My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 7: Cemburu Kah?


__ADS_3

VOTE.


"Mil gue boleh nanya ga?" Lia menyedot minumannya itu sambil berkedip ke arah Mila.


"Hm."


"Lo tuh ada hubungan apa sih sama Gio?" Tanya Lia penasaran.


"Temen." Mila menjawab santai.


Lia hanya mengangguk. Sedetik kemudian dia menyahut.


"Temen tapi mesra, ya." Goda Lia.


"Uhuk...uhuk..." Mila tersedak makananya sendiri. "Ngawur ya lo, mesra dari hongkong, ha?!" Kesalnya.


Lia cekikikan melihat ekspresi Mila.


"Iya iya ... sans dong, orang gue cuma bercanda." Ucap Lia dengan menampilkan deretan gigi putihnya.


"Bodo amat lah, Ya." Mila benar-benar geleng kepala dengan tingkah sahabatnya satu ini.


Tidak lama kemudian terdengar suara riuh dari seisi kantin. Mila paling hafal, pasti Gio dan komplotanya penyebabnya.


'Woahh suamiku tuh!!!'


'Ngarep!'


'Gio ku kok tambah ganteng, sih?!'


'Eh ... liat tuh Abi makin cool, deh. Bukunya beruntung banget bisa di elus-elus sama dia.'


'Dino errr .... senyummu memabukanku!'


'Bram kau adalah pangeranku.'


'I love you Gio.'


EDAN KALI MEREKA!


Mila bahkan sampai bergidik ngeri mendengar suara mereka.


Apa tadi mereka bilang? Beruntung jadi buku nya Abi soalnya bisa dielus-elus. Sorry-sorry aja lah yaw, Mila bahkan semalem habis di cium Abi. Ga sombong loh dirinya.


"Mil lo mau kemana?" Tanya Lia saat tau Mila akan beranjak.


"Gue mau ke kelas." Jelas Mila sambil berdiri.


"Oh yaudah gue masih mau disini. Lo duluan aja."


Mila hanya mengangguk kemudian pergi dari sana. Mila melewati meja Gio dan kebetulan mata mereka bertatapan beberapa detik, membuat Gio masih fokus bahkan saat punggung Mila sudah menghilang di balik tembok.


"Wah si Bos ... lihat boleh, tapi jangan segitunya juga dong!" Cibir Dino karna Gio sedari tadi menatap punggung Mila yang menjauh dari kantin itu.


"Bacod!" Jawabnya acuh kemudian mulai menyantap makananya lagi. Dino hanya mencuatkan bibirnya kesal.


"Bos, lo udah nyusun rencana buat ngelawan geng Bastar?" Tanya Abi setelah meletakkan bukunya.


"Udah." Jawab Gio singkat.


"Gimana Bos rencananya?" Tanya Bram penasaran.


Gio memutar bola matanya jengah.


"Lo pikir ini base camp kita?"


Bram meringis kemudian memakan makananya kembali.


"Sorry gue lupa." Ujarnya.


Tidak lama kemudian kumpulan cabe ijo datang. Bukan cabe ijo beneran, tapi sebutan yang dilayangkan kepada Sasa dan antek-anteknya yang rambutnya berwarna hijau itu. Bagaimana hal seperti itu diperbolehkan di sekolahanya? Tentunya peran orang tua mereka ikut andil.


"Hay sayang, kamu udah lama disini?" Tanya Sasa dengan tangan yang sudah bergelayutan di lengan Gio.


Sumpah Gio jijik!

__ADS_1


"Gue duluan!" Dengan paksa Gio kemudian melepas paksa tangan Sasa dan pergi dari kantin.


***


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari tadi tapi Mila masih berada di halte bus.


Mila terkejut saat ada seseorang yang menghampirinya.


"Jino?" Tanya Mila ga percaya.


"Lo lagi nunggu bus?" Jino malah balik bertanya.


"Hm, daritadi ga ada satupun bus yang nongol." Jawab Mila sambil sesekali memerhatikan jalanan.


"Gue anter pulang mau?" Tawar Jino tiba-tiba. Mila terdiam, menimbang-nimbang namun akhirnya memutuskan untuk mengiyakan ajakanya.


Lumayan lah ... ongkos gratis, hehe.


"Boleh deh." Ucapnya dengan senyum semanis mungkin.


Jino menatap Mila sejenak, kenapa ... hatinya bergetar begini?


***


Motor Jino sudah berhenti di pelataran rumah Mila. Mila mengucapkan terima kasih kemudian memasuki rumahnya.


"Ehm ... ehm ... wah Pah! Anak kita banyak yang naksir kayaknya, kemarin di datengin cowok bermotor merah sekarang dianter cowok bermotor hitam." Sindir Mami nya sesaat setelah Mila menapak ruang tamu.


Mila mendengus mendengarnya.


"Assalamualaikum, Mom ga usah fitnah deh!" Omel Mila setelah mencium tangan Mami dan Daddy nya.


"Waalaikumsalam." Sahut orang tuanya setelah itu terkekeh pelan melihat ekspresi Mila yang lucu karna sedang kesal itu.


"Tapi bener Mil, kamu sering gonta-ganti cowok? Daddy ga setuju kalo sampai benar!" Tegas Bowo, Daddy Mila.


"Ishh! Apaan sih Dad emang cowok baju apa gonta ganti, Mila cuma temenan ga lebih!" Bantah Mila kesal.


"Oh ... bagus kalo gitu." Ujar Bowo kemudian meminum kopinya.


