My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 9: Pertarungan


__ADS_3

VOTE.


Disinilah semua orang sekarang di lapangan kota. Tepat hari ini mereka akan melakukan pertarungan mati matian memang buruk kedengaranya tapi menurut mereka ini demi nama baik mereka.


Geng Lion saling berhadapan dengan geng Bastar, tentunya dengan tatapan yang tidak bisa dibilang ramah.


"Lo siap?" Ucap Jino sinis sambil berjalan mendekati Gio.


Gio membalasnya dengan senyuman tidak kalah sinisnya. "Gue udah siap dari kemarin buat habisin lo!" Desisnya.


Jino tertawa hambar kemudian memberi komando. "MULAI!!!" Teriak Jino membuat semua orang di sana saling adu bogem.


Dino melawan Boby, Boby berhasil memukul wajah manis Dino namun tidak lama Dino membalasnya. Bram melawan Roy, sedangkan Abi melawan Leo.


Sejauh ini pertarungan mereka masih seimbang belum terlihat siapa yang bakalan menang atau kalah, karna memang geng mereka sama-sama kuatnya.


"Anjing!" Tukas Gio saat Jino berhasil memukul wajahnya sampai sudut bibirnya robek.


Tidak mau kalah Gio melakukan hal yang sama, namun dia menendang perut Jino membuat Jino langsung tersungkur ke tanah sambil meringis.


Saat Jino hendak berdiri Gio sudah duduk di atas perutnya dan menguncinya, alhasil Jino tidak bisa bergerak mendapat bogeman berkali-kali dari Gio.


Tidak mau mengalah begitu saja, Jino menonjok sudut bibir Gio yang terluka tadi dan sukses membuatnya tersungkur di sebelah Jino. Tidak mau melewatkan kesempatan ini Jino langsung bangkit dan hendak memukul Gio yang juga akan memukulnya namun sebuah suara berhasil menghentikan mereka dari kegiatanya.


"ARRRRGHHH!!"


FLASHBACK ON


Mila mondar-mandir di kamarnya sekarang jam sudah menunjukkan pukul 24.00, tadi di sekolah Mila tidak sengaja mendengar percakapan siswa yang mengatakan kalau pertarungan geng Gio dan Jino dilakukan tengah malam.


"Argh!!" Mila mengacak rambutnya frustasi. Bingung dan khawatir sudah menjadi satu, Mila sudah benar-benar tidak tahan.


"Masa bodo pokoknya gue harus kesana!" Putusnya bulat lalu mengambil tas dan handphone nya dan keluar rumah.


Sesampainya disana Mila langsung bersembunyi.

__ADS_1


'Anjirr pake ada yang jagain segala elah!' Batinya kesal.


Benar saja Gio dan Jino sengaja menyuruh beberapa anggotanya untuk menjaga wilayah sekitar karna tidak mau ambil resiko kalau timbulnya korban luka atau datangnya polisi.


Mila sudah setengah jam bersembunyi namun otaknya yang tergolong lemot belum bisa menemukan solusi agar dia bisa masuk ke arena pertarungan.


Sampai matanya tidak sengaja melihat botol mineral yang ada disampingnya itu.


AHA!


Mila mengambil botol itu pelan-pelan takut ketahuan, setelah mendapatkanya dia langsung melempar sejauh mungkin sehingga menimbulkan suara yang bisa dibilang keras. Dan benar saja orang orang yang berada didekatnya tadi langsung berlari kearah suara, Mila tertawa menang dalam hati.


Tidak mau melewatkan kesempatan ini Mila langsung berlari kecil menuju arena pertarungan. Mila sedikit kaget ahh .. ralat Mila sangat kaget melihat keadaan disana, banyak yang berdarah, pakaian rusuh bahkan robek, sampai mata Mila melihat Abi. Mila mendekat kearah Abi dengan was-was takut kena bogeman.


Sepertinya tidak ada yang menyadari keberadaan Mila karna sedang fokus tawuran sendiri-sendiri. Namun belum sampai didekat Abi kepala belakang Mila terpukul sesuatu yang tidak Mila ketahui namun rasanya itu ... sakit banget.


