My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 5: De Javu


__ADS_3

VOTE.


Mila sedang berjalan-jalan di taman kota pagi ini, hari minggu. Mirisnya karna dia single (baca: jomblo) jadilah dia berjalan sendiri. Mila sebenarnya ingin mengajak Lia tetapi sepertinya suasana hati Lia kurang baik karna masalah kemarin jadi Mila mengurungkan niatnya.


Dia duduk dikursi kayu panjang, berwarna putih yang kebetulan kosong. Memejamkan matanya sambil mendongak untuk menenangkan pikiranya. Sampai tiba-tiba ada seseorang yang duduk disampingnya tanpa Mila sadari.


"Sendiri aja?"


Mila langsung mencelat kaget, membuka matanya perlahan dia lalu menatap seseorang yang duduk disebelahnya.


"Jino?!" Pekiknya.


Jino yang melihat reaksi kaget Mila malah terkekeh lucu.


"Iya nih gue. Lo ngapain disini?"


Mila membenarkan posisi duduknya.


"Jalan-jalan." Jawabnya jujur.


Jino hanya menganggukkan kepalanya kecil kemudian menatap sekeliling Mila seolah tengah mencari seseorang.


"Cari siapa?" Bingung Mila dengan penasaran.


"Lo kesini sendiri?" Jino malah balik bertanya.


"Iya, emang kenapa?" Mila mengernyit bingung, tidak paham.


"Pacar lo.." Jino menggantung ucapanya namun Mila jelas paham maksud Jino.


"Ah elah No, lo ngingetin gue aja kalo status gue jomblo." Jawabnya dengan wajah yang dibuat-buat sedih.


Jino tersentak kecil.


"Jadi lo jomblo?" Tanyanya untuk sekedar meyakinkan hanya dijawab anggukan oleh Mila.


"Ikut gue!" Jino menarik tangan Mila.


"Eh..kem-"


"Gue mau ajak lo nemuin temen-temen gue." Jelasnya seolah tau apa yang akan Mila katakan.


Jino membawa Mila sampai ke motornya, Mila awalnya ragu namun Jino bilang kalau dia ingin jadi temanya. Jadi menurut Mila nggak ada salahnya juga, toh kata Mami nya Mila harus menerima siapapun yang ingin menjadi temanya asal dia baik. Dan menurut Mila Jino orang yang baik ... mungkin.

__ADS_1


Setelah 15 menitan motor Jino membelah jalanan ibu kota, akhirnya sampai juga.


Yang dapat Mila amati tentang tempat ini adalah sebuah bangunan tua yang cukup terawat. Jino melangkah duluan diikuti Mila, sepanjang perjalanan Mila mengamati setiap apa yang dia lihat.


Sudah banyak motor yang berjejer rapi didepan bangunan itu, sepertinya itu motor teman Jino pikirnya.


Jino menaiki tangga, Mila awalnya takut karna suasana ruangan itu sangat mencekam tapi saat Jino menggenggam tanganya membuat rasa takut Mila sedikit berkurang.


Jino membuka pintu coklat tua disana dan hal pertama yang dapat Mila lihat adalah ... semua orang yang berada di ruangan itu langsung menghadap ke arah mereka. Mila langsung melotot kaget, jumlah mereka sangat banyak! Ini Mila cewek sendirian astaga.


Yang bener aja!!


Mila duduk di sofa panjang yang terletak ditengah ruangan itu, semua orang yang berada diruangan itu masih stay menatap Mila membuat gadis kurus tinggi itu jadi panik sendiri.


Jino yang sedang kedapur meninggalkanya begitu saja. Ruangan ini sangat luas dan lengkap, ada TV, sofa, kamar mandi, bahkan dapur seperti rumah pada umumnya. Ini Mila beneran mati gaya ya ampun!


Hingga seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi itu menatap kearahnya. Sepertinya Mila kenal, tapi dia lupa namanya. Orang itu tanpa aba-aba langsung berlari menghampiri Mila kemudian memeluknya erat, namun bukan seperti seorang kekasih melainkan seperti ibu dan anak.


