My Dating Story

My Dating Story
Story Three Situasi Tak Terduga


__ADS_3

Hari pertama di Makassar, Vira diantarkan oleh Wili ke kosnya yan merupakan kos campur dan berkenalan dengan ibu dan bapak kos, pasangan suami-istri ini bukannlah pemilik kos, hanya ditugaskan menjaga dan juga tinggal didalamnya. Kos ini berupa rumah yang besar dengan banyak kamar, ada kamar mandi didalam setiap kamarnya. Tetangga kamar kos Vira adalah seorang TNI AD yang sedang ditugaskan disini,  dan di kos ini juga ada brand manager yang memang di tugaskan juga berada di cabang makassar, so Vira bisa saja berangkat bersama dengannya kalau dia sedang ke kantor atau bisa pulang bareng, tapi Vira belum bertemu, karena sekarang sekitar pukul 3 sore. Dan Willi yang masih menunggu pun menanyakan Vira


“kamu mau ke kantor hari ini atau besok aja?”


“hari ini dong, ini kan masih jam kerja kan? Sekalian kenalan sama yang lain.”


“yakin? Rajin banget.”


“ya namanya kerja, dan kenalan lebih cepat lebih baik kan?”


“terserah si.”jawab Wili sembari menaikkan kedua bahunya.


Sekitar 20 menit kemudian melewati jalan yang seperti naik perahu yang terombang ambing oleh ombak yang cukup tinggi akhirnya sampai juga mereka di sebuah area pergudangan kecil yang persis berada di sebelah kuburan. Willi pun bercerita beberapa kisah seram, tapi Vira bukan tipikal yang takut pada hal-hal berbau makhluk halus, yah kecuali kalau mengalaminya sendiri mungkin.

__ADS_1


Vira dan Willi disambut oleh seorang Security berbadan tinggi kurus dan sudah agak tua yang memberi hormat, entah kenapa Vira seperti merasa ada yang aneh, tetapi berusaha melupakannya, dan akhirnya Vira pun dibawa ke ruangan yang akan menjadi ruangan Vira nantinya bersama dengan admin sales. Waktu Vira masuk semua terdiam hanya melihat ke arah Vira seperti Vira adalah orang yang akan mengusik hidup mereka, semua langsung berubah menjadi sibuk, waktu Vira berkenalan dengan orang gudang pun tidak jauh beda suasananya, Willi menjelaskan kalau mereka merasa keberadaan HRD di lokasi tidak diperlukan, padahal menurut pendapat kantor pusat justru sebaliknya. 1 lagi yang akan menjadi kendala Vira adalah bahasa, mereka menggunakan bahasa indonesia, namun urutan perkataan bisa terasa sangat asing, dan ada beberapa kata yang sama namun fungsinya beda. Vira pun menjadi lebih fokus dan bahkan di hari pertama ini ia pun mencoba menyerap sebanyak mungkin yang bisa ia dapat, sehingga besok lebih siap.


 Sore harinya Vira pulang kerja bersama Pak Edo si Brand Manager yang 1 kos dengan Vira, dan mereka mulai berbicara banyak, Pak Edo juga berasal dari pulau jawa, namun Jawa Tengah, Pak Edo memiliki istri dan anak yang berada di jawa tengah, terlihat cukup tua walaupun hanya 5 tahun lebih tua dari Vira, humoris dan sepertinya bisa menjadi teman yang baik untuk Vira, dan dia pun mengakui bahwa sampai saat ini, walaupun sudah hampir 3 bulan, ia masih kesulitan untuk beradaptasi terkait budaya dan bahasa, Pak Edo pun orang yang terbuka sehingga waktu di kos pun kami berbicara banyak yang kadang juga bersama dengan bapak TNI AD yang namanya langsung Vira lupa sesudah berkenalan.


Sampai saat ini ternyata di kos itu baru ada 3 orang yang kos termasuk Vira. Vira merasa cukup nyaman karena Pak Edo dan juga si bapak TNI termasuk orang yang lucu dan terbuka, toleransi pun tinggi sehingga membuat Vira bebas bicara tentang apa pun, namun tetap saling menghormati.


                                                                                                    *


Vira berangkat kerja bersama dengan Pak Edo, hari ini benar-benar hari pertama Vira di makassar yang dimulai dari pagi, sesampai dikantor kali ini Vira melihat Security yang berbeda, lebih pendek dan berbadan gempal, matanya agak merah seperti baru bangun tidur yang membuat lagi-lagi Vira merasa aneh. Vira tidak begitu banyak berbicara karena sibuk men-setting absen di aplikasi dan menginput absen manual ke sistem, di cabang ini belum menggunakan fingerprint, melainkan menggunakan check clock yaitu selembar kertas bergaris yang dimasukkan ke dalam jam besar, nanti akan muncul cetakan waktu dalam 4 digit, absen ini punya kelemahan kalau tanpa pengawasan bisa saling mengabsenkan. Padahal keberadaan karyawan distribusi dilihat dari waktu dia masuk, keluar untuk nantinya akan dihitungkan biaya harian mereka. Karyawan di sini memiliki gaji pokok dan gaji harian yang berupa uang makan dan transportasi, karena mayoritas karyawan di sini berada di lapangan, kecuali para admin.


