My Dating Story

My Dating Story
Last Date Right Person, Wrong Time (2)


__ADS_3

Tidak terasa 3 bulan telah berlalu sejak Vide dan Vira mulai berkenalan, mereka sering sekali saling chat dan melakukan Video Call di weekend yang bisa berlangsung sangat lama mempunyai rekor 5 jam nonstop. Dan Vira menikmati itu, bahkan mereka pun bermain game bersama seperti yang selalu diinginkan Vira akan pasangannya , dan lucunya mereka seperti melakukan dating virtual melalui karakter di game tersebut, karakternya bisa bergandengan tangan, kadang malah ada quest yang harus dilakukan berdua, atau ada beberapa quest memang diperlukan bergandengan, karakter dalam game tersebut tidak memiliki wajah dan menggunakan Cape yang ada bintang berderet dibelakangnya menandakan level dan lama terbang, semakin banyak bintang semakin lama, namun kalau terbang bergandengan akan mengikuti yang bintang terbanyak. Selain itu di game ini bisa juga mendapatkan pose-pose tertentu seperti berpelukan dan mengelus kepala, dan lain-lain, menghibur dan lucu, namun ada monster-monster seram juga yang harus dihindari karena karakter dalam game ini sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan.


 “ayo ko aku di lobby ni…”


“bentar-bentar, wah banyak yang masuk ni..”


“iya takut ilang ni ko, gandeng lah.” aku pun bersuara seperti klakson dengan karakterku dalam games yang membuat karakterku jadi seperti matahari


“okey, coming.”


“aku gak bisa lewatin krill yang itu ko, serem..kemakan rontok karakter aku.”


“hahahha, ayo-ayo sini aku bantu.”


 mereka pun bermain didalam games itu selama beberapa jam sambil tetap mengobrol dan bercanda, itu pengalaman yang sangat ajaib bagi Vira, yang tanpa ia sadari perasaannya terhadap Vide terlalu cepat mendalam, karena dari awal Vira sudah merasa aman dengan latar belakang masing-masing dan kenyamanan pun seperti lebih mudah karena lapisan pertama tameng Vira sudah diturunkan. Terlebih lagi chat mereka juga walaupun kebanyakan seputar pekerjaan selalu berkesinambungan dan mereka saling relate, namun kesukaan musik mereka yang agak berbeda,tetapi itu bukanlah masalah besar seharusnya toh mereka sama-sama tau, kalau saja Vira tidak tiba-tiba juga seperti berlaku terburu-buru.


 “wah ko 17.17.”


“kenapa?”


“i miss you.”


“heh?”


“angka sama saat liat jam ko, artinya ada yang kangen.”


“pika~~~”


“weh, pikachu ko?”

__ADS_1


“iya lucu kan..?”


“iya si imut kuning, belang-belang. Hehehe.


tapi bener lho ko, so far aku ngerasa koko enak diajak chat, dan aku gak pengen kalau berakhir jadi adik koko, atau cuma sahabat atau sejenisnya.”


“hahahha, lets see ya.”


“soale aku udah banyak cowok yang gitu mah.”


“ya semuanya butuh waktu kan?”


“hahaha, iya yah ko, tapi entah kenapa aku sll ngerasa kamu lucu lo ko.kayak boneka angguk-angguk di dasbor mobil?”


“heh…klo aku jadi boneka itu kepalaku bisa copot kayaknya.”


 Lama-lama pembicaraan Vira terlalu random, tapi ke arah yang membuat lawan bicara bingung juga ngejawabnya, awalnya memang bisa membuat tertawa, yang membuat Vira terus menerus ingin membuat suasana ke arah lucu, antara flirting dan lucu alhasil gak ada yang deep, selain itu obrolan mereka hanya saat bermain games dan juga sedikit cerita tentang pekerjaan dan aktivitas hari itu, bahkan terkadang Chat-chat Vira terkesan memaksa jawaban tertentu dari lawan bicaranya yang bisa saja membuat tidak nyaman, dan sebenarnya pula itu seperti bukan Vira sesungguhnya.


