
VOTE.
FLASHBACK ON.
Kidra berjalan memasuki rumahnya dengan keadaan sangat berantakan.
"Habis berantem lagi yha, Bang?" Tanya Mila sambil menonton TV.
Kidra berjalan mendekati Adiknya itu.
"Nggak kok, gue cuma adu bogem aja." Ucapnya santai.
Mila mendengus kesal, berantem sama adu bogem tuh bedanya apa coba?
"Terserah deh!" Kesalnya lalu meninggalkan Kidra.
Kidra malah cekikikan melihat Adiknya yang sangat lucu menurutnya, Kidra memang kejam dan beringas tapi kalau sudah bersama Adiknya ini dia akan sangat lembut dan hangat.
Kidra sekarang duduk dibangku SMP dia adalah leader geng Bigtrap, yaitu geng terbesar dan paling berkuasa di Bandung.
Di suatu hari, geng Kidra sedang bertarung melawan geng Dito yaitu musuh bebuyutanya. Mereka bertarung untuk berebut wilayah kekuasaan.
Geng Dito sudah hampir mengalami kekalahan karna mereka memang bukan lawan yang sebanding untuk kidra. Namun Dito mempunyai rencana yang licik.
"Kalo kalian ga nyerah gue bakal habisi Adik lo ini!" Bentaknya dengan seringaianya.
Kidra memaku, melihat Mila yang sedang disandra oleh musuhnya itu.
"BERLUTUT DI HADAPAN GUE!!!" Teriak Dito kesetanan.
Mila sudah menangis sesenggukan, dia sangat takut karna Dito menodongkan pisau tepat didepan perut Mila.
Kidra sangat emosi namun dia menuruti kemauan Dito. Dia berjalan mendekati Dito dan...
Bugh!!!
Jleb!!!
Dia langsung membogem Dito namun sayangnya diwaktu yang bersamaan Dito juga menusukkan pisau ke perut Mila.
"MILA!" Pekik Kidra syok.
"Gu...gue..ga kuat..sa...sakit.." Mila langsung pingsang dipangkuan Kidra. Dito sudah dibawa ke kantor polisi namun sebelumnya Kidra sudah memberi balasan yang tidak akan pernah Dito lupakan seumur hidup, yha ... Kidra menusuk kedua bola mata Dito sampai membuatnya buta. Kejam memang tapi itulah Kidra.
Orang tua mereka membawanya ke Amerika untuk pengobatan karna Mila koma. Selama itu juga Kidra dilarang menemui Mila sebagai hukuman, selama satu tahun itu.
Kidra berada pada titik terendahnya, dia sudah meninggalkan gengnya, dia juga mengubah namanya dan berusaha berubah.
Setelah kembalinya Mila, keluarga mereka pindah ke Jakarta dan Kidra mengubah nama panggilanya menjadi Abi untuk menyembunyikan identitasnya sebagai mantan leader Bigtrap.
Meskipun dia tetap anggota geng Lion sekarang, tapi dia tidak segila dulu. Dia berusaha mengubah hidupnya demi Adiknya dan itu merupakan salah satu alasan dia menyembunyikan identitas Mila sebagai Adiknya.
FLASHBACK OFF.
****
Hari ini Mila sudah diperbolehkan pulang, untungnya orang tuanya sedang ada urusan bisnis sehingga Abi tidak usah repot menyiapkan alasan.
"Sekarang lo tidur, lo harus istirahat yang cukup." Abi mengelus surai rambut Mila.
Mila mengangguk dan tersenyum.
Abi pun berjalan keluar kamar Mila.
Mila bingung bagaimana harus mengabari Gio jika Abi selalu saja melarangnya. Sampai HP-nya berdering menandakan notifikasi. Soal HP-nya kemarin Abi sudah membelikanya yang baru, jadi Mila tinggal memindah sim card nya saja.
Gio-Gio Burik: Mil kamu kemana?
Kok kemarin ga masuk sekolah,
sakit nya parah yha?
