My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 3: Jino Si Cuek


__ADS_3

VOTE.


"Sus cepat ada orang sekarat!!!" Pekik Mila karna panik.


Tidak lama kemudian banyak orang yang memakai seragam putih menghampirinya. Dengan cepat mereka membawa pemuda itu ke ruang UGD.


"Mbak bisa tunggu disini." Titahnya kemudian menutup pintu.


Mila terduduk lemas. Masih tidak percaya dengan kejadian yang dialaminya tadi.


FLASHBACK ON.


Mila menutup mulutnya speechless, terbengong dengan pemandangan di depanya itu.


"Ck! Cepet tolongin ... arghh!!!"


Mila bingung harus bagaimana karna hanya panik yang dapat dia lakukan.


Akhirnya Mila memutuskan berteriak meminta tolong.


"TOLONG ... SIAPAPUN TOL..-"


"Ck! ***** ya lo! Disini sepi gak bakalan ada yang dateng. Aargh!!!..." desisnya sambil melolot.


Mila terdiam, hanya bisa menonton orang didepanya itu tanpa melakukan apapun.


"CEPET TOLONGIN GUE!!!" Pekiknya sambil mengerang menahan sakit.


"Gue harus ngapain, nih?!" Mila malah mondar-mandir gak jelas didepan pemuda itu.


Tanpa sengaja mata Mila menatap sepeda motor dengan lambang 'NINJA' yang ambruk disamping lelaki itu.


Mila langsung menegakkan motor itu lalu mencoba menegakkan tubuh pemuda itu agar naik sepeda motor.


"Ngapain lo?"


"Ck!!! Nurut aja, deh!"


Pemuda itu menaiki motor Ninjanya dan terkejut saat melihat Mila memboncengnya.


"Lo mau bonceng gue?!" Tanyanya tidak percaya.


"Udah pegangan aja."


Pemuda itu menegang saat Mila mulai menyalakan motor dan menjalakanya.


Gadis ini seriusan mau bonceng dia?!


"Lo bisa naik motor .. argh!! Motor gede?!" Pemuda itu nampak menatap Mila horor lewat kaca spion. "Gimana kalo kita jatoh?!!" Teriaknya karna merasa terabaikan.


"Ck! Berisik!!! Kalo jatoh ya tinggal jatoh gitu aja repot." Jawabnya kesal padahal dalam hati Mila merutuki dirinya yang berani-beraninya membonceng seseorang yang terluka menggunakan motor NINJA yang sama sekali belum pernah dinaikinya itu.

__ADS_1


Sinting emang dirinya!


FLASHBACK OFF.


"Mbak, pasien sudah boleh dijenguk." Ucap suster yang keluar dari ruangan itu berhasil membuat Mila membuyarkan lamunanya.


"Eh .. iya sus. Terima kasih."


Mila berjalan memasuki ruangan itu dengan langkah pelan. Dilihatnya seorang pemuda yang tengah berbaring di brankar dengan tangan ditusuk infus itu. Sungguh membuat Mila bergidik ngeri.


Mila duduk dikursi disamping brankar dengan tatapan tak lepas dari wajah pemuda itu. 'Tampan juga.' Batinya.


"Ngapain lo disini?" Pemuda itu membuka matanya sambil menatap bingung Mila.


"Gue cuma mau nemenin lo sampai keluarga lo dateng aja. Kayaknya gak baik ninggalin orang sakit sendirian." Jawabnya yang memang jujur.


Pemuda itu mulai mendudukkan tubuhnya dengan Mila sedikit membantunya. "Panggil gue Jino!" Ketus, sungguh Mila kesal dengan nada ucapanya namun sepertinya tidak lucu jika Mila memukul orang sakit.


"Panggil gue Mila!" Mila menirukan gaya pemuda itu, memperkenalkan dirinya dengan gaya yang tidak ada elitnya.


Cukup lama keduanya hanya diam sampai Mila mulai merasa bosan. Mila mengambil HP-nya dan sialnya sekarang sudah sore. Buru-buru Mila mengetikkan chatt ke Maminya yang pasti sedang panik lebay.


Maminya kan emang suka rempong!


Me: Mom hari ini


Mila agak telat pulangnya


maaf lupa ngabarin, hehe.


17.15 PM. Read.


Kanjeng Mami: Mami sampai


panik tau! Lain kali jangan lupa


beri kabar. Yaudah hati-hati


nanti pulangnya!


17.15 PM. Read


Me: siyap.


17.16 PM. Read.


Mila terpaksa bohong pada Maminya karna kalau tidak, pasti Maminya akan memberondongnya dengan sejuta pertanyaan. Bisa ribet ntar.


Mila kemudian segera memasukkan HP-nya ke dalam tasnya lagi.


"Lo kalo mau pulang, pulang aja gue gak pa-pa." Jino sepertinya paham kalau Mila sedang dalam posisi yang tidak nyaman.

__ADS_1


"Tapi lo-"


"Bentar lagi temen-temen gue kesini, jadi lo bisa pulang sekarang." Sahutnya.


"Oh ... kalo gitu gue tungguin sampai temen lo dateng, deh." Jawab Mila enteng tanpa menoleh kearah Jino.


Jino sebenarnya penasaran dengan cewek ini. Karna cara menolongnya sungguh benar-benar .... unik.


"Lo kok bisa sih bawa motor gue. Padahal gede banget tuh?" Tanyanya heran namun sungguh cuek.


Mila meringis kaku.


"Kenapa?" Jino mencoba mencari tahu alasan Mila menyengir gak jelas seperti itu. Firasatnya kurang baik!


"Gue ... gue juga gak tahu gimana ceritanya tadi bisa bawa motor lo. Hehe." Mila dengan gobloknya malah tertawa pelan.


"Hah?"


"Sebenernya gue tadi reflek ngendarain motor lo karna panik aja, aslinya sih gak bisa gue." Jelasnya semakin membuat Jino melongo, ini cewek gokil juga.


Pintu mendadak terbuka.


"HOW ARE YOU BOSS KYUU?" Teriak Boby sungguh sangat menggemparkan seluruh ruangan itu.


Roy langsung menoyor kepala Boby karna sudah berteriak seperti orang gila.


"Gimana Bos keadaan lo?" Tanya Roy yang sepertinya lebih waras ketimbang Boby.


"Hm." Jino hanya berdehem kecil.


Roy yang tau sifat Jino pun hanya mengangguk. Sekarang diruangan itu ada 5 orang. Boby yang seperti orang gila, Roy yang kelihatanya normal kayak manusia biasa, Jino yang stay cool, dan Leo, eh kok diem aja deh tuh orang. Masih nafas kan, ya?


Dan terakhir dirinya yang sudah mirip patung disini, sudah cewek sendiri, gak ada yang Mila kenal pula!


Mila yang merasa canggung itupun memutuskan untuk pulang saja karna teman Jino juga sudah datang. Lagian hari juga mulai petang.


"Gue duluan ya." Ucapnya ramah yang sontak membuat keempat pemuda yang sedang ber oh ria itu menoleh kearahnya serempak.


"Ehh ... Mil!" Panggil Jino.


Mila menoleh karna merasa dipanggil.


"Kenapa?"


"Thanks buat tadi." Kali ini Jino tersenyum tipis kearahnya. Senyum yang baru pertama kali Mila lihat. Kalau senyum gitu gantengnya kelihatan, kan.


"Sans aja. Yaudah ya, bye!" Mila melambai kemudian keluar ruangan.


Meninggalkan Jino yang tanpa diketaui siapapun itu tengah tersenyum tipis.


****

__ADS_1


TBC.


__ADS_2