 Keadaan tidak sempat membaik karena tiba-tiba Vira mendapatkan hal yang tidak diinginkan dari pekerjaanya, yang selama ini tidak pernah terbayangkan dari pekerjaannya selama ini yang selalu ia laksanaan dengan serius dan tidak menyalahi aturan manapun. Vira hanya tidak menyangka saat jabatan semakin menuju ke puncaknya ada orang yang ingin membuatnya terpuruk yang disebabkan salah satunya karena aku berada di pihak tertentu yang sebenarnya tidak juga, dan aku pun mendapatkan hukuman karena ada orang “special” yang mengatakan hal yang tidak benar, dan aku pun diasingkan. Saat mendapatkannya aku sangat shock dan atasanku yang memang tau bagaimana cara kerjaku malah terus menenangkanku dan selalu bilang kalau tau aku tidak salah, dan memintaku untuk tetap bersikap dewasa dan anggap ini rintangan biasa, dan namaku pasti akan pulih pada waktunya. Karena hal ini pula para atasanku terkena maki pemilik di grup. Aku malah jadi tidak enak, kesal sekaligus merasa bersalah dan merasa tidak adil sekaligus, sakit hati tidak terlalu tapi kesal pasti. Dan aku pun menchat Vide.


 “Ko, malam ini aku ke banten”


“heh? Kok tiba-tiba banget?”


“aku dihukum ko?”


“kok bisa? Dihukum gimana?”


“orang special fitnah aku,entar lengkapnya aku ceritain waktu aku udah di banten ya ko.”

__ADS_1


“ok, hati-hati ya.”


Kalau sebelumnya Vira mulai menyadari dan kadang membaca kembali chatnya dan mulai refleksi diri, kali ini Vira kalut karena jobnya yang membuat terkadang pembiacaraan mereka tidak smooth lagi, sesabar-sabatnya Vida tentu ada batasnya, dan Vide memiliki kesamaan dengan Vira yang suka janji yang ditepati. Namun Vira kerap melupakan apa yang dijanjikan dan Vide terus menunggunya. Seperti Vira bilang akan bercerita lengkap yang seperti dijanjikannya tapi tidak dilakukan yang membuat Vide menunggu.


 “Ko aku udah sampe di banten.”


“wae, cepet juga ya? Jalan darat kan?”


“yup, 6 jam. Hahahha..”


“capek banget ya.”


“mayan tegang juga tadi ditemenin ama bos aku.”


“ouh…good.”


“yup beliau kayak berusaha nenangin aku yang berujung aku makin merasa bersalah, ada politik juga kalau dari penjelasan beliau.”


“eh kamu belum cerita lengkapnya juga lo ke aku.”


“beliau juga merasa gak enak dengan kejadian ini dan terus minta aku supaya menenangkan diri, dan anggap ini salah satu hiburan.”


“waw. “


 Kali ini Vira seperti sedang sangat kalut dan tidak begitu menggubris chat Vide, chat itu seperti Diary tempat Vent bagi Vira, dan Vide tetap sabar walaupun tidak tau apa-apa. Vide berusaha berpikir dengan cara pikir Vira dan menunggu.


Hari-hari berlalu Vira malah lupa akan janjinya dan seperti tidak mau membicarakan keadaannya dan malah seperti kembali ke awal berusaha membuat Vide tertawa yang ujungnya membuat speechless, dan sepertinya hubungan mereka tidak berkembang. Vide pun lama kelamaan makin merasa kalau Vira tidak ingin terbuka padanya dan seperti menarik garis tidak nyata diantara mereka, dan selama kurang lebih 3 bulan berlalu setelah hukuman Vira, hubungan mereka sepertinya juga menjauh, tidak lagi ada Vcall, walaupun kadang masih main game bareng, Vira hanya kerap berbicara yang tidak serius atau berusaha membuat Vide ketawa dan Vide pun agak bingung dan frustasi, sedangkan Vira juga tidak tau arahnya sendiri. Dan mereka melakukan pembicaraan yang serius yang akhirnya membuat mereka tidak melanjutkan hubungan ini ke manapun.


Vira menerima yang dikatakan Vide, karena kalau dipikirkan itu memang benar dan mungkin mereka bukanlah orang-orang yang tepat untuk masing-masing atau pun waktunya yang kurang tepat. Mereka sama-sama memiliki tameng yang ternyata lebih tebal dari hanya tameng perbedaan agama, dan parahnya mereka berdua tidak menyadari itu pada waktunya. Seandainya mereka menyadarinya, akhir cerita mereka pasti akan berbeda, mungkin saja lebih bahagia.

__ADS_1


__ADS_2