14.32 PM Read.
Gio-Gio Burik: Mil kamu
dimana?
14.33 PM Read.
Gio-Gio Burik: Pliss jawab, Mil?
14.33 PM Read.
__ADS_1
Gio-Gio Burik: Mil?
14.33 PM Read.
Gio-Gio Burik: Mil?
14.33 PM Read.
Gio-Gio Burik: sayang..
14.33 PM Read.
Dan begitulah seterusnya sampai kurang lebih 99+ chat dan 50 panggilan dari Gio.
Mila terkekeh pelan, ternyata Gio sangat mencemaskanya. Mila jadi tidak enak hati karna baru melihat nontifikasi nya, itu karna Abi menyimpan HP Mila dan mematikan data selulernya.
Mila yang tidak tega pun membalas chat Gio dan mengabaikan larangan Abi yang menyuruhnya menjauhi Gio.
Me: Aku udah baikan kok.
14.35 PM Read.
Baru setengah menit Mila mengirimkan pesan itu, Gio sudah langsung membalasnya.
TING!
Gio-Gio Burik: Kamu dimana
sekarang? Di rumah atau
di RS? Aku pengen ketemu kamu.
14.35 PM Read.
Me: Aku di rumah,
kamu ga usah repot-repot
kesini, aku udah baikan kok.
14.36 PM Read.
Gio-Gio Burik: OTW sayang..
Mila langsung blushing seketika saat melihat pesan yang Gio kirim, ga Mila sangka Gio ternyata romantis juga. Rasanya diromantisin sama kutub es tuh ... AMBYAR!
"Lah gila! Kan Abang di rumah, duh bahaya nih kalo Gio dateng sekarang!" Mila kelimpungan sendiri saat baru mengingat Abi.
"Duh ... gimana, nih?!" Gumamnya pada diri sendiri.
Mila memikirkan cara agar Abi tidak bertemu dengan Gio, dan ... IYA! Dia punya ide.
Me: Bi, beliin gue terang bulan
coklat keju dong, pliss.
14.40 PM Read.
My ****: Lo tuh sakit!
Harusnya makan bubur,
lagian malem gini dimana
coba yang jualan.
14.42 PM Read.
Me: Kalo ga mau yaudah..
14.42 PM Read.
My ****: OTW.
14.43 PM Read.
Mila tersenyum puas, akhirnya Abangnya bisa dihempas dari rumah, eh ... tunggu dihempas? Adik durhaka emang Mila.
TING! TONG!
Bel rumah Mila berbunyi, Mila yakin pasti itu Gio. Mila tidak perlu repot membukakan pintu karna pasti Bi Suti yang membukakanya, lagian kondisi Mila belum prima sehingga tidak bisa banyak bergerak.
Pintu kamar Mila diketuk beberapa kali lalu mulai terbuka menampilkan Gio, pacarnya yang sangat tampan itu, apalagi saat ini Gio memakai topi yang dibalik kebelakang rasanya ketampananya jadi double.
__ADS_1
Gio tampak begitu cemas, dia berjalan cepat mendekati Mila dan langsung memeluknya erat.
"Kamu ga pa-pa, kan?" Tanyanya cemas.
"Aku sih ga pa-pa, tapi kalo kamu meluknya erat banget gini. Aku bisa kenapa-napa, hehe." Ujarnya lalu menyengir.
Gio langsung merenggangkan pelukan mereka, namun masih enggan melepaskaanya.
"Aku tuh cemas banget sama kamu?Kenapa ga bales chat aku trus telfonku ga kamu angkat? Kenapa ga ngabarin aku sih, kamu marah yha sama aku?"
Gio memeberondong Mila banyak pertanyaan sekaligus.
Mila terkekeh pelan, Gio sangat cerewet ternyata.
"Aku ga bisa bales chat atau angkat telfon kamu karna hp aku lowbat, trus gimana aku bisa ngabarin kamu coba?" Mila terpaksa berbohong, ya kali Mila bilang kalo HP-nya di sita Abi. Pasti masalahnya ga kelar-kelar.
