My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend
Part 14: Pernyataan Cinta


__ADS_3

VOTE.


TING!


Gio-Gio Burik: Dimana?


11.45 PM Read.


Mila mengernyit heran membacanya. Kenapa Gio menanyakan dia ada dimana. Mila pun tak ambil pusing dan membalasnya.


Me: Gue masih


dikelas, kenapa?


11.47 PM Read.


Gio-Gio Burik: Gue kesana.


11.47 PM Read.


Mila melongo di tempatnya. Ngapain coba Gio samperin dia?


"Ya, Gio mau kesini." Mila menoleh ke arah Lia.


Lia yang sedang asik bermain HP pun langsung menjatuhkan HP-nya kaget.


"Whatt? Ngapain?" Bingungnya.


Mila pun menggedikkan bahunya karna tidak tau juga. "Lah ... mana gue tau, Ya." Mila menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.


Tidak lama kemudian Mila mendengar kehebohan, Mila langsung menoleh ke pintu, dan disana ... ada Gio yang berjalan santai memasuki kelasnya.


"Ikut gue bentar!" Gio lalu menarik tangan Mila tanpa permisi.


"Kem-" belum sempat bertanya, Gio sudah menariknya.


Gio menggandeng tangan Mila dan membawanya keluar kelas yang sontak membuat semua siswa menjerit histeris.


"Mau kemana sih, Yo?!" Kesal Mila.


Gio tidak menjawab dan terus saja menggandengnya.


"Mau kem-- aduh!" Pekik Mila karna terbentur punggung Gio saat Gio tiba-tiba berhenti. "Ngomong dong kalo berhenti. Sakit tau pala gue!" Dumel Mila sambil mengelus kepalanya.


Gio membalikkan badanya dan menatap datar wajah Mila. "Makanya jangan banyak ngomong!"


Mila mendengus namun setelah itu dia mengernyit. "Lah ... ngapain kita ke belakang sekolah?" Bingungnya saat baru sadar kalau Gio membawanya kesana.


Gio tidak menjawab dan malah duduk di kursi samping tembok. Mila yang bingung pun ikut duduk juga. "Ngapain sih Yo kita kesini?" Tanya Mila tidak mengerti.


Gio tersenyum manis. "Gue cuma mau ngomong sama lo." Ujarnya sambil memandang ke arah wajah Mila.


"Ngomongin apa emang? Kok sampai kesini segala?" Heran Mila.


Gio tanpa aba-aba langsung memeluk Mila. Membuat Mila kaget setengah mati, untung Mila tidak punya riwayat jantung. Kalau nggak ..... udah ****** dia.


"Gue gak suka lo deket sama cowok lain." Bisik Gio masih tetap memeluk Mila.

__ADS_1


"Maksud lo, gue gak ngerti?" Mila berkedip linglung. Efek Gio memang seberpengaruh ini untuk dirinya.


"Gue gak suka lo deket sama Jino!" Kali ini ada nuansa dingin dalam ucapanya.


Deg ... apakah Mila sakit jantung? Tidak, Mila masih sehat! Lalu kenapa jantung Mila berdetak tak karuan seperti ini. Bahkan Mila bisa merasakan panas yang menjalar di pipinya.


"Mil!" Panggil Gio karna merasa Mila tidak meresponya.


"Eh... a-apa, Yo?" Mila sudah gelagapan sendiri.


Gio mengurai pelukan mereka lalu menatap manik mata Mila dalam.


"Gue bilang, gue gak suka lo deket sama Jino!" Ulangnya namun dengan intonasi lebih tegas.


"Emangnya kenapa? Toh Jino orangnya baik juga, kan?" Mila balik menyorot Gio.


"Lo pengen tau alasanya?" Ujar Gio datar.


Mila menganggukan kepalanya.


Gio memajukan wajahnya membuat jarak mereka semakin menipis. Mila langsung syok dengan apa yang dilakukan Gio barusan. Mau ngapain dia?!


Cup.


Gio mengecup kening Mila lama lalu setelah itu matanya kemudian pipinya dan terakhir hidungnya. Mila berkedip-kedip polos.


APA-APAAN INI?!!!


Rasanya roh dalam diri Mila sudah melayang entah kemana. Sial! Gio bisa membunuh Mila kalau begini.


"ltu jawabanya." Ucap Gio sambil mengelus pipi Mila perlahan.


Gio langsung terkekeh pelan. Sepertinya Gio tidak salah memilih Mila sebagai gadisnya, dia benar-benar polos


dan ... manis.


"Jawabanya itu karna aku suka sama kamu. Aku cinta sama kamu, kamu mau jadi pacarku?" Gio berlutut di hadapan Mila sambil menyerahkan setangkai mawar yang dikeluarkanya dari dalam jaket.


YANG BENER AJA!!!


Jika ada kata lain yang bisa menggambarkan betapa syok nya Mila, tolong beritahu Mila! Gio pakai kata


aku-kamu, lalu berlutut di depan Mila, dan menyatakan perasaanya dengan begitu manisnya. SUMPAH INI SOSWEET!!! Mila hampir tidak bisa mempercayai semua ini.


