My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 20: Bahaya (1)


__ADS_3

VOTE.


"Lo ngerti kan apa yang harus lo lakuin?" Ucap seorang perempuan kepada lelaki didepanya.


Lelaki itu hanya mengangguk patuh.


"Good!" Senangnya dengan seringaian penuh arti.


******


"Bi, anterin gue dong ke Minimarket...." Pinta Mila manja.


"Ogah!" Ketus Abi masih fokus ke layar HP-nya.


"Pliss..." Mila sudah mengeluarkan puppy eyesnya.


"OGAH!" Sembur Abi membuat Mila mencebik kesal.


Akhirnya dengan kesal Mila terpaksa ke Minimarket sendiri. Mila memutuskan mencari taxi tapi sialnya tidak ada satupun yang lewat sehingga terpaksa dia berjalan.


Karna sudah larut malam kondisi jalanan sudah mulai sepi bahkan bisa dikatakan sangat sepi karna tidak ada satupun orang lewat, hanya satu dua kendaraan saja yang berlalu lalang.


Perasaan Mila mulai tidak enak. Dia merasa seperti sedang dibuntuti seseorang. Mila menoleh kebelakang tapi tidak ada orang lain. Mila menghela nafas, dirinya melanjutkan berjalan tapi sepersekian detik setelahnya dia menoleh kebelakang lagi dan ....... benar saja ada yang mengikutinya.


Mila berlari terbirit-birit karna sedang panik, bodohnya dia salah jalan sehingga malah masuk ke gang sempit yang sialnya .... buntu. Demi apapun Mila sangat sial!


"A-apa mau..lo HAH?!" Bentak Mila mulai panik karna seseorang yang mengikutinya tadi semakin mendekati Mila yang terpentok tembok.


Mila meyakini kalau dia adalah lelaki meskipun dia memakai hoodie hitam dan menutupi kepalanya dengan kupluk lalu memakai masker, sungguh Mila ketakutan setengah mati.


Lelaki itu semakin mempertipis jarak mereka, Mila tidak bisa kemana-mana karna kanan, kiri, belakangnya, tembok sedangkan lelaki itu berada tepat didepanya.


"TOLONG TOLONG SIAPAPUN TOLONG!!" Mila hanya bisa berteriak karna bodohnya tadi dia meninggalkan HP-nya di kamarnya.


"TOLONG TOL-"


Bugh!


Mila langsung tersungkur tidak sadarkan diri ketika lelaki itu tiba-tiba memukul tengkuk Mila keras.


Lelaki itu menggendong Mila menuju mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari sana.

__ADS_1


"Good! Kerjaan lo sangat bagus!" Puji wanita yang berada di dalam mobil itu.


"Gue harus apain dia?" Tanya lelaki itu sambil menoleh kearah Mila yang berada di gendonganya yang masih dalam keadaan pingsan.


"Ikut gue!" Perintahnya membuat lelaki itu masuk mobil beserta Mila.


****


24:00 PM. Di kediaman Mila.


DOK DOK DOK!!


"BI ABI!" Teriak Resti sambil menggedor-gedor pintu kamar Abi.


Abi yang terganggu pun membuka matanya lalu berjalan gontai kearah pintu dengan nyawa yang belum terkumpul seutuhnya.


"Apaan sih Mom! Aku tuh ngantuk banget!" Kesal Abi.


"Kamu tahu Mila dimana, Bang?" Tanya Resti dengan raut sangat khawatir.


Abi mengernyit. "bukanya dia dikamar?" Bingung Abi.


"Mom pikir juga begitu, tapi tadi Mom samperin buat ngasih susu trus ga ada yang nyaut. Mom buka aja deh pintunya dan ternyata Mila ga ada, Mom telfon HP-nya dikamarnya." Jelas Resti sudah panik sendiri.


Abi yang awalnya nyawanya belum terkumpul pun langsung membuka matanya lebar. "beneran Mom?! Tapi tadi terakhir Mila ke Minimarket." Abi sekarang benar-benar khawatir.


Tidak lama Bowo datang menghampiri mereka. "Gimana, Pah?" Tanya Resti to the point.


"Daddy udah ngehubungin Lia dan beberapa temen Mila tapi mereka juga nggak tahu." Ujarnya dengan sedih.


Abi langsung berlari memasuki kamar mengambil kunci motor di atas nakas lalu berlalu keluar.


"Mom, Dad, Abang coba cari Mila dulu. Assalamualaikum." Pamitnya lalu berlari keluar rumah.


"Waalaikumsalam." Ujar Resti dan Bowo serentak.


"Semoga Mila baik-baik aja ya, Pah." Resti sudah terisak.


Bowo pun memeluk istrinya sayang. "Pasti Mila baik-baik aja, Mah." Yakinya.


***

__ADS_1


Abi membanting helm nya sampai retak bahkan kacanya sudah pecah. Dia sudah tidak peduli lagi.


Tadi Abi ke Minimarket yang sempat dikatakan Mila, lalu dia bertanya ke kasir dengan menunjukkan foto Mila namun mereka mengatakan kalau tidak ada pelanggan yang wajahnya seperti Mila.


"Shit!" Desisnya lalu memukul tembok di sampingnya sampai tanganya memerah. Bahkan temboknya sampai retak.


Abi sangat frustasi dan bingung. Jika saja tadi dia mengantar kan Mila, jika saja tadi dia tidak membiarkan Mila jalan sendiri, jika saja tadi dia tidak bermain game di HP-nya.


Jika saja ... jika saja .... jika saja..... namun nyatanya semuanya sudah terlambat. Abi menyesal!


"ARGHH!" Abi menjambaki rambutnya namun tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Gio." Gumamnya lirih, Abi lalu mencari kontak Gio dan mendial nomernya.


"Halo?"


"Lo lagi sama Mila?"


"Hah? Nggak tuh, emangnya kenapa?"


"Mila hilang."


"APA?!" Terdengar pecahan gelas dari seberang. "Dimana lo sekarang?!"


"Depan Minimarket deket rumah gue."


"Suruh anak-anak kumpul di base camp sekarang!"


TUT!


Suara sambungan terputus. Abi menyalakan motornyanya setelah menghubungi Bram untuk menyuruh anak Lion kumpul di base camp.


Disisi lain Gio sedang memacu motornya seperti orang kesurupan, tidak mendengarkan pekikan orang-orang yang tidak terima karna Gio yang ugal-ugalan.


Sepanjang perjalanan Gio hanya merapalkan satu kalimat yang sama berulang kali.


"Jangan tinggalin aku Mil." Gumamnya dengan nada bergetar.


*****


TBC.

__ADS_1


__ADS_2