My Dating Story

My Dating Story
Story Two Si Rooftop Prince


__ADS_3

Hari ini weekend ketiga dibulan ini, hari libur Vira, Vira yang menjadi senior sekarang di jabatannya sudah banyak belajar dan bekerja lebih lancar dari sebelumnya sehingga meminimalisir segala kesalahan yang terjadi. Tim mereka pun bertambah 1 orang yang fungsinya sebagai admin dan memiliki tugas menelepon dan mencari kandidat untuk tes serta merekapnya ke dalam database.


Hari yang agak istimewa karena Vira kembali ke sekolahnya untuk reunian dengan angkatannya.


 Setelah lulus SMA,  dan kuliah di kota lain, Vira sudah tidak pernah kontak lagi dengan semua teman sekolahnya, Vira bersekolah di TK dekat rumahnya kemudian melanjutkan  ke sekolah lain dan bertahan di sekolah tersebut sampai dengan SMA. Reunian kali ini adalah reunian teman TK yang diadakan di TK yang letaknya bisa ditempuh dengan dengan berjalan kaki dari rumah Vira kurang dari 10 menit, tergantung dari panjang kaki karena TK yang berada dekat rumahnya, para siswanya juga banyak yang tetangga Vira sehingga orangtua mereka pun biasanya kenal Vira atau mengenal orangtua Vira. Vira merasa semangat karena ini sudah hampir 20 tahun berlalu sejak mereka lulus TK, sudah seperti apakah teman-temannya, apakah dia masih bisa mengingatnya atau tidak?


 Vira berjalan sambil sedikit melamun memasuki gerbang TKnya dulu yang sekarang semua terlihat imut dan kecil, ada perosotan, ayunan dan segala permainan yang berwarna warni yang membuat Vira sedikit mengenang masa TK-nya saat bermain disana, kenangan itu seperti mimpi bagi Vira, masa yang cukup indah dan lucu. Vira terus berjalan sampai ke area dtengah area yang lapang dan agak luas, lalu tiba-tiba dia melihat seorang pria disana berdiri dikelilingi wanita, dia tertawa, pria itu berkacamata, cukup tinggi and have a slender body, not too thin, figure ideal buat Vira, melihatnya Vira feel like some thunder strike her, right at her head. Ini beneran istilah yang cocok disebut kayak disamber gledek. Dan Vira hanya bisa freeze di tempat seolah ada orang yang menodongkan pistol di kepalanya (kalau bergerak akan tertembak, Dor!). Toma(cowok yang sedang dilihat Vira sampai sedikit menganga) berhenti tertawa dan menoleh ke arahnya, ia berjalan mendekat dan memanggil


“Vira? Kamu Vira kan? Udah gede ya kamu.” naturaly he just brush her hair


Vira flinch a little (shock karena tiba-tiba ada yang menyentuh rambutnya) “kamu?”


“Toma, gak inget? Kejamnya kamu ternyata, padahal aku lo yang selalu nemenin kamu dulu.”


Vira mengingat Toma bocah TK yang tidak pernah berhenti menjahilinya semasa mereka di TK dari merebut mainannya, menyiramnya dengan air saat bermain dan meledeknya terus menerus, Toma selalu menjadi alasan Vira menangis semasa TKnya. Namun tidak pernah menyangka Vira yang sudah dewasa akan seperti ini, menjadi seseorang yang nyaris tidak pernah menangis, mungkin Toma sudah menghabiskan air mata Vira sewaktu TK.


“yakin kamu nemenin? Bukan ngacoin?”Vira menjawab sinis


“bukannya yang selalu sama kamu tetep aku kan?”


“ya, kind of.”


“gak nyangka kamu ternyata masih dendam ya?”


“sebenarnya  aku udah gak ingat lagi, tapi tiba2 semua keinget lagi aja pas kamu muncul.”