Gio mengurai pelukan mereka dan mencium kening Mila pelan.
"Kamu tau ga, aku rasanya hampir gila mikirin kamu." Ujarnya sambil menatap manik mata Mila dalam.
Mila tersenyum simpul, Gio sangat menyayanginya dan menurut Mila pilihanya untuk menjadikan Gio pacar tidak lah salah. "Maaf yha karna udah bikin kamu khawatir." Ujarnya lirih.
Gio tersenyum. "aku rela bahkan ngorbanin nyawaku sekalipun, jadi kamu ga usah minta maaf lagi. Oke?"
Mila mengangguk.
"Mil harusnya waktu itu aku ga usah berantem, pasti kamu ga bakalan begini. Ini semua salahku, aku minta maaf." Akunya merasa bersalah.
Mila mencoba untuk duduk dibantu Gio dan kemudian dia memeluk Gio. "Kamu ga salah. It's oke, kejadianya udah berlalu jadi kita lupain aja." Mila mencoba menenangkan Gio.
Gio merasa sangat bahagia, meskipun dia tidak punya keluarga namun sekarang kehadian Mila membuatnya merasakan kembali hangatnya kasih sayang. Gio sangat jatuh pada pesona gadis ini.
Mila mengurai pelukan mereka lalu menyandarkan tubuhnya pada bahu Gio.
"Mil aku seneng banget." Ujar Gio tiba-tiba.
Mila mengernyit bingung. "seneng kenapa?"
Gio menggenggam erat tangan Mila seolah tidak mau membiarkanya pergi.
"Karna semenjak aku kenal kamu hidupku yang dulunya kelam mulai kembali cerah." Terangnya.
Mila tertawa keras.
"Kok ketawa sih Mil, kamu ngerusak suasana aja!" Ketusnya ngambek sambil mengerucutkan bibirnya.
What?! Seorang leader Lion yang terkenal galak bisa manja, ini harus dicatat dalam keajaiban dunia.
"Hahaha ... habisnya kamu kebanyakan lihat drakor yha jadi lebay gitu." Ejeknya.
Gio menaikkan sebelah alisnya. "aku ga lebay Mil, lagian aku ga pernah lihat kor kor ekor?" Bingungnya.
Mila yang gemas pun menarik hidung mancung Gio. "ih sakit Mil!" Ujarnya tidak terima.
"Habisnya kamu sih, jadi orang kudet banget. Yang aku maksud tuh DRAKOR buka EKOR!" Paparnya dengan menekankan dua kata tersebut.
Gio mendengus sebal. "ya deh terserah. Drakor kek, ekor kek, ga peduli aku!" Ketusnya dengan nada ngambek.
Mila geleng-geleng kepala. Harusnya yang ngambek-ngambekan kan Mila bukan malah Gio. "ih kamu lagi dapet yha makanya ngambek mulu hahaha." Sindirnya.
Gio tersenyum dan mengecup pipi Mila sekilas. "aku sayang sama kamu."
"Iiih kok ga nyambung, sih!" Dumelnya. Tak ayal pipinya juga merona.
Gio terkekeh dan mengelus pipi Mila. "yha dinyambungin dong. Yang."
"Apanya yang dinyambungin?" Tanya Mila sok-sokan polos.
"Anu nya." Ujar Gio malah ambigu.
"Apaan sih, kok ambigu?!" Kesal Mila.
"Lah maksud ku tuh hati kita, emang kamu mikirnya apa hayo. Lagi mikir mesum yha!" Godanya.
"Tau ah bodo!"
"Hahaha... iya deh maaf." Gio tertawa keras, sangat lucu pikirnya pacarnya ini.
Mereka memang dalam tahap yang menyenangkan, namun dalam setiap hubungan pasti ada rintanganya. Dan mungkin setelah ini mereka akan menghadapinya.
*****
TBC.
__ADS_1