Mila mencelat kaget ditempatnya!!


Mila hampir kehabisan napas karna orang itu memeluknya dengan sangat eratnya.


"WOY BOB, EDAN YA LO!!" Jino langsung menarik tubuh Boby, ya Mila baru ingat namanya. Lalu Jino menghempaskanya ke lantai dengan tidak santainya membuat Boby meringis kesakitan, tapi bukanya menolong semua orang diruangan itu malah kompak terbahak-bahak.


Mereka kira ini lagi stand up apa?!


"Mil lo gapapa?" Tanya Jino yang panik melihat Mila terbatuk batuk.


"AIR!" Teriak Jino keras entah kepada siapa.


Salah seorang disana membawa air kemudian menyodorkanya pada Jino yang langsung disahut Jino dengan tidak santai itu, dan meminumkanya kepada Mila dengan hati-hati sambil sebelah tanganya mengusap sayang punggung mila.


Semua orang diruangan itu takjub melihat fenomena itu, dari Jino yang sangat kasar dan arogan bisa menjadi sangat lembut dan penyayang. Sungguh langka! Bahkan ada beberapa anggota yang meyakini kalau Mila adalah pacar Jino.


"Lo udah gapapa, Mil?" Tanya Jino setelah menutup botol air lalu menaruhnya di meja.


"Gue gapapa kok ... tadi cuma kaget aja." Jelas Mila dengan suara serak.


Jino berdiri dari sofa dan menatap tajam Boby yang masih terduduk dilantai sambil memegangi bokongnya itu, semua anggota Bastar tidak ada yang berani menghentikanya, mereka masih ingin hidup soalnya.


Jino hendak melayangkan bogeman mentah ke wajah imut Boby namun langsung dihentikan oleh Mila.


"Udah No, gue gapapa kok!"mila memegang tangan Jino erat.

__ADS_1


"Lo baik baik aja, Bob?" Tanya Mila sambil membantu Boby berdiri.


"Gue gapapa berkat lo, Mil." Jawab Boby pelan. Mila hanya tersenyum simpul kemudian mensejajarkan tubuhnya didepan Jino yang masih mematung itu.


"Lo ga boleh kasar sama temen sendiri, kata Mami itu ga baik." Ceramahnya, speechles membuat seluruh orang diruangan itu cengo.


"Udah yuk aku mau pulang udah siang juga." Mila menarik tangan kekar Jino itu agar mengikutinya.


"Semuanya gue balik dulu ya! Oh iya nama gue Mila Kinara panggil aja Mila, hehe." tambah Mila saat berada diambang pintu kemudian melanjutkan jalanya.


***


Mila menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuknya karna menurutnya hari ini sangat melelahkan.


TING!


Bunyi notifikasi HP-nya membuat Mila dengan gontai duduk dan mengambil HP-nya yang ada diatas nakas.


Gio-Gio Burik: Gue didepan


rumah lo cepet keluar buruan!


14.23 PM Read.


Tanpa membalas pesanya Mila langsung berlari keluar rumah, kenapa hari ini banyak yang mendatanginya, sih.


Lagian darimana coba Gio tau alamatnya?!


"Ikut gue!" Mila yang baru sampai itu langsung ditarik paksa oleh Gio. Hellow ... main tarik-tarik anak orang sembarangan aja nih orang!


"Eh ... mau kemana, nih?!" Pekiknya kaget.


"Gue mau kenalin lo ke semua temen gue." Jawabnya santai.


Mila melotot kecil, ini kok kayak ... de javu, ya.


Tidak jauh berbeda dengan Jino tadi, motor Gio berhenti di depan warung biasa, tidak ada yang aneh pikirnya. Gio menarik tangan Mila memasuki warung tersebut, mereka disambut ramah oleh pemiliknya tapi yang mila herankan.


'Katanya mau dikenalin ke temenya kok sepi gini, sih?' Heranya sambil meneliti seluruh ruangan dalam warung yang memang sepi itu.


Hingga Gio membuka pintu belakang warung itu.


Mila hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


***


TBC.


__ADS_2