My Dating Story

My Dating Story
Vira's POV


__ADS_3

Banyak orang melihatku terlihat begitu kaku, seperti tidak punya perasaan, dan hidup hanya memenuhi aturan yang ada, tidak maju atau pun mundur, tetap disitu. Tetapi sebenarnya kadang juga tidak, aku bisa mengetahui trend yang terjadi, kadang pun mengikutinya, aku penggemar kpop juga, dan sebenarnya aku lebih sering menggunakan “topeng” dibandingkan menjadi diriku sendiri karena sebagai “outsider” hal itu bisa membuatku lebih nyaman.


Malam itu hari pertama aku mengenal Vide, aku merasa ia orang yang paling asyik yang pernah aku ajak bicara entah terhitung sejak kapan, dan dia juga unik yang mudah sekali juga mengikuti cara bicaraku yang kadang terlalu unik bahkan ke arah kadang baru kupahami setelah aku bicara, dan biasanya tentu saja orang lain sulit memahami, namun ia bisa tau, ditambah ia juga suka belajar banyak hal seperti aku, hal baru bagi kami adalah challenge, entah menarik atau tidak, aku menyukai Got7, Vide tau itu dan bahkan mencoba mendengarkan lagu mereka, namun sepertinya memang preferensi lagu kami berbeda, bukan genrenya, tetapi lebih ke arti dari lagu-lagu itu sendiri , Vide merasa tidak relate, namun itu membuat aku semakin menyukai Vide. Vide tidak berpura-pura suka, namun memahami, dan kami pun bahkan bermain games bersama, salah satu keinginan terbesarku kalau aku punya pasangan adalah ini.

__ADS_1


Hari-hariku dengan hadirnya Vide terasa berbeda, memberikan warna yang membuatku lebih banyak tersenyum, Aku merasa ada yang bisa memahamiku, merasa senang dan hidup lebih berarti. Aku menikmati itu semua, dan tidak terlalu peduli hal lainnya, untuk kali ini aku hanya ingin menikmatinya tanpa tertekan, berbicara dengannya membuat aku kadang seperti berada dalam mimpi, aku sering merasa ia terlalu sempurna bagiku, aku sangat ingin menikmatinya dan kadang aku malah makin absurd karena aku senang mendengar tawanya, senang mengetahui semua leluconku bisa lucu baginya, dan itu entah sejak kapan menjadi sesuatu yang sepertinya wajib bagiku dan malah membuatku yang memang sudah aneh menjadi semakin aneh. Ketenanganku semakin berubah, terganggu secara positif, sekaligus aku menjadi agak serakah dan saat aku ingin menenangkan diriku sendiri dengan logika yang aku punya, aku malah mendapatkan cobaan dari pekerjaanku yang membuat aku shock dengan semuanya, ditambah pandemi yang semakin buruk yang akhirnya melemahkanku juga, belum lagi masih ditambah orangtuaku yang jatuh sakit, kejadian bertubi-tubi itu menjatuhkan kepercayaan diriku. Aku merasa semakin tidak sempurna, dan aku juga jadi lebih banyak merenungi diri dan menjadi semakin sadar tidak mengenal diriku sendiri.


Aku pun merasa tidak percaya dengan banyak hal yang dilakukan diriku sendiri dan membuatku lebih ingin lagi mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Dengan semua hal yang terjadi disekitarku baru-baru ini membuat aku semakin meragukan apapun yang aku lakukan, aku benci menjadi beban bagi orang lain, apalagi bagi orang-orang yang peduli atau yang aku sayangi. Aku difitnah di tempat kerjaku dan mendapatkan hukuman yang tidak seharusnya, namun semua orang sekitarku mencoba menunjukkan sisi positif padaku, harga diriku dan hati nuraniku terluka karena ini, dan membuatku tahu bahwa setulus apapun kita kalau orang yang kita tuju tidak memahaminya dan tidak menginginkannya itu bisa saja menjadi musibah. Hukuman yang aku jalani tidak lama atau tepatnya seolah ditarik kembali, karena berikutnya aku diminta kembali secepatnya ke keadaan semula, memaksaku supaya merasa seolah-olah kejadian itu tidak ada, namun aku punya hati dan aku juga bisa terluka.

__ADS_1


Aku memiliki atasan yang sudah cukup tau cara kerjaku, dan memang sudah lebih dari 5 tahun mengenalku, bahkan cukup mengenalku secara pribadi karena bisa dibilang mereka juga yang membentuk sebagian pribadiku yang tumbuh di lingkungan ini, membuat aku semakin percaya diri dengan kepedulian dan penghargaan yang mereka berikan padaku dan kupikir aku juga semakin menghargai diriku sendiri, dan berhasil memberikan pembuktian yang kuinginkan. Hal yang berat bagiku kalau ujungnya aku harus menjadi beban bagi mereka, mungkin banyak yang lega saat dipahami tanpa harus menjelaskan, namun itu membuatku merasa bersalah pada mereka karena cara menunjukkan ketulusanku tidak diterima oleh orang yang menempatkanku dalam situasi ini atau lebih tepatnya mungkin aku salah melangkah.


Aku tau aku berbeda dan aku tahu semakin dewasa usiaku aku semakin penuh dengan hal-hal yang kadang diriku tidak bisa menduga, jadi aku menanyakan tentang hubungan kami, yang aku mengerti kalau tidak akan bisa ke arah manapun, karena aku membuatnya terus berputar dan membingungkan dan ia bilang yang bisa ia ingat tentang aku, aku absurd, dia tidak bisa lagi menjelaskan apapun, dia menunggu untuk memahamiku lebih, namun tamengku terlalu tinggi yang membuat dia juga menamengi dirinya. Chat kami yang tadinya asyik menjadi jawaban dia yang pendek-pendek dan bahkan kadang aku tidak mendapatkan respon apapun, atau bisa berhari-hari kemudian dan isinya sama sekali tidak bermakna, dan tentu saja kami tidak lagi bermain bersama.

__ADS_1


Mungkin sekitar beberapa minggu itu terjadi dan aku tidak bodoh, aku tahu kalau Vide telah mengakhiri hubungan itu, dan aku pun merasa sedih dan merenunginya sampai aku cukup sadar bahwa sebenarnya yang mengakhirinya dahulu bukanlah Vide, tapi aku yang melakukannya dengan menutup diriku, aku terus menerus mengatakan aku takut akan yang terjadi antara aku dan dia, aku takut untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan kusesali. Ketakutan tidak masuk akal itu terus berputar disaat keadaan fisik dan mentalku untuk hal lain juga tidak baik, dan kesabaran Vide mengenai batasnya, sepertinya itu yang membuat ia berhenti menunggu janji-janji perkataanku yang tidak pernah aku kemukakan sampai akhir, padahal awalnya aku yang ngotot kalau aku tidak mau hubungan ini terhenti dengan konyol, menjadi seperti saudara atau sahabat. Menurutku aku konyol karena seolah aku menjadi seperti Toma yang mengakhiri ini dengan menjadi stranger to each other. Menurutku kami mungkin bisa menjadi orang yang tepat apabila waktunya tepat, dan aku memang siap untuk menjalin suatu hubungan dan lebih mencintai diriku sendiri.


                                                                                                *

__ADS_1


__ADS_2