Mila langsung melemparkan tasnya entah kemana dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur sampai dia ketiduran.


Mila membuka matanya dan tidak disangka jam menunjukkan pukul 20.10 Mila langsung mandi dan turun ke ruang makan.


"Udah bangun, Mil?" Tanya Resti setelah Mila duduk di kursi.


"Yaudah lah Mom, kalo belum bangun trus ini siapa? Setan!" Mila sewod sendiri.


"Santai Neng, kalo galak-galak ntar ga ada yang mau loh." Goda Resti sambil terkekeh.


Mila hanya memutar bola mata jengah. Kemudian mulai memakan makananya. Mereka makan dalam diam.


"Mil habis ini ikut gue ke Alpa, ya?" Ajak Abi setelah menghabiskan makananya.


Mila mengangguk. "Bentar gue ambil jaket dulu." Mila lalu berlari kecil keatas kemudian turun dengan menggunakan jaket bomber berwarna merah marunnya.


"Mom, Dad, Mila sama Abi pamit keluar dulu, assalamualaikum." Pamit Mila saat mereka berdua keluar rumah.


"Waalaikumsalam!" Jawab Resti dan Bowo bersamaan.


***


"Habis ini langsung pulang ya, Bi?" Tanya Mila setelah mereka keluar dari Alpa.


"Emang lo mau kemana lagi?" Abi malah balik bertanya.


Mila diam sejenak untuk berfikir kemudian berkedip ke arah Abi.


"Kita ke taman kota aja gimana?" Tawar Mila.


"Boleh." Lalu mereka berdua berangkat menuju taman kota.


.


.

__ADS_1


.


Mila bersandar di bahu Abi sambil memainkan tangannya, kalau tidak tau mereka Adik Kakak pasti orang-orang sudah mengira mereka pasangan kekasih, umur mereka seumuran juga karna mereka kembar tidak identik.


"Bang." Abi sedikit kaget saat Mila memanggilnya Abang. Karna biasanya Mila langsung memanggil namanya, katanya sih kalau manggil Abang terlalu lebay.


"Kenapa, Dek?" Abi ikut memanggil Mila dengan sebutan Adek.


Mila membenarkan duduknya.


"Kalau suka sama dua orang itu mungkin gak, sih?" Mila menatap manik mata Abi intens.


Abi kaget namun ekspesinya selalu dibuat sedatar mungkin.


"Lo suka dua orang?" Tebaknya membuat Mila terdiam sejenak lalu kemudian menggedik acuh.


"Udahlah ga jadi, gue ngantuk. Ayo pulang!" Mila mengalihkan topik kemudian menarik tangan Abi untuk beranjak.


Abi gemas sendiri dengan Mila, memang beginilah Adiknya ... suka ga jelas.


Tanpa sengaja Abi dan Mila bertemu dengan Gio, Bram, dan Dino.


Mereka nampak keget karna Mila dan Abi sepertinya dekat.


Mila langsung melepaskan genggaman tanganya reflek. "Eh ... kalian lagi ngapain disini?" Tanya mila untuk mencairkan suasana.


"Kita jalan-jalan aja kok, lah ... kalian juga ngapain disini?" Tanya Dino penasaran.


"Eh, a-anu kita itu..." Mila meracau tidak jelas untuk mencari alasan.


"Kita lagi jalan-jalan." Sahut Abi santai. Mila menghela napas lega.


Gio sedari tadi hanya menatap mereka datar namun hatinya terasa bergemuruh.


Rasanya ada perasaan kesal dan tidak suka dalam hatinya.


"Jalan-jalan? Emangnya ada hubungan apa diantara kalian?" Tanya Dino masih penasaran.


Sumpah! Mila sudah mengumpat dalam hati, kenapa Dino kepo banget HA?!


Saat Mila masih mencari alasan untuk menjawabnya, Abi menyahut santai.


"Mila tetangga gue." Jelasnya tentu saja bohong.


Mereka bertiga kompak melotot kaget tak percaya. "Oh ... gue kirain kalian pacaran." Ujar Bram yang sejak tadi hanya sebagai pengamat.


"Ya nggak lah! Abi udah gue anggep kayak Kakak gue sendiri!" Jawab Mila tegas.


Mila tertawa sumbang dalam hati memikirkan jawabanya itu.


'Abi kan emang Abang gue, kandung pula.' Tawanya dalam hati.


"Lo mau pulang, ya?" Tanya Gio yang sedari tadi hanya diam seperti patung. Entah kenapa Gio lega saat tau kalau Mila tidak menjalin hubungan dengan sahabatnya itu.


"Iya nih." Mila menatap mereka berempat bergantian.


"Mau gue anter?" Tawar Gio.


"Gue dapet amanah dari Mami nya Mila buat nganter Mila." Timpal Abi membuat Gio langsung menatap kearahnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


Dalam hati Mila bersorak bahagia ternyata Abang nya jago berdusta juga.


"Sorry ya, Yo." Sahut Mila menatap Gio tidak enak.


"Ga pa-pa, yaudah gue duluan." Gio kemudian pergi bersama kedua sahabatnya itu.


Mila menoleh ke Abi sambil tersenyum penuh arti.


"Kenapa?" Tanya Abi bingung melihat tingkah Mila.


"Ternyata Abang gue pinter ngibul juga." Mila kemudian berlari karna pasti akan ada ledakan.


"MILA!!!" Teriak Abi kemudian mengejar Mila yang sedang tertawa itu.


***

__ADS_1


TBC.


__ADS_2