
"No, ud-udah hiks ... gue ta-takut." Ucap Mila sesenggukan.
Jino melepaskan lelaki itu. Dan lelaki itupun langsung berlari terbirit-birit entah kemana.
Jino memegang pundak Mila khawatir. "Lo gak pa-pa, Mil?" Tanya Jino sangat khawatir.
Mila hanya mengangguk kecil.
Jino menarik Mila untuk dia dudukkan di bawah pohon. Kemudian dia menghapus air mata Mila hati-hati.
"Udah baikan?" Tanya Jino akhirnya.
Mila menatap Jino lalu mengangguk kecil. "Ma-makasih yha No. Mungkin kalo lo gak dateng, tadi gue udah--"
Sebelum Mila melanjutkan ucapanya Jino langsung memeluk Mila sayang.
"Sssst ... udah lo tenang aja. Ada gue." Jino mengelus punggung Mila perlahan.
"Mil." Panggil Gio.
Dan mereka pun menoleh.
Flashback off.
"Jadi kesimpulanya Gio udah salah paham dan hina Adek gue seenak jidatnya!" Geram Abi menahan emosi.
Resti memegang pundak Abi. "udah Bang. Sabar." Ucap Resti menenangkan.
"Tapi Om bener-bener gak nyangka Gio bisa seperti itu." Ucap Bowo yang sepertinya sangat kecewa.
Mereka diam sejenak dengan segala pikiran mereka. "Gue gak bakal maafin dia." Dengus Abi.
"Tapi lo kan anggota Lion, Bi." Sahut Jino.
__ADS_1
Abi menatap Jino datar. "Cih! Gue bakal keluar dari Lion. Gak akan gue biarin dia nyakitin Adek gue lagi!" Sahut Abi nampak geram.
"No, lo sebenernya sama Adek gue gimana, sih?" Tanya Abi tiba-tiba membuat Jino melotot kaget.
"Hah?!" Kagetnya.
Abi menghela napas panjang. "Meskipun gue gak suka sama lo, tapi menurut gue lo itu jauh lebih baik untuk Mila ketimbang Gio--" Abi menatap Jino untuk menjeda ucapanya.
"Kalo lo serius sama Mila, gue gak bakal ngelarang. Tapi lo harus janji jagain dia karna sejujurnya gue gak yakin bisa jagain Mila terus-menerus." Lanjutnya menambahi.
Jino terperangah takjub. Bagai tertimpa durian runtuh inimah!
"Lo seriusan?!" Tanya Jino semangat.
Abi geleng kepala sambil terkekeh. "jadi bener, lo suka Mila?" Ucapnya lucu.
Jino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan salah tingkah. "Iya. Sejujurnya gue mau move on, Bi. Tapi ngeliat Gio kayak gitu yha--"
"Ga jadi move on." Lanjut Abi seolah tau isi pikiran Jino.
Resti dan Bowo yang sejak tadi hanya diam menjadi pendengar pun menggeleng maklum. Anak muda jaman sekarang.
Jino hanya meringis kikuk.
"Tapi soal siapa yang disukai Mila itu gue ga bisa maksa." Tambah Abi.
Jino mengangguk yakin. "Tenang aja gue bakalan bikin Mila suka sama gue!" Yakin Jino dengan senyum antusias.
Dan Abi hanya tersenyum kecil sambil menggeleng. Bucin emang nih bocah, pikirnya.
*****
TBC.
__ADS_1