Reflek Mila berteriak keras dan sepertinya beberapa orang disebelahnya menghentikan pertarunganya saat mendengar teriakan Mila.


FLASHBACK OFF


Jino dan Gio yang melihat keberadaan Mila tentu saja kaget, namun mengesampingkan kekagetanya mereka kompak berlari kearah Mila dan membantu Mila berdiri.


Sekarang semua anggota geng Bastar dan geng Lion sudah menghentikan pertarungan mereka dan lebih memilih menonton leader mereka yang sepertinya sedang mabuk cinta, konyol memang.


Mila berdiri meskipun sedikit sempoyongan dengan kepala yang tidak henti-hentinya berdenyut.


Mila menoleh kearah kananya dan didapatinya Jino sedang memegang tanganya dan saat Mila menoleh ke kiri Mila melihat Gio melakukan hal yang sama dengan Jino.


"Ngapain kalian disini?" Tanya Mila dengan bodohnya, sudah tau kalau mereka bertarung masih saja bertanya. Mila merutuki dirinya yang bodoh diwaktu yang sangat tidak tepat.


"Lo yang ngapain disini?" Tanya Gio membuat Mila meringis bingung harus menjawab apa.


"Gue..." belum mendapatkan alasan yang bagus suara Jino sudah memotong ucapanya.


"Ngapain lo pegang Mila, lepasin!" Bentak Jino dengan menarik Mila kearahnya.

__ADS_1


Gio yang mendapati mila berada dipelukan Jino itu melotot tidak terima.


"Lo yang ngapain! Mila itu temen gue!" Bentak Gio dengan menekankan kata akhirnya.


Jino tertawa sinis lalu menarik Mila agar pergi dari sana. "Gue ga bakalan biarin Mila deket-deket lo!" Ketusnya lalu menarik tangan Mila agar pergi dari sana.


Namun Gio menarik tangan kiri Mila membuat tangan kanan Mila dipegang Jino dan tangan kirinya dicekal Gio.


"Ikut gue!" Titah Gio.


"Ga! Lo harus ikut gue!" Sahut Jino ga mau kalah.


Semua anggota Bastar maupun Lion tidak ada yang berani melerai mereka. Namun mereka sempat kagum dengan Mila, gadis pertama yang bisa meluluhkan Jino dan Gio yang hatinya seperti batu.


Di tempat lain Abi merasa cemas dengan Adiknya, bagaimana Mila bisa berhubungan dengan Jino? Setahunya Mila hanya dekat dengan Gio. Abi tidak punya pilihan lain dia harus membawa Mila pergi dari sana.


Abi mendekati Mila yang berada ditengah Jino dan Gio yang sedang beradu bacot itu, ga guna banget!


Mila sudah sangat lemas, kepalanya sudah tidak bisa diajak kompromi sungguh menyebalkan pikirnya.


Abi berjalan mendekati mereka sontak menimbulkan tanda tanya besar pada semua orang. Abi mengulurkan tanganya, Mila yang melihat raut khawatir dari Abang nya itu tersenyum simpul lalu melepas cekalan tanganya dari Gio dan Jino setelah itu membalas uluran tangan Abi.


Abi langsung membopong tubuh Mila yang memang sudah lemas itu ala brydal style. Semua orang disana hampir kehilangan bola mata karna melotot tidak percaya. Semua anggota Bastar maupun Lion sudah menerka-nerka jika ini merupakan kisah cinta segi empat.


Padahal sih salah besar!


Abi persetan dengan tatapan bingung dari semua orang karna sekarang yang paling penting adalah keselamatan Adiknya.


Di sisi lain Gio dan Jino memandang Abi tajam.


'Ga bakalan gue biarin lo ambil Mila dari gue, Mila itu milik gue!' Batin Jino dengan mengklaim Mila miliknya.


'Lo emang sahabat gue, tapi Mila itu milik gue jadi sorry kalau gue bakal rebut Mila dari lo.' Batin Gio yang sudah salah kaprah itu.


***

__ADS_1


TBC.


__ADS_2