My Dating Story

My Dating Story
Sony (Vira's Best Friend)


__ADS_3

Sony berusia lebih muda satu tahun dibandingkan Vira, mereka bertemu awalnya di kegiatan kampus, di salah satu kegiatan peminatan di kampus, kemudian semakin akrab karena sama-sama menjadi ketua organisasi di periode yang sama, walaupun mereka berbeda jurusan dan angkatan. Vira mahasiswa psikologi saat itu dan juga menjabat sebagai ketua ukm catur, sedangkan Sony mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang menjabat sebagai ketua ukm bridge yang Vira awalnya juga menjadi anggota di UKM tersebut. Mereka menjadi sahabat sampai saat ini, sudah kurang lebih 8 tahun. Kampung halaman mereka berbeda, Sony berasal dari Sulawesi Selatan, dan Vira dari Banten. Mereka bersahabat dan sangat yakin akan perasaan masing-masing mengenai hal itu, bagi Sony, Vira seperti cermin dirinya, begitu pun sebaliknya, dihadapan teman-teman mereka yang lain, Sony dan Vira kerap dikira saudara, karena sering saling berdebat dan saling mendukung satu sama lain, seperti Vira, Sony juga bukan orang yang sering menggunakan perasaannya, namun pengalaman romansa Sony lebih banyak daripada Vira, Vira terlalu polos kalau kata Sony, padahal kalau ibarat sama-sama kertas, Vira kosong belum tersentuh masih dalam tumpukan di pack, Sony cuma ada debu sedikit karena sudah berada diluar dan paling atas, jadi ya sebenarnya mereka ya tidak jauh beda.


Hari ini mereka saling chat


“oi Vir, kenapa?”


Entah bagaimana walaupun jauh biasanya mereka punya telepati aneh yang seolah tahu keadaan satu sama lain tanpa harus bertatap muka langsung.


“kenapa apanya?”


“feel u a little different.”


“dia pergi son.”


“siapa? Toma?”


“yup”


“kemana?”


“Singapura.”


“and”


“End”


“just like that, and now u feel sorry.”


“selalu ya.”


“kenapa kamu gak coba hubungin dia lagi?”


“dia menghilang Son.”


“medsos?”


“gone.”


“coba send deh ke aku.”


Sony merasa Toma tidak mungkin menghilang dari medsos, mungkin Vira telah di block.


Sony pun mengetik nama-nama yang diberikan oleh Vira dan seperti dugaannya semua ada. Vira di block.


“dia block semua akun kamu kayaknya.”


“seriously?”


“yup, ak kirim ya screenshootnya.”


Dan memang benar semua ada, Sony bisa melihatnya, namun Vira tidak. Dan Vira tau Toma ingin menghapusnya, logikanya memahami itu tapi hatinya terasa sangat tidak nyaman dan membuatnya ingin menangis.


 “gw dapat beberapa tawaran kerja.”


“good for you.”


“iya, kayaknya gw bakal pilih yang terjauh.”


“maksudnya?”


“ada beberapa tempat yang hire gw”

__ADS_1


“ok?”


“ada yang di Jakarta beberapa, tapi ada juga yang di Sulawesi selatan.”


“so u mau ke tempat aku gitu?”


“disana gimana menurut lu?”


“ini kampung halamanku lo, so I feel nice.”


“kira-kira kalau gw kesana gw bakal bisa adapt gak?”


“pasti bisa. Inget gak dulu pas di kampus dialek kamu berubah, terus orang-orang kira kamu juga dari luar pulau, ngira kamu orang Sulawesi, ditambah kita dikira saudara.hahahha”


“iya juga si…”


“tapi kamu yakin? Terlepas dari budaya, kamu emang beneran pengen lari?”


“rasanya bakal lebih mudah ngelupain gak si kalau kita pergi jauh dari tempat yang terlalu banyak kenangan?”


Seketika telepon Vira berdering Sony menelepon


“Hai Virrrr…” suara cewek menyambut, pasti Winnie


“Hai Win, kalian lagi bareng ya? Sori ya gw ganggu.”


“hahahha, gak kebalik ni?”


“wah Son, gawat cewek lu cemburu.”


“hahahahaha.” Terdengar suara Sony tertawa terbahak-bahak.


