
Terlepas dari hal-hal yang Vira dan Aby tidak bisa mendapatkan jalan tengah mereka cukup harmonis karena saling toleransi yang tinggi sehingga bisa dikatakan hubungan mereka lumayan lancar dan sudah cukup stabil untuk saat ini walaupun Vira sadar juga kalau Aby sebenarnya tidak pernah terbuka dengannya entah karena ia merasa terlalu baik atau takut membebani. Hal itu membuat Vira sering sekali sedih dan kecewa namun mau tak mau menyimpannya dan menoleransi itu, karena setelah beberapa kali bertanya pada Aby jawabannya selalu sama, Aby selalu mengatakan tidak perlu dimengerti, cukup dia saja yang memahami Vira, walaupun kenyataannya ya tidak begitu. Dan lama-lama ini seperti lingkaran setan yang dampaknya negatif.
*
Aby sedang duduk di mejanya memandang laptop yang menyala dan masih mencerna informasi dari atasannya untuk mengurus cabang di Bali. Aby memikirkan hubungannya dengan Vira, ya tapi Aby tidak gelisah dan merasa tenang kali ini, karena sepertinya mereka cukup saling memahami, belakangan pun Vira sudah tidak banyak menuntut dia untuk menyebutkan kemauannya untuk dipahami, Aby tidak mau Vira menganggapnya lemah, tidak mau dianggap lemah, dan Aby merasa puas kalau ia bisa melindungi Vira sepenuh hatinya.
*
Vira sedang berkutat dengan pesan-pesan chat dari atasan baru yang tidak pernah cocok dengannya dan juga dengan HRD cabang lainnya, menjadi penengah hubungan antara atasannya dan bawahanya menjadi semakin rumit, sedangkan Andre juga berhasil naik jabatan dan menjadi asisten GM yang telah dipindahkan ke PT lain, namun masih dalam 1 grup, secara jabatan mereka promosi, so Vira ikut merasa senang atas itu, namun atasan yang menggantikan mereka bukanlah orang yang menyenangkan dan Andre sudah tidak bisa membantu lagi. Vira awalnya mencoba menyesuaikan diri namun lama-lama tindakan atasannya tidak masuk akal dan terlalu beresiko tinggi, parahnya karena tau beberapa kali menentang kemauannya Vira pun mendapat imbas yang tidak enak, sejak kepulangannya dari Semarang karena mengurus kasus disana, uang perjalanan dinas tidak kunjung ditransfer, alasan dari atasanya bahwa perjalanan dinas tidak disetujui. Namun Vira yang merasa aneh pun menceritakan ini pada Area Sales Manager yang sudah puluhan tahun bekerja di grup ini dan beliau merasa kaget dan aneh karena hafal benar dengan budaya grup yang tidak semena-mena seperti itu, terutama untuk orang-orang yang dijadikan inti, dan Vira yang sangat mudah dipindah-pindahkan merupakan salah satu HRD yang diandalkan. Mendengar cerita dari Vira, beliau akhirnya menghubungi langsung GM operational pusat dan hanya dalam hitungan 1 hari uang dinas Vira langsung di transfer.
*
Vira dan Aby sedang menghabiskan waktunya di kos Vira yang memang sangat nyaman karena Vira mendapat area setengah rumah tersebut sehingga mendapatkan fasilitas ruang tamu juga, mereka sedang mengobrol tentang kepindahan Aby dan bahkan kali ini merencanakan trip untuk saling bertemu nantinya.
“Bali kak? mayan lah kak, jadi ntar aku kan bisa jalan-jalan kesana walaupun bukan wilayahku dan kakak pasti udah lumayan familiar kan?”
“beneran kamu mau dateng?”
“ya iya lah, emang kakak gak mau aku dateng?”
“ya mau lah.”
“entar juga kan jadi kita bisa tuh mungkin 3 bulan sekali? Ketemu sambil trip bareng, jogja juga ok?”
__ADS_1
“bandung juga ok.”
“hahahha, kamu lo ya, orang lain kalau mau LDR sedih gimana gitu kamu kok malah excited?”
“lah jiwa petualang aku membara e kak.”
“hahahhaa.” Aby tertawa dan mengusap kepala Vira dengan gemas.
“lagipula aku kan juga gak di surabaya terus, bisa bakal ke makassar lagi, jogja, semarang, tapi yang paling gak ada pulang, kecuali kalau ada meeting di pusat.”