Vira 1 ruangan dengan 2 admin sales yang 1 berusia 10 tahun diatas Vira dan 1 lagi berbeda hanya 1 tahun lebih tua dari Vira, sehingga Vira lebih banyak mengobrol dengannya, namanya Tina, dan Tina sepertinya lebih dekat dengan para sales Supervisor dan sales manager yang kerap mondar-mandir keluar masuk ruangan terutama pada sore hari, di kantor ini akan sangat ramai saat pagi hari sebelum para sales TO berangkat dan sore hari pada saat mereka kembali kekantor. Sisanya cuma ada para admin, Vira dan juga Wili selaku kepala cabang, tetapi Wili juga sering berada digudang.


Vira memiliki 3 anak buah, 2 security dan 1 Office boy. Dan so far mereka terlihat cukup nurut dan tidak bermasalah. Keberadaan Vira cukup diterima oleh operation karena mengurangi pekerjaan mereka, seperti untuk penghitungan uang yang berkaitan dengan absensi berpindah ke tangan Vira dan Vira pun tentunya mengaplikasikan aturan yang sama dengan seluruh cabang lain, dan ternyata cukup banayak masalah terkait absensi, banyak karyawan sering telat tanpa alasan yang jelas, dan bahkan ada yang tidak melakukan absensi, dan Vira membereskan masalah-masalah ini perlahan, walaupun dampaknya sering negatif seperti kemarahan dari karyawan yang tidak terima dikatakan sering terlambat dan yang justru atasanya melakukan pembelaan tanpa tahu masalahnya.

__ADS_1


Vira telah berkerja selama kurang lebih 1 bulan, dan masalah-masalah yang ada berangsur membaik, kendala bahasa kadang menjadi hal yang membingungkan bagi Vira, namun Tina kerap membantunya, mereka sudah menjadi teman baik saat ini, dan Tina bahkan bercerita bahwa pada awalnya Vira dianggap adalah orang yang menakutkan yang akan mengganggu  ketentraman cabang dan mengusik semua dengan aturan, bahkan mereka tidak mau 1 ruangan dengan Vira diawalnya dan berencana menempatkan Vira didekat kamar mandi. Cukup kejam kalau mau dikatakan, dan selain dengan Tina, Vira juga mulai mengenal Pak Abi, seorang sales Supervisor yang cukup dekat dengan Tina dan juga Pak Edo, sehingga kadang kerap pulang bersama dan makan malam bersama-sama, bahkan terkadang Hang Out bersama juga. Berada di makassar untuk pertama kalinya sangat menarik bagi Vira, bahkan bidang kerja juga menarik, karena Vira juga memiliki kewajiban untuk join sales dan driver secara accidental, Vira sendiri yang menentukan, ini salah satu jenis audit lapangan juga dan sekaligus melihat jobdesk mereka dilapangan, pengalaman menarik dari berjalan-jalan dipasar tradisional dan juga modern, melihat produk-produk yang didisplay merasakan kebanggan tersendiri.


                                                                                                  *


2 bulan kemudian


Ritme kerja Vira sudah mulai teratur dari mengurus recruitment, pemberian SP,  perencanaan Training dan pekerjaan HRD lainnya sampai menyentuh lingkup GA yang terkait pelayanan dan juga pengadaan barang perkantoran, Vira menambah pengetahuan untuk segala sebutan ATK, dan juga berhubungan dengan Vendor dalam hal pemesanan dan pembelian, dan membuat laporan ke purchasing pusat. Dan pekerjaan lainnya. Namun hari ini Vira melihat teman-teman kerjanya tiba-tiba sibuk sekali dan Vira pun bertanya


“Mbak Tin, kok pada tiba-tiba sibuk banget gitu kenapa?”


“ada audit internal dari jakarta mau datang lusa.”


“ooo..”Vira menjawab dengan santai karena tahu kalau audit datang entah ada salah atau tidak, kesalahan yang terlewat bisa terkuak dan menjadi masalah besar, sehati-hati apapun terkadang masih ditemukan kesalahan apalagi kalau tidak hati-hati, melihat santainya gaya sales si Vira tidak yakin kalau tidak ada kesalahan, apalagi terkait data.

__ADS_1


__ADS_2