
VOTE.
Gio yang sedang berada di balkon kamarnya tersentak kecil saat sebuah notif masuk ke HP nya.
08233817****:send a pict/
18.23 PM Read.
08233817****:pacar lo tuh!
18.23 PM Read.
Dan disitu terdapat foto Mila dengan Jino tadi di perpustakaan saat posisi mereka berdekatan.
Gio mengepalkan tanganya geram. Dirinya sudah emosi sampai mukanya merah padam.
Saat Gio hendak ke rumah Mila untuk meminta penjelasan, lagi-lagi ada notif yang masuk.
08233817****:Datang ke taman deket rumah Muka sekarang!
18.25 PM Read.
Gio sangat kalut. Namun dia memutuskan untuk mengabaikan pesan tersebut. Dirinya memilih pergi ke rumah Mila.
Iya .. dirinya tidak boleh mudah terprovokasi.
*****
Tok ... tok ... tok ...
CEKLEK!
"Eh Nak Gio." Sapa Resti.
"Ehm..maaf ganggu malem-malem Tan. Milanya ada?" Gio berusaha tetap bersikap sopan didepan ibunya Mila.
"Oh ... Mila nya lagi keluar barusan. Nak Gio tunggu disini saja." Saran Resti.
"Gausah deh Tan, em.. Gio pamit aja kalau begitu." Gio kemudian menyalimi Resti dan pergi dari sana.
Gio dengan pikiran yang sedang melalangbuana entah kemana itu kemudian bergegas menuju motornya.
'Gue gak mau percaya, tapu gue harus buktiin!' Batinya dengan tegas..
Gio lalu memutuskan pergi ke taman yang dimaksud orang tidak dikenal tadi. Dalam hati Gio berdoa semoga orang yang mengiriminya pesan hanya pembohong, namun dilain sisi pikiranya mengatakan kalau dia harus membuktikanya.
__ADS_1
Setibanya disana, Gio langsung berjalan masuk lebih dalam ke taman. Karna tidak tau letak pastinya dia pun memutuskan untuk berkeliling.
Tepat saat dirinya menuju pohon mangga, yang dilihatnya sungguh membuat hatinya ...... mancleos seketika.
Gio melihat Mila yang sedang duduk di bawah pohon dengan seorang lelaki entah siapa yang belum Gio lihat wajahnya, mereka sedang berpelukan.
Tampak sangat jelas jika Mila tidak menolak perlakuan lelaki tersebut. Namun juga tidak membalas pelukanya.
Gio berjalan mendekat dengan kekecewaan yang teramat.
"Mil.." panggil Gio lirih namun masih mungkin untuk didengar mereka.
Mila dan lelaki itu reflek menoleh dengan kekagetan yang tidk bisa disembunyikan.
Dan lelaki tersebut adalah ....... Jino. Gio tersenyum sinis melihatnya.
"Gio." Mila menatap Gio kaget.
"Aku gak nyangka ternyata begini kelakuan kamu dibelakang aku." Ucap Gio lirih.
Mila langsung berlari dan berusaha menggapai tangan Gio namun ditepis kasar olehnya. "Jangan sentuh aku!" Gio mendesis dingin.
Seketika Mila merasakan hatinya bagai teriris oleh sesuatu yang tajam. angat .... sakit.
"Gio .. aku bisa jelasin, tadi Jino peluk aku karn---"
Jino yang daritadi hanya sebagai penonton pun mencoba melerai. "Yo, lo harus dengerin penjelasan Mila dulu." Ucapnya seraya mendekat.
Gio menatap tajam Jino lalu sebuah hantaman keras dia layangkan ke arah Jino.
BUGH!
"Brengsek lo!" Makinya.
"Asal lo tau aja Yo, meskipun gue suka sama Mila tapi gue tau Mila bahagia cuma sama lo, makanya gue lepas Mila." Jelas Jino sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
Gio tertawa remeh. "oh ya! Kalo gitu ada yang bisa jelasin ini." Lalu Gio menunjukkan HP nya, dimana terdapat foto Mila dan Jino yang dikirimkan orang tak dikenal tadi.