Mila mencubit pipinya sendiri dengan keras untuk membuktikan apakah dia sedang bermimpi atau tidak.


"Aw.." Mila meringis saat pipinya terasa sakit.


"Kamu gak mimpi Mil. Aku beneran serius. Dan tepat hari ini tanggal 18 desember 2018. Mila Kinara aku akan ulangi lagi pertanyaanku, will you a my girlfriend?" Gio tersenyum namun tidak bisa dipungkiri kalau dirinya merasakaan tegang yang begitu luar biasa.


"Berikan gue alasan kenapa lo sampai cinta sama gue?" Pinta Mila untuk menguji pemuda didepanya ini.


"Aku suka sama kamu karna cuma kamu yang bisa buat aku nyaman, cuma kamu yang aku miliki sekarang." Gio sedikit menunduk saat mengatakan kalimat terakhirnya itu.


Mila menatap Gio sejenak, senyum sabit muncul dari bibir manisnya itu. Menarik napas dalam Mila lalu menatap mantap ke arah Gio. "I will." Jawab Mila disertai senyum manisnya.


Gio terbelalak. "Kamu mau jadi pacarku?!" Ulangnya untuk meyakinkan.

__ADS_1


Mila hanya menganggukan kepalanya mantap.


Gio langsung tersenyum lebar, terlampau lebar hingga giginya yang rapi itu kelihatan semua. Dia lalu memeluk tubuh Mila erat. "Thanks Mil, aku seneng banget. Jangan pernah tinggalin aku." Ujarnya lembut, Mila hanya mengangguk dalam dekapanya.


Setelah itu Gio mengurai pelukan mereka. "Nih buat kamu." Gio menyodorkan setangkai mawar yang sedari tadi dia pegang.


"Makasih Yo. Lo ternyata bisa sosweet juga ya, hehe." Mila menyengir kecil.


"Mulai sekarang panggilnya aku-kamu!" Perintah Gio mutlak.


Mila mengangguk setuju. "Siap!" Lalu mereka berdua berpelukan kembali sambil tertawa bersama.


"Yaudah yuk ke kelas, bentar lagi bel." Gio menggandeng tangan Mila lembut sambil merangkulnya.


Sementara itu sedari tadi ada yang mengintip mereka dibalik tembok dengan kilatan mata yang tajam.


"Sial! Gue bakalan hancurin hubungan mereka!" Desisnya dengan senyum miringnya.


***


Mila sedari tadi berguling-guling, meloncat-loncat, bahkan berputar-putar. Mungkin Mila sudah gila setres karna bucin. "Gue pacaran sama Gio. Gila dia sosweet banget sumpah! Gue butuh napas! Aaaaaa!!!" Mila mengipas-ngipaskan tanganya ke wajahnya yang terasa menyengat itu.


"Mil ... lo punya shamp--" ucapanya mengambang begitu saja saat melihat Adiknya itu tengah meloncat-loncat di atas kasur.


"Mil, lo sehat?" Tanyanya sambil menempelkan punggung tanganya ke dahi Mila.


Mila menepisnya dengan kasar. "Ish! Gue tuh masih sehat wal afiat. Lo cari shampo, kan? Noh ambil aja dikamar mandi!" Ucapnya sambil menunjuk kamar mandi.


Abi sekarang sudah tidak tertarik pada shampo lagi, dia malah tertarik pada Adik satu-satunya ini.


"Lo habis ditembak cowok yha?" Tebaknya yang sangat tepat sasaran.


Mila langsung menoleh kearahnya. "lhh... apaan sih! Ga usah sotoy lo jadi orang!" Sanggahnya cepat.


"Yang jujur! Masa sama Abang sendiriĀ  bohong. Gue pecat jadi Adik tau rasa lo!" Ancamnya membuat Mila langsung merengut.


Mila langsung melotot tidak terima.


"Mainya ancem-ancem segala! Iya gue habis ditembak cowok, puas!" Ujarnya ketus dan jutek.


Abi terbelalak kaget. "siapa? Jino atau Gio?" Tanyanya.


Mila menatap Abi tidak suka. "kok bawa bawa Jino deh. Gue tuh sama dia cuma temenan. Inget yha, TEMEN!" Ujarnya dengan mengeja akhir kata.


"Trus berarti Gio?" Tebaknya dan shit!Umpat Mila kesal. Kenapa tepat banget deh.


Mila tidak menjawabnya dan malah memalingkan wajahnya. "lo beneran ditembak sama Gio?" Abi hampir tak percaya. Meskipun dia sudah tau kalau Gio menyukai Adiknya tapi tidak percaya akan secepat ini.


Mila menoleh ke arah Abi sambil tersenyum senyum gaje. "iya, hehe."


"Lo terima?" Keponya.


Mila mengangguk. "gue terima lah, orang gue juga suka sama dia." Katanya sambil menerawang wajah tampan Gio.


Abi mendengus. "yaudah kalo gitu cepet tidur, udah malem. Kalian pacaran boleh tapi ga boleh melewati batasan. Inget?!" Mulai deh ceramahnya.


Mila hormat ke Abi. "siap laksanakan!" Setelah itu Mila sudah menjelajahi alam mimpi.

__ADS_1


***


TBC.


__ADS_2