My Dating Story

My Dating Story
Story Three Si Teman Tak Dikenal


__ADS_3

Hari Senin


  Hari ini Abi ditugaskan untuk menjemput audit yang tiba dibandara sekitar pukul 10 pagi, karena perjalanan cukup jauh Abi langsung berangkat dari kosnya ke bandara. Vira berada di kantor saat melihat kantor menjadi lebih sunyi dari biasanya, bahkan para sales yang cerewet pun agak tenang, dan kertas-kertas PO yang biasanya berserakan di meja juga menjadi rapi diletakkan didalam laci masing-masing. Admin sales pun menjadi lebih sibuk menyiapkan laporan-laporan dan merapikannya, tidak hanya Sales yang juga menjadi super sibuk, Wili dan seluruh Operation tidak kalah sibuknya, dan sekali lagi mereka menjadi lebih pendiam dari biasanya. Bahkan waktu Vira keliling ke Gudang, gudang pun terasa lebih bersih dan rapi dari biasanya. Dan semua label jumlah tiap stack terlihat lebih jelas. Sepertinya hanya Vira yang tidak terusik karena tidak termasuk bagian dalam audit.


Waktu makan siang pun tiba namun para admin malah terlihat makin panik, dan Vira mengajak Tina makan siang


“Mbk Tin, makan yuk.”


“Sebentar.” kalau ada yang bilang begini dan dia orang makassar jangan pernah ditunggu karena artinya nanti dan itu bisa lama.


“yaudah aku duluan ya, mau aku beliin gak mbk?”


“kamu makan dimana?”


“tempat biasa.”


“Boleh deh, aku pakai ayam goreng ya sama sayur juga.”


“ok mbak siap.”


Dan Vira pun berangkat ke warung tunjuk-tunjuk (warung makan seperti warteg) yang letaknya tidak jauh dari kantor dan membeli makanan untuk dibungkus dan kembali lagi ke kantor.


“makan mbak.” Vira berkata sambil meletakkan nasi bungkus di meja Tina


Tina yang terlihat sangat sibuk dan agak panik cuma mengangguk dan mengibaskan tangannya menandakan dia masih sibuk dan Vira bisa makan duluan.


Sekitar hampir pukul 2 siang, Vira mendengar sedikit ribut-ribut suara langkah dan kemudian ada suara Abi yang semakin mendekat dan berjalan masuk ke ruangan Vira bersama dengan Audit.


Namanya Wandy, dia memiliki wajah yang bisa dibilang menarik, tampan walaupun tidak setampan Toma, tetapi ya sebenarnya tidak bisa dibandingkan juga karena mereka berbeda tipikal, kulitnya bersih dan badannya cukup bagus tidak kurus atau pun gemuk, dia berkacamata, dan terlihat pintar, namun keberadaanya telah membuat Vira harus menutup mulutnya bahkan tidak terlalu mendengar waktu Abi mendekat dan mengenalkan mereka.


“Pak Wandy, ini Ibu Vira, HRD yang dari jakarta ditempatkan disini.”


Wandy mengulurkan tangannya, namun berkata


“kamu?busway kan?” tatapannya pun tidak jauh dengan kekagetan Vira


“kamu juga. Rute 8.”


Dan mereka saling menatap yang sepertinya sangat lama dan ketegangan mereka tanpa sadar membuat sekeliling mereka pun terdiam dan mereka secara tiba-tiba tertawa terbahak-bahak yang menggema dan membuat semua yang melihat bingung.


“Talk to you later, ok?” Wandy berusaha bicara disela tawanya


“ok ok.” Vira pun menjawab sambil berusaha menghentikan tawanya dan mau tak mau jadi menatap Tina yang super bingung dan bertanya melalui matanya.

__ADS_1


“He is my friend” Vira berkata masih sambil tertawa.


“Dia temen kamu, tapi kamu gak tau?”


“Aku gak tau namanya, aku gak tau kalau kita satu perusahaan, aku cuma tau dia audit.”


“heh?”Tina makin bingung.


“long story, but singkatnya dia teman yang gak pernah aku tau nama ataupun identitas lainnya selain dia audit dan dia sering berada di rute yang sama waktu aku kerja di jakarta. Kita naik bus yang sama di rute yang sama pada jam yang sama hampir setiap hari.”


“crazy, takdir banget, is he single?”


“I don’t Know, but I think he is, why?”


“aku bilang takdir sis, takdir.”


“so?”


“are you realy? So slow.”


“What?” Vira bingung, namun kemudian berpikir mulai memahami perkataan Tina dan malah jadi sedikit tersenyum.


                                                                                                      *


Kedatangan Wandy seperti Bom yang dilempar dan meledak di hati Vira, tidak terduga namun membuat Vira tiba-tiba terasa agak geli dan senyum-senyum sendiri. Vira terdiam sedang berpikir dan tiba-tiba Wandy masuk ke ruangan dan duduk di kursi yang berada di depan meja Vira


“Hai. Entar balik bareng ya.”


“ok ok, biasanya gitu kan?”


“hahaha, kalau itu kebetulan, kali ini di rencanakan.”


“tapi asli gw gak tau lu kerja disini juga.”


“gw juga gak tau, gw pikir lu di farmasi.”


“yup, sebelumnya, gw baru gak lama disini.”


“oh I see, pantes gw udah gak pernah liat lagi lu di bus.”


“terus, kangen?”


“hahaha, kayak ada yang ilang gitu deh.”

__ADS_1


“yang lebih aneh juga kenapa juga lu tiba-tiba kesini.”


“dan yang gw gak sangka juga kenapa lu bisa jadi HRD Makassar?”


“Just, Life.”


“hahahha, life make me meet you in unpredictable way many times.”


“yup, dan kali ini aku tau nama kamu.”


Dan tiba-tiba Wili masuk seperti mencari seseorang


“Pak Wandy, mobil udah kita siapin ya, mau diantar sekarang atau?”


“Oh entar aku bawa sendiri aja.”


“wah pak, kalau bapak nyasar gawat pak.”


“tenang, saya punya guide kok disini.” Wandy pun seenaknya menunjuk Vira sebagai Guide-nya.


“serius pak? kok?” Wili bingung dan gak yakin mau mengatakan apa dan Wandy pun menjawab


“serius banget. biar sama-sama orang pusat.” Wandy mengedipkan mata ke arah Vira dan Vira cuma bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya


“Tenang kak, aku hafal jalan ke kos kok.”


Wili pun pergi meninggalkan mereka


“kamu masih lama kah?”


“gak si, ini paling dikit lagi, gak enak lah aku bikin tamu nunggu.”


Tidak lama kemudian Abi pun masuk ke ruangan Vira seperti biasanya


“Vir, mau pulang sekarang?” Abi terdiam melihat Wandy dan mereka saling tersenyum


“Vira gw culik dulu yak, biasa ada obrolan khusus, pusat.”


“oh ok ok.” jawab Abi tanpa curiga


Vira pun menatap gemas Wandy sambil tertawa.


                                                                                                  *

__ADS_1


__ADS_2