My Dating Story

My Dating Story
POV Yui (2)


__ADS_3

POV Yui Continue…


Sesampai di acara itu, aku melihat peserta dari kota lain yang ternyata banyak juga, kalau tidak salah ada 300 total peserta terbagi perempuan dan laki-laki yang jumlahnya dibuat sedekat mungkin, walaupun pada kenyataan tetap lebih banyak perempuan. Aku orang yang cukup terbuka jadi ya cepat akrab dengan banyak orang, dan menjadi pusat perhatian juga menyenangkan,  mungkin karena itu panitia sering memintaku memimpin doa bersama di aula besar itu. Rasa ingin tahuku cukup besar aku pun duduk kerap berpindah-pindah tergantung mood dan jadwal acara. Talk show, renungan, aku duduk tengah sampai belakang, kalau lagi  fun time aku pindah depan dan ikut saja nyanyi atau teriak, ternyata acara ini menyenangkan juga.


Saat itu aku duduk dibelakang bersama Finno dan ada 1 cewek yang sepertinya terlihat ceria sekali dan cukup muda, tapi kalau dilihat-lihat gak 100% ceria juga, dia kayak bunglon kalau aku lihat sekilas, kadang ia ceria, tetapi lebih banyak menunjukkan senyum yang tidak bisa kubaca artinya, nah lucunya kami sempat berdebat dan bercanda sampai kami tidak bisa berhenti tertawa, ia pun kenal dengan kak Finno, mereka sebelumnya sempat 1 grup pas pakai topeng.


Acara demi acara berlalu dan tiba ke acara privat yang memang sudah disiapkan dari malam sebelumnya dimana panitia meminta orang yang ingin melakukan privat date untuk mengirimkan nama orang yang diinginkan ke nomor yang mereka sediakan dan tentu saja aku tidak mengirimkan apapun, yakin aku juga tidak akan terlibat dengan acara itu, aku si tau aku tidak jelek tapi tinggi badanku kurang ideal untuk laki-laki pada umumnya, anggaplah aku tipe yang imut.


Private date dimulai di malam hari setelah kami makan malam, aku seperti biasa duduk santai bersama kak Finno karena sepertinya acara akan membosankan, aku duduk agak ditengah, tidak jauh dari cewek muda yang bercanda denganku itu, dan saat itu kami pun bercanda sampai aku tersenyum saja waktu namanya dipanggil, dia cukup imut mungkin ada cowok yang tertarik sama dia jadi aku melambaikan tanganku saja ke arahnya sambil menggengam tanganku mengatakan semangat, dan dia membalasnya dengan tersenyum hampir tertawa. Tak lama kemudian setelah semua perempuan dipanggil maka para laki-laki pun dipanggil, aku hampir saja melotot dan teriak waktu namaku kena panggil juga, apa-apaan ini, aku kan tidak mau serius, kenapa jadi aku diikutin juga ke acara privat gini. Haiz.


Kami para lelaki dimasukkan ke dalam 1 ruangan, aku melihat laki-laki lain dalam ruanganku dan kulihat beberapa memang ok banget si buat disukai, rapi, tinggi dan kulitnya cukup bagus, good looking,  sisanya terlihat biasa saja, tapi aku juga tidak kenal, dan aku malah diberikan 3 nomor oleh panitia yang katanya 3 cewek ini yang memasukkan namaku untuk acara ini, nomor itu tanpa nama, dan aku diminta menghapus foto di aplikasi chatku untuk membuat lebih adil, tapi menurutku bukankah itu sia-sia? aku kan yang gak tau cewek-cewek ini, mereka udah tau aku, tapi aku ya nurut saja, itung-itung entar ganti profil picture.


Aku pun mulai chat dengan mereka bertiga karena chat dari mereka hampir bersamaan masuk.


 Cewek 1 :


 “Hai Yui”


“Halo.”


“penggemarmu pasti banyak ya.”


“hahahhaha”


“kok ketawa, aku pasti benar kan? Kemungkinan kamu milih aku kayaknya bakal kecil, iya kan?”


“hahhaha”


 So far percakapan chat dengan cewek 1 bikin aku speechless


 Cewek 2


 “Hei”


“hai”


“tau gak siapa aku?”

__ADS_1


“ahahha. Kok jadi main tebak-tebakkan?”


“ya siapa tau udah duga kan?”


“gak gak, emang siapa?”


“kalau aku kasih nama si kayaknya kamu belum tentu juga tau, tapi si kita sempat ngobrol.”