“hahahha…kamu na juga emang gak suka pulang kan?”
“hehhhe..” kali ini Vira yang nyengir puas dengan pemahaman Aby.”
3 bulan kemudian
Vira tiba di Bali cukup pagi dan dijemput oleh Aby, mereka berjanji sama-sama mengambil cuti untuk menikmati hari dan berwisata di Bali, berhubung Aby juga sudah familiar dengan banyak tempat di Bali, di awal mereka sama-sama cukup senang sampai akhirnya mereka bertengkar terus-menerus dan membuat Vira menangis frustasi, namun Aby tetap diam saja, terkadang Aby seperti tidak lagi bicara dengan Vira atau fokusnya tidak di tempat. Mereka pun bahkan sampai mengakhiri liburan mereka sebelum cuti Vira berakhir. Aby lagi-lagi tidak menepati janjinya untuk mengambil cuti yang sama dengan Vira, dia bahkan berniat meninggalkan Vira di hotel dan dia akan “ngantor”. Kesabaran Vira pun habis dan Vira merasa tidak dihargai, terlebih lagi banyak hal yang Vira ingin mencoba sebagai pasangan seperti memakai baju couple tapi Aby cuma mau ikut membelinya dan tidak memakainya, padahal Vira memilih sesuai persetujuan Aby. Ditambah lagi saat berada di keramaian yang Vira tidak suka Aby juga asyik dengan Handphonenya, sehingga saat Vira ketakutan Vira hanya bisa mencari tempat yang lebih sepi dan itu membuat Aby merasa aneh dan malah marah.
Saat mereka sudah sama-sama pulang mereka pun berdamai melalui Video call dan bahkan akhirnya membuat janji baru, yaitu untuk mengabari keadaan masing-masing minimal sesudah pulang kerja, memastikan sama-sama baik-baik saja. Dan ini bisa dijalani cukup lancar selama berbulan-bulan sampai mereka bertemu lagi dan kali ini sekalian mengenalkan Vira ke keluarga Aby. Vira bertemu dengan adik perempuan Aby yang cukup ramah dan mereka banyak mengobrol sampai pertanyaan sensitif itu muncul.
“wah kak, akhirnya kita ketemu ya kak.” seru Elis adik Aby
“hahahahaha..”
__ADS_1
“aku udah lama lo pengen tau pacar kakak kayak apa, ternyata cantik e.”
“kamu juga manis lo lis.”
“btw kakak ke gereja mana?”
“oh aku katolik.”
“katolik?” kali ini tiba-tiba raut wajah elis berubah dan nada bicara antusias tadi seketika hilang dan mereka jadi sama-sama canggung bahkan pembicaraan jadi terasa formal
“iya.”
“kak itu makanannya udah datang, silakan makan kak Vira.”
“oh iya, kamu juga.”
Dan sesampai pulang mereka sama-sama diam.
Vira seketika merasakan ketidak sukaan adik Aby dan keraguan Vira bertambah, apalagi belakangan setiap bertemu Vira dan Aby lebih banyak betengkar daripada berbicara dengan benar.
*
Vira sekarang berada di kantor barunya yang berada di Banten, kurang lebih 3 bulan lalu Vira telah mengundurkan diri dan atasan yang tidak cocok dengan Vira tersebut bahkan memperlakukan Vira dengan tidak adil langsung menyetujui kemauan Vira tanpa bertanya sebabnya seolah memang itu tujuan dia. Dan Vira pun tau tidak lama kemudian teman-teman Vira yang juga Hrd di cabang-cabang lainnya yang sudah cukup lama pun resign karena juga merasa tidak sepaham. Vira sebenarnya merupakan salah satu HRD favorit bagi tim pusat karena Vira mudah diajak bicara dan mudah diminta untuk pergi ke segala kota lain, Wandy juga agak kaget mendengar kabar dari Vira, namun cukup paham. Setelah kabar Vira dan Aby sampai ke pusat Wandy mengetahuinya dan anehnya mereka malah bisa berbicara akrab kembali dan memutuskan untuk menjadi sahabat satu sama lain. Aby juga mengetahui ini, bahkan Vira pun selalu meminta ijin apabila akan bertemu dengan Wandy waktu di Jakarta untuk memegang saling percaya dan saling menghargai.
__ADS_1
*