
VOTE.
Seorang guru berjilbab ungu itu menggeleng, menatap Mila lalu berganti kepada Gio.
"Kalian kalau pacaran jangan di sekolah!" Bu Care, guru BK di sekolah ini. Menggeleng tidak habis pikir pada kedua murid di depanya ini.
Mila terbelalak, "Kita gak pacaran kok, Bu!!" Mila membantah, gadis kurus ini nampak tidak terima mendengar tuduhan guru di depanya itu.
Mila rasanya ingin menendang muka songong Gio saat ini juga, dia di depan guru BK pun tetap santai-santai saja.
"Kamu gak capek masuk BK terus, Yo?!" Sekarang gantian Gio yang terkena wejangan.
Gio hanya diam sambil memain-mainkan kakinya yang berada di bawah meja guru itu. "Sudah-sudah ibu capek! Sekarang kalian cepat keluar bersihin WC!"
Mila melotot protes, tapi saat hendak membantah Gio malah beranjak pergi dari sana begitu saja. Tanpa salam!
Bocah somplak!
Mila akhirnya hanya menatap sungkan guru BK itu lalu pamit beranjak dari sana, mau tak mau kan Mila juga harus mengikuti langkah Gio.
"Lo mau kemana?" Tanya Mila langsung setelah mereka keluar dari ruang BK.
Gio mengernyit lalu setelah itu melengos pelan. "Bolos." Jawabnya santai.
Mila melotot tidak habis pikir, gila kali yha tuh orang!
"Lo gak bersihin WC?!" Mila sudah histeris sendiri. "Mau kabur lo, ya?" Tuduhnya.
__ADS_1
Gio mendecih bodo amat, "berisik! Kalo lo mau bersihin ya silakan, gue pergi!" Lalu ngacir meninggalkan Mila seorang diri.
Mila kembang-kempis di tempatnya, namun tak lama matanya menangkap sesuatu di depannya. Mila lalu menunduk, mengambil benda yang cukup mencolok itu.
"Pasti punya tuh orang." Gumamnya sambil membolak-balik kalung ber bandul singa itu. Mila kemudian mendengus kasar. "Untung gue baik, kalo gak udah gue buang nih benda." Setelah itu Mila berdiri dan berjalan menuju WC sekolahanya.
Yah ... gini-gini Mila itu murid yang hormat sama guru nya.
*****
Mila celingukan di kantin sekolahanya, lalu saat sudah menemukan orang yang dicarinya dia langsung berjalan mendekat.
Bisa dia lihat kalau Gio sedang duduk bersama ke tiga temanya, "nih!" Mereka berempat kompak menatap ke arahnya.
"Tadi gue nemuin, punya lo, kan?" Dirinya menatap Gio yang langsung merebut kalung itu.
Mila speechless di tempatnya, gak mau bilang makasih gitu?!
Mila hendak berbalik, namun tanpa sengaja matanya bersitatap dengan Abi yang juga ada di sana itu. Cukup lama mereka bertatapan sampai suara dehem yang cukup keras itu berhasil membuyarkan tatapan mereka.
"Cieleh biasa ae napa tatap-tatapan nya!" Celetuk seorang pemuda yang duduk di samping Gio.
Gio juga memerhatikan mereka, namun Mila langsung pergi dari sana tanpa menyahut apapun.
Mila berjalan menuju perpustakaan untuk membaca seperti biasa, jangan bayangkan kalau Mila akan membaca buku mapel. Karna dirinya hanya membaca novel, ataupun komik.
Mila itu bukan tipikal cewek kutu buku.
__ADS_1
Dirinya biasanya menghabiskan waktu membaca novel kalau Lia, sahabatnya. Sedang sibuk dengan pacarnya.
"Ah elah novelnya udah pernah gue baca semua lagi." Sambil mendengus mengamati jejeran buku di rak besar itu.
"Yaudah lah ntar ke Gramed aja, beli novel baru." Masih menggumam sendiri Mila kemudian memutuskan untuk ke luar dari perpustakaan.
******
Mila tersenyum menatap novel yang di pegangnya itu, sudah lama dirinya menginginkan novel karya penulis kesukaannya ini.
Namun tidak lama dirinya mendengar suara aneh dari semak-semak. Mila mendadak merinding sendiri.
"Masa sore gini ada setan, deh?" Heranya sambil berjalan mendekat ke arah suara itu. "Setanya kurang kerjaan pasti." Lanjutnya lalu mencelinguk ke balik semak-semak.
Mila langsung melotot kaget. Disana ada seorang pemuda yang tengah terkapar dengan luka parah di sekujur tubuhnya.
"Aaargh!!" Desisnya sambil merintih-rintih membuat Mila langsung berlari ke arahnya.
"L-lo... kenapa?" Disaat seperti ini Mila masih sempat-sempatnya bertanya.
Pemuda itu menatap Mila lalu setelah itu berteriak keras membuat Mila langsung berjingkat kaget.
"TOLONGIN GUE ARGHH!!"
*****
TBC.
__ADS_1