“heh? Kapan? Tadi?”


“iya sama kamu dan kak Finno juga.”


“eh serius aku penasaran, kamu siapa ya?”


“aku cewek si pastinya.”


“iya iya, tapi yakin banget kamu cewek?”


“hahaha, gak juga si, soale aku suka keliatan ganteng juga.hehehhe”


“gokil lu ya.”


 So far chatnya asyik dan dia memiliki humor yang menyenangkan dan cukup cocok, kami pernah ngobrol sebelumnya, tapi aku banyak ngobrol sama cewek, apa mungkin yang tadi itu? Cewek imut itu? Tiba-tiba aku jadi excited karena tau dia juga dipanggil tadi, tapi biasanya kalau aku berharap hasilnya pasti zonk si, so far cewek 2 boleh lah diajak chat lebih.


Cewek 3


 “Halo Yui apa kabar?”


“baik.”


“aku boleh ya tanya-tanya?”


“oh iya boleh lah.”


“kamu tipe cewek idealnya kayak apa ya?”


“yang cantik?”

__ADS_1


“wah semua suka si emang yang cantik, aku juga suka yang ganteng kayak kamu.”


“hahahha, makasih makasih.”


“tapi aku gak cantik, cuma kelebihanku banyak lo”


“ooo, bukannya semua orang bisa dibilang cantik ya tergantung persepsi yang lain kan?” jawabku diplomatis


“hahhaha, iya juga si. Oh ya lanjut ya aku nanya lagi.”


“ok.”


“kamu ikut acara ini berarti pengen cepet nikah kan?”


“gak juga si.”


“oohhh, tapi pasti nyari buat serius kan?”


“gak tau juga, aku aja kaget ini ikut terlibat acara ini.”


“oh gitu ya…makanan kesukaan kamu apa?


“ind****.”


“wah gak baik loh kalau kebanyakan.”


“ntar kalau jadi pasangan kamu, aku bisa masakin kamu apa aja, aku jago masak lo.”


“wah.”


“terus hobi kamu apa?"


 Dengan cewek 3 lama-lama kayak diinterview data diri, dan dia terlalu serius kayaknya, membuatku agak takut.


 Setelah kurang lebih 30 menit chating, kami para lelaki yang punya lebih dari 1 pilihan (benar saja dugaanku tentang cowok yang ok itu dia juga ada lebih dari 1 karena kita berdua diminta untuk memilih) dan aku pun memilih cewek kedua yang fun banget dan nyambung. Setelah cukup lama menunggu panitia pun datang memanggilku untuk mempertemukan aku dengan cewek 2, aku otomatis cuma bisa tebak-tebak saja cewek 1 dan 3 yang mana. So far cewek imut itu belum ada di aula utama si, jadi masih ada kesempatan.


Dan benar saja rasanya aku jadi gugup gak karuan dan kemudian kaget setengah mati, ternyata benar-benar dia. Dan memang kami banyak kecocokan, humor kami yang kadang cukup sadis juga match. Semua lancar, gawat kalau bokap tau ini mah. Sampai aku tau usianya, aku tidak menyangka ia 6 tahun lebih tua dariku, wajahnya terlihat lebih muda dariku, aku pun jadi bimbang, aku takut dengan usianya yang mungkin saja bakal dekat buat nikah, plus kita bakal LDR kalau aku mau, plus lagi aku takut dia terlalu dewasa. Aku pun curhat dengan Kak Finno yang selalu mendengarkan, namun entah kenapa waktu aku cerita tentang Vira dia malah terlihat penasaran, jadi ya aku yang frustasi menceritakan semuanya.

__ADS_1


Hari ini hari kepulangan kami kembali ke asal masing-masing, sejak pagi ini aku sudah menghindar dari Vira, pikiranku benar-benar kacau dan membuatku sulit tidur semalam, aku tau aku pengecut tapi aku tidak berani berkata langsung ke Vira untuk menolaknya karena aku takut, takut banyak hal. Dan aku tidak menyangka kalau Vira lebih serius dari yang aku duga dan membuatku semakin takut dan malah membuat kak Finno menjadi juru bicaraku, dan herannya kak Finno terlihat senang dan tiak keberatan dengan peran dadakannya itu, dugaanku Kak Fin suka juga sama Vira. Setelah aku menghindar lagi Vira masih menchatku, dan mau tak mau ak tak bisa menghindar lagi untuk mengakhiri dengan cara yang lebih baik pertemuan kami yang singkat itu.


                                                                                                     *


__ADS_2