My Dating Story

My Dating Story
Story Four Compatible or no?


__ADS_3

Hari ini hari sabtu dan teman kuliah Vira yang dulu cukup dekat namun juga berada di kota lain kebetulan sedang berada di Surabaya dan mengajak Vira bertemu sekaligus double date karena sekarang ia punya kekasih baru yang ternyata orang surabaya. Mengetahui ini  Vira cukup senang dan dalam bayangan Vira, Vira selalu berharap diluar rekan kerja mereka yang memang satu lingkungan, mereka juga bisa saling berteman dengan teman masing-masing diluarnya sehingga akan lebih mudah untuk saling memahami satu sama lainnya.


 “Kak, Sabtu ini jalan yuk kak.”


“ya kayak biasa kan?” jawab Aby sambil menyalakan televisi di kamar kosnya


“gak juga si mau ketemu temenku sama pacarnya.”


“oo..temen kuliah kamu?”


“iya kak.”


“kok tumben?”


“dia bukan orang asli surabaya kak, tapi kebetulan lagi main di surabaya.”


“temen deketmu?”


“ya kak, dulu ya senior aku tapi mayan deket karena sering sekelas juga terus part time bareng.”


“oooo”


“pengen aku kenalin juga ke kakak.”


“ok.” jawab Aby seadanya.


                                                                                        *


 Setelah pulang kantor pada hari Sabtu, hari sudah cukup sore karena tadi ternyata ada pekerjaan yang diluar dugaan Vira harus diselesaikan segera, sehingga waktu untuk siap-siap pun semakin sedikit, sedangkan Aby juga sama sibuknya dan Aby pun tidak bisa menjemputnya sehingga Vira harus kesana sendiri secepatnya karena lokasi Vira lebih jauh dari Aby.” Vira pun memanggil taxi online dan menghubungi Aby


“Kak, kamu dimana?”


“masih dikantor, kenapa?” jawab Aby santai.


“kakak gak lupa kan?”

__ADS_1


“gak kok, tenang aja, bentar lagi aku kesana kan deket juga dari sini. Kabarin aja kalau kamu udah ditengah.”


“ok kak.” jawab Vira sekenanya karena agak kesal sebenarnya.


 Di Mall


 Vira baru sampai di mall di tempat janjian dengan temannya Merry, namun Aby belum terlihat batang hidungnya dan Vira sudah meneleponnya sejak setengah jam yang lalu. Vira agak gelisah dan sedikit kesal karena hal ini dan dia hanya berdiri dekat pintu masuk mall.


“Eh Vira?” tiba-tiba ada seorang cewek cantik imut yang mendekatinya dan Vira spontan senang (Merry adalah senior Vira waktu semasa kuliah mereka awal bertemu karena berada di kelas yang sama dan Vira melihat Merry sebagai cewek yang badanya kecil namun wajahnya sangat cantik dan sangat ramah, sehingga pendapat Vira tentang cewek cantik yang biasanya tidak bisa berteman dengannya tidak berlaku untuk Merry).


“cc? Wah cc tambah cantik.” mereka pun berpelukan lalu Merry mengenalkan Vira pada kekasihnya, terlalu excited ya Vira tidak benar-benar mendengar namanya tapi hanya ikut-ikutan saja memanggil ko.”


“kamu sendiri?” gak tau ce cowokku ini gak biasanya ngaret.


“ yaudah masuk dulu aja gimana?”


“yaudah d, dia ak message aja.”


Sedang duduk di foodcourt tiba-tiba HP Vira berdering, Kak Aby


“ini aku baru sampai mall, kamu masih di foodcourt kan? Aku otw kesana, udah sama temen kamu juga kan kamu?”


“iya kak, ayo cepetan kesini kak.”


 Tak lama mereka pun bertemu dan Vira memperkenalkan Merry kepada Aby yang disambut dengan salaman dan senyuman.


 “Kak makan gih.”


“oh aku udah makan kok.”


Jawaban ini agak mengecewakan Vira karena Vira berpikir Aby terburu-buru menepati janjinya tapi ternyata tidak, dan Vira memiliki prinsip mengenai janji yang harus ditepati apalagi dia orang yang terdekat, mendengar ini membuat hati Vira agak sakit.”