Vira merasa tidak nyaman dan melihat ke sekeliling menyadari dia menjadi sasaran banyak perempuan disana, melihatnya dari kaki ke kepala dan seperti scanner, beberapa dari mereka melihat dengan cemberut, ada yang tersenyum, sinis dan tidak, Vira tidak ingat mereka semua, tetapi seharusya mereka teman TK Vira kan? Seperti berada di tengah hyena yang hendak menerkam merasa prianya diambil, refleks Vira mundur mencoba mengalihkan pandangan ke tempat lainnya, mencari space untuk dirinya,namun entah sengaja atau tidak Toma malah mengikutinya dan tentu para hyena juga mengikutinya sampai ada seorang lelaki yang bagi Vira penyelamat, memanggil Toma, dan Toma berbisik kepada Vira sambil berjalan ke lelaki itu


“talk to you later, call me, or I will.”


Pengalaman Vira reuni ini setelah sekian lama ternyata bukan pengalaman yang terbaik, dia sudah lupa semua teman-teman kecilnya kecuali Toma, Vira sebagai anak kecil memang agak “antik” dan memang suka  memilih bermain sendirian, cuma toma yang suka mengikuti buat jahilin, berbeda dengan anak perempuan lain waktu pada main boneka atau masak-masakan atau mainan yang cukup “cantik” lainnya, Vira lebih suka menarik cacing tanah dan kemudian mengikuti gerakannya hingga masuk kembali ke tanah dan melihat ulat daun yang sedang makan, mungkin itu juga yang jadi ide Toma kecil yang nakal untuk menjahili Vira.

__ADS_1


                                                                                            *


Vira duduk di tangga melihat teman-temannya mengobrol juga Toma bersama teman-teman lelaki lainya, acara ini acara kumpul-kumpul ngobrol yang tidak terlalu menarik bagi Vira. Karena rumah Vira yang tidak jauh dan Vira tipikal yang agak ma-ger (males gerak), Vira berada disitu cukup lama sampai sepi dan Toma mendekat lagi,


“HP?”


Dengan tanpa curiga Vira memberikan hpnya


“Unlock”


“oh…” dengan tanpa ekspresi juga seperti refleks, Vira meng-unlock hpnya yang kemudian diambil oleh Toma yang ternyata mengirimkan pesan ke hpnya sendiri dan men-save namanya sendiri dengan Toma rooftop Prince. Vira membacanya dengan sedikit bingung.


“kalau aku message bales, awas kalau gak.”


Suara ancaman itu tidak lucu sebenarnya, nadanya datar tapi Vira tidak bisa menahan tawanya.


“Evil Toma. You are not a prince, you are evil toma.”


Melihat Toma dimalam hari mengingatkan Vira akan salah satu tokoh underworld di film dan serial kesukaanya, Vampire. Dan secara tidak sadar Vira berkata


“terserah lu deh pir.” Vira pun memakai tasnya dan berjalan pulang


TK sudah sangat sepi karena hampir semua teman-temanya sudah pulang bahkan halamannya sudah dibersihkan, Toma pun mengikuti Vira


“bisa pulang sendiri?”


“kayak lu gak tau rumah gw dimana aja”


“i know, tapi penculik bisa nyulik lo.”


“ya rumah gw aja udah bisa diliat tuh.” tunjuk Vira

__ADS_1


“rumahmu masih sama ya ternyata. Masih disitu.”


“yup, kamu yang pergi, aku kan gak?”


“masak aku yang pergi? Kamu juga kan?”


“kamu setelah TK ke LN kan?”


“ya trus aku kembali dan kamu gak ada.”


“aku gak ada?”


“ya beberapa teman bilang kamu kuliah diluar.”


“oo masih 1 pulau tetap gak sejauh kamu.”


“kata siapa? Bukankah benua juga pulau?”


Percakapan mereka terhenti karena mereka sudah sampai di depan rumah Vira


“kita sampai, kamu gak pulang?”


“emang gak tau rumahku?”


“gak tau lah, yang dulu tau, sekarang gak.”


“sama kok, kan nenekku tetap disitu, aku di rumah nenekku sekarang.”


Dan Toma pun berlalu, Vira juga masuk ke rumahnya.


Tanpa sadar Vira tersenyum sendiri didalam kamarnya, serta membuka handphonenya dan melihat nama Toma disitu, Rooftop Prince, menatapnya cukup lama dan malam pun berlalu dengan hati yang damai dan senyum dibibir Vira.

__ADS_1


__ADS_2