My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 23: Perdebatan


__ADS_3

VOTE.


Hari ini Mila sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Namun Mila sedari tadi mendengus sebal, gimana ga kesal coba kalo semua orang pada lebay begini.


"Mil kamu ga boleh jalan dulu, kalo mau kemana-mana bilang aku!" Gio memerintah galak.


"Kamu mau apa? Apel, roti, bubur? Bilang aja kalo mau apapun." Apaan lagi kali ini, Abi tumbenan lebay.


"OMG demi jungkook nikah sama gue .... lo kok bisa kayak gini sih, Mi?!" Heboh si alay, siapa lagi kalo bukan Lia.


"Stop deh kalian lebaynya!" Kesal Mila mendengus..


Namun mereka seperti kepala batu tetep aja gitu, mungkin ini memang nasib Mila. Dikerubungi tukang alay.


***


Beberapa teman Mila sudah mulai menjenguk Mila dan tibalah sekarang, Jino dan gengnya yang datang.


Jino tetep stay dengan wajah flat nya, padahal dalam hati Jino sudah panik bukan main.


"Lo gapapa, Mil?" Tanya Jino perlahan.


Mila mengangguk lemah. "yah gini lah gue, seperti yang lo lihat."


Untungnya Gio tadi keluar entah kemana jadi perang dunia bisa terhindarkan. Abaykan, Mila mulai tertular lebay, kan!


"Siapa yang buat lo gini sih, Mil?"


"Sasa." Jawab Mila dengan raut sedih. "Padahal gue ga pernah berniat buruk sama dia No, tapi kenapa dia segitu bencinya sama gue?" Mila mulai mengeluarkan unek-uneknya.


Memang setelah kejadian itu Sasa sudah ditangkap polisi dan karna umurnya yang sudah diatas 17 tahun dia dipenjarakan.


"Ssst... udah lo ga usah sedih. Orang kayak Sasa gak pantes lo sedihin." Hibur Jino dengan senyum tulusnya.


Dan berhasil membuat beberapa siswi menahan jeritanya. Memang sekarang dikamar Mila bukan hanya ada Jino saja, tapi juga beberapa teman kelas Mila yang tadi menjenguknya. Jadi tidak akan ada yang salah paham nantinya, meskipun Mila tidak yakin jika Gio bakal santai saat melihat kehadiran Jino.


"Tap tapi gu-gue sedih kal..kalo hiks..inget kejadian ini." Mila tidak kuasa menahan isakanya. Sebenarnya apa salahnya hingga harus menanggung semua ini.


Grep.


Jino langsung memeluk sayang Mila, dia masa bodo meskipun ada beberapa temanya yang heboh melihat kejadian itu.


"Gue ada buat lo."


Deg.


'Kenapa Jino ngomong gini ke gue?!' Batin Mila kaget.

__ADS_1


BRAK!


Dan lihatlah takdir, sekarang Gio sudah berada di ambang pintu dengan tatapan yang kalian pasti sudah tau.


"Gio." Ujar Mila tertahan karna syok.


"Ngapain lo peluk Mila, HAH!?" Gio langsung menarik Jino dan menghantamkanya ke lemari dikamar Mila.


Beberapa siswa langsung memekik tertahan. "Gio stop!" Teriak Mila namun tak digubris.


Jino tentu saja yang tidak mau kalah pun juga menghantamkan Gio ke sofa yang diduduki beberapa siswa membuat mereka berlarian menjauhi perkelahian.


"APA APAAN INI?!" Bentak suara bariton yang baru saja memasuki kamar Mila.


Semua langsung hening dan melihat ke arah suara, yang ternyata adalah Daddy Mila beserta Abang dan Mami nya.


Resti langsung menghampiri Mila dan memeluknya, sedangkan Abi menyuruh semua teman Mila untuk pulang, kecuali geng Gio dan geng Jino tentunya.


"Jelaskan!" Singkat, padat, dan jelas, itulah yang dikatakan Bowo.


"Saya minta maaf atas keributanya, Om." Bukan Gio, tapi Jino yang lebih dulu memulai berbicara.


"Saya juga." Sahut Gio.


Bowo hanya diam menatap mereka, entah rencana apa yang akan Bowo lakukan setelah ini. "Kenapa kalian bisa berantem?"


"Tapi saya melakukanya atas dasar kebaikan, dan saya juga tidak berbuat macam-macam karna banyak siswa tadi!" Sergah Jino tidak terima.


"Tapi seharusnya lo ga usah meluk Mila!" Gio menatap nyalang Jino.


"Emang kenapa kalo gue meluk, hah?! Toh lo pasti malah udah pernah lebih dari itu, kan." Jino tersenyum sinis.