Mila terbelalak kaget. "kamu dapet dari mana?" Tanya Mila yang sangat ketara kaget.
Gio tersenyum sinis. "jadi bener Mil kalo lo selingkuh sama Jino?" Gio merunduk, air matanya langsung terjatuh bebas dari pelupuk matanya. Bahkan ... dia sudah menggunakan kosakata lo-gue.
"Eng--"
"Gue baru tahu ternyata lo itu cewek murahan!" Gio mendongak. Matanya memerah dengan pelototan tajam dan jari yang teracung kuat ke arah Mila.
__ADS_1
Deg.
Gio boleh memaki atau memukul Mila, tapi sampai mengatakan jika dirinya itu murahan .... Gio sudah keterlaluan!
"BRENGSEK!! LO GASADAR APA YANG BARUSAN LO UCAPIN!" Bentak Jino kalap. Tanganya sudah mencekram kuat kerah baju Gio.
Gio menatap remeh Jino. "sadar kok, barusan gue ngomong kalo dia itu murahan, kan?" Gio menepis kasar lengan Jino lalu berjalan mendekat ke arah Mila.
"Atau mungkin ... ******?"
PLAK!
Mila melotot lebar ke arah Gio setelah tamparan keras itu melayang. "KAMU BOLEH PUKUL ATAU MAKI AKU, TAPI JANGAN SEKALI-KALI KAMU RENDAHIN AKU!!!" Teriak Mila didepan wajah Gio.
"Kita putus!" Mila lalu menunjuk muka Gio dengan wajah memerah emosi.
Gio mengelus pipinya yang terasa panas lalu menatap datar Mila. "oke, lagian gue juga ogah punya pacar kayak lo!" Setelah mengatakan itu Gio lalu melenggang pergi dari sana.
"LO BAKAL NYESEL!!" Teriak Jino yang masih dapat didengar Gio. Namun Gio tampak acuh, pikiranya sedang kalut.
Namun, disisi lain.
"Akhirnya hubungan lo sama Gio hancur juga Mil." Seringainya lalu berlalu.
******
"Mil lo gak pa-pa?" Tanya Jino sambil membaringkan Mila di kasurnya. Mereka sudah di rumah Mila sekarang.
Mila menatap Jino lalu kembali terisak. "Gak ada cewek yang baik-baik saja kalo cowoknya ngatain dia murahan ... apalagi ******." Mila menutup wajahnya sambil menunduk.
Jino memeluk Mila, lalu mengelus punggungnya pelan. "Dia pasti bakal nyesel Mil. Pasti. Jino menatap tajam ke arah depan. Melihat keadaan Mila sekarang benar-benar membuatnya marah.
Mila membalas pelukan Jino karna saat ini yang dibutuhkanya hanya sebuah .... sandaran. "Thanks No, lo udah baik banget sama gue." Ucap Mila tulus lalu perlahan matanya memberat, dia terlelap.
Jino tersenyum kecil lalu menidurkan Mila pelan-pelan. "Padahal gue udah percayain lo buat Gio, tapi sayangnya dia bodoh banget sampe bisa ngelepasin lo kayak gini. Jadi jangan salahin gue kalo Mila bakal jadi milik gue." Monolognya lalu melenggang keluar.
Tepat saat dirinya berada diruang tamu, dia bertemu orang tua Mila dan juga Abi.
"Sekarang jelasin!" Ucap Abi to the point.
Karna tadi saat Jino membawa Mila pulang dalam keadaan menangis semua orang dibuat panik. Dan karna Mila tidak mau menjelaskan, maka Jino pun berjanji akan menjelaskan semuanya namun setelah menidurkan Mila. Dan sekarang adalah saatnya.
Jino menghela napas pelan. "Jadi, tadi itu.."
*****
__ADS_1
TBC.