“yaudah Vir, ayo jalan yuk.”


“ayo ce.”

__ADS_1


 Tiba-tiba Aby mendekat


“kesana aja yuk?”


“tapi kak..” Aby tidak memberikan kesempatan Vira menjawab dan malah berpamitan dengan Merry. Dan ini benar-benar menghancurkan bayangan Vira namun walau sedih Vira mencoba memahami dan bertanya.


“kenapa kak.”


“gak apa-apa, kita aja jalan berdua biar mereka juga berdua kan lebih enak to?”


“tapi kan aku mau ngenalin kakak ke temen aku.”


“kan udah, ayo lah gak usah manyun, aku beliin es krim deh.”


Vira memang suka es krim tapi tidak begini juga perlakuan Aby membuatnya kecewa. Namun melihat muka Aby yang cukup melas akhirnya Vira mengalah dan mengikuti Aby. Vira pun mencoba mengajak Aby bermain di arcade game dan tidak disangka kali ini mau.


 “ayo lah aku juga udah lama gak kesana.”


“bener kak?” Vira senang dan sekaligus heran karena biasanya Aby selalu menolak untuk bermain.


 “basket kak?”


“ayo lah.”


“yang itu kak?”


“jangan lah mainan anak-anak itu.” shooter game is game favorit Vira.


Dalam waktu singkat mereka pun keluar dari tempat permainan itu, dan bagi Vira itu pengalaman tercepat ia bermain di arcade game hanya bermain lempar bola saja. Tapi karena Vira merasa mungkin itu yang bisa Aby lakukan ia mencoba mengerti walaupun setiap ditanyakan apa yang disukai oleh Aby, Aby selalu tidak pernah menjawabnya atau menjawabnya dengan yang kamu suka aku pasti suka kok, padahal kenyataan hampir semua hal yang Vira suka Aby tidak suka, dari makanan hingga hobi.


 Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di mall, Vira tidak menikmtinya karena merasa hanya bermain dengan waktu kalau dia ke tempat favoritnya Aby seringkali hilang entah kemana yang berujung jadi Vira harus sibuk mencarinya.


 Bagi Aby berada di tempat yang terlalu luas dan kegiatan yang tidak begitu ia menikmatinya juga bukanlah hal yang menyenangkan, Aby tau Vira punya sedikit ketakutan pada keramaian sehingga ia lebih suka berada di tempat yang sepi, Mall bukan tempat yang sepi sebenarnya namun memang ada spot-spot yang jarang didatangi, Vira kerap datang ke situ, berbanding terbalik dengan Vira, Aby tidak suka berada di tempat umum yang cenderung sepi. Namun Aby merasa terlalu mencintai Vira untuk mengatakan itu dan memilih diam yang penting Vira senang dan melihat senyum di wajah Vira membuatnya puas apalagi sikap Vira sudah jauh lebih antusias dibandingkan waktu mereka pacaran pertama kali.


Hubungan mereka ini tidak pernah diketahui kapan dimulainya, tidak pernah ada kata balikan dari kedua pihak, namun melihat hubungan mereka sekarang jelas saja mereka sudah menjalin hubungan special kembali, bahkan kali ini terliht lebih menyenangkan. Hidup memang terkadang menguji kita dan kita sulit menentukan mana yang seharusnya mana yang tidak, dan entah kenapa hubungan mereka sepertinya bukan hubungan yang ideal karena Aby nyaris tidak pernah mengemukakan apa yang ia sukai dan hanya mengikuti apa yang Vira mau walaupun Vira selalu minta pendapatnya. Vira selalu bertanya dan bertanya dan menemukan jawaban yang sama, Vira selalu ingin memahami Aby lebih, namun sepertinya semua tidak berjalan lancar, apa benar pilihan Vira untuk bersama pria yang mengatakan mencintainya walaupun ia tidak yakin, bahkan sampai saat ini Vira tidak 100% yakin namun mencoba menerima Aby dan ingin tau lebih dalam mencari hal-hal yang bisa membuat hubungan mereka lebih indah dari hanya sekedar kenyamanan yang terkadang bisa membuat frustasi Vira.

__ADS_1


__ADS_2