"Bukan urusan lo gue mau apa."


"Kalo gitu yang gue lakuin juga bukan urusan lo!" Balas Jino ketus.


"Tapi Mila itu cewek gue!"


"Heh baru jadi pacar aja lo udah belagu!"


Mungkin mereka sudah lupa kalau Bowo masih di depan mereka sekarang. Lihatlah bahkan mereka asik bertengkar tanpa peduli sekitar.


"Ekhem!" Bowo mulai mengeluarkan suaranya setelah diam beberapa saat lalu.


Mereka langsung kicep seketika, hm ... seorang leader geng motor kicep dihadapan orang lain, mungkin jika bukan karna pencitraan mereka sudah menghabisi Bowo. Ck! benar-benar sinting.


"HAHAHA jadi kalian berantem rebutan anak, Om?" Semuanya bingung dengan perubahan sikap Bowo yang drastis.

__ADS_1


"Mah lihat deh anak kita yang kayak gitu aja bisa laku ternyata," ujar Bowo ke Resti.


What the hell?! Kayak gitu katanya, wah inimah namanya penghinaan bersejarah.


"Apa Dad?! Mila tuh cantik banget, putih jangan ditanya, pinter tak usah diragukan, body udah kayak selena gomez. Trus Dad bilang 'kayak gitu' wah inimah namanya pencemaran nama baik. Dad tuh harusnya syukur banget punya anak kayak Mila!" Udah kayak mercon mulut Mila kalau nyerocos, bahkan semua orang sampai dibuat cengo olehnya.


"Hahaha iya maaf deh, anak Dad ini kan emang yang paling cantik." Puji Bowo terkekeh pelan.


"Ya iya lah! Anak Dad kan cuma dua, masa si **** yang cantik, kan ga lucu!" Sewod Mila dan malangnya yang namanya diseret-seret tidak terima.


"****? Ngaca sebelum ngomong!" Sindir Abi sarkas.


"Gue udah ngaca kok, lo ga percaya? lihat!" Mila menatap orang yang ada diruangan itu satu persatu.


Lalu menjatuhkan tatapanya pada Leo yang notabenya super cuek.


"Eh lo Leo, kan?" Tanya Mila. Semuanya menoleh ke arah Leo lalu menatap Mila bingung.


Leo hanya mengernyit, sumpah ngomong aja pelit gimana kalo masalah uang, oke fix pasti kikir.


"Menurut lo gue cantik gak, kan setahu gue kita ga pernah ngobrol jadi kita gak mungkin buat rencana kan. Lo jawab apa kata hati lo yang jujur!" Titah Mila yang super PD nya.


HAH?!


Semua melongo melihat aksi Mila yang PD nya tingkat dewa itu, iya kalo Leo bilangnya cantik, kalo gak? Mau ditaruh dimana tuh muka?!


"Ga cantik." Ujar Leo datar.


HAHAHA! tolong lenyapin Mila dari muka bumi, ternyata begini rasanya sakit tak berdarah. Mila langsung menyurutkan senyumnya yang mengembang tadi.


"Hahaha lo liat kan, lo ga cantik!" Ejek Abi membuat Mila ingin mencakar wajahnya.


"Menurut gue lo ga cantik, tapi lo menarik, gue ga pernah nemuin cewek kayak lo yang tangguh, berani, dan tabah. Senyum lo manis, wajah lo menurut gue ga cantik karna menurut gue lo itu imut. Dan cewek yang imut itu lebih menarik dari cewek cantik." Leo berucap panjang untuk pertama kalinya.


Demi apapun semuanya syok tingkat akud. Bowo dan Resti juga syok apalagi Boby dan Jino yang mungkin baru kali ini mendengar ucapan terpanjang Leo itu.


"Lo suka sama Mila?" Gio mulai nyalang menatap Leo.


Leo hanya tersenyum tipis, "gue ga tertarik sama Mila."


"Trus maksud lo tadi apa HAH!?" Bentaknya.


"Maksud gue itu Mila berharga. Jangan sampe lo nyesel karna berlaku seenak jidat dan akhirnya malah buat diri lo sendiri yang kehilanganya. Lo tau, tumbuhan kalo dikasih terlalu banyak air malah mati kalo kurang pun juga bakal mati," leo menjeda sejenak ucapanya.


"Itu juga sama kayak hubungan, kalo lo terlalu mengekang hasilnya malah berantakan." Entah apa yang terjadi pada diri Leo namun hari ini mungkin adalah hari dengan kalimat terpanjangnya sepanjang masa.


*****

__ADS_1


TBC.


__ADS_2