“Sony suka sesat jangan didengerin.”


Sony dan Winnie sudah lama berpacaran, walaupun tidak pernah bertemu langsung tapi Winnie kerap melakukan Vcall dengan Vira, awalnya tanpa Sony malah, terus bareng-bareng setelah mereka berpacaran. Sony dan Vira lebih suka chat, namun Winnie merasa itu terlalu lama dan lebih suka vcall.


“Menurut aku ya, dimana pun kamu ya intinya mesti happy jangan Cuma buat lari terus nyesel, kalau ada tujuan lain dan yakin kamu happy ya lakuin aja, kalau kamu kesini siapa tau kita bisa ketemuan juga kan jalan bareng.”


“iya si bener juga.. salah satu gw pengen pilih ini karena company na punya bidang yang beda, jabatan juga lebih luas HRD & GA representative, gw tinggal interview terakhir untuk penempatan makassar, ya tapi ada training dulu juga si di Jakarta.”


“folow ur heart hon, aku sama sony pasti dukung deh.”


“aku si percaya dimana pun kamu, kita ya akan tetap kita udah terbukti juga kan? Hidup itu indah lo, dan siapa tau kamu bisa dapat cowok sini juga kan? Hahahahahha” Sony menambahkan dan juga tertawa.


“ok ok, thanks ya, ya siapa tau juga pas disana aku dapat undangan kan dari kalian..hahaha..udah ah gw gak mau ganggu lagi, bye2.”


 Vira pun mematikan teleponya secara sepihak dan merasa pikirannya lebih tenang saat ini.


Dan Sony menchat lagi


“u always can talk to the mirror everytime, you must know it.”


Vira membaca message itu dan membuat dia merasa sangat beruntung memiliki Sony yang ia rasakan lebih dari sahabat biasa, saudara, bahkan lebih dari itu. Dia man version of me and me as the woman version of him.


                                                                                                         *


    Vira sudah menetapkan tekadnya dan sekarang berada di kantor pusat sebuah distributor dari merk dagang yang cukup terkenal di Indonesia, karena jumlah produknya cukup banyak dan meliputi food dan non food, ini bidang baru bagi Vira dan Vira menjadi sangat tertarik waktu sekilas melihat banner iklan dengan gambar produk-produk yang cukup sering ia lihat dalam kehidupan sehari-harinya. Vira baru saja selesai interview dengan GM HRD & GA dan akan dilakukan training dulu untuk jabatan representative di makassar yang sebelumnya tidak pernah memiliki HRD & GA di lokasi. Vira menyukai orang  yang menginterviewnya dan juga calon atasan langsungnya, seperti memberikan kesan nyaman sekali walaupun baru bertemu, gaya bicara mereka pun menyenangkan. Apabila semua lancar dalam waktu 1 bulan ke depan Vira akan ke makassar setelah menyelesaikan training di kantor pusat ini.


Vira pun menchat sahabatnya


“Son, gw bakal ke makassar.”

__ADS_1


“wow. Ini keputusan terakhir kamu ya?”


“yup, aku suka calon atasanku juga, mereka sepertinya baik dan bikin nyaman.”


“just follow your heart.”


“yup I do that, and aku ngerasa lega banget si.”


“bagus lah, jadi kapan kamu bakal dikirim ke sini?”


“bulan depan.”


“masih ada waktu lah buat nyiapin mental.”


“hzzz, jangan nakutin juga si.”


“siapa yang nakutin coba? Aku kan Cuma bilang siapin mental.”


“ya nakutin Namanya.”


“hahahhaa, gak ada yang suruh takut.”


“asem lo.”


“gak kok, bentar d aku coba cari gula apa garem.”


“ngapain?”


“ya biar asin gitu atau manis.”


 Dan percakapan mereka selanjutnya lebih gak penting dari apapun yang bisa ada di chat tapi Vira merasa terhibur.


1 bulan kemudian


Vira mengepack tasnya, dibandingkan cewek lain pada umumnya dan lama kepergiannya, Vira terbilang sangat simple bahkan terlalu simple, ia hanya membawa 3 tas, 1 tas ransel, 1 tas selempang besar dan 1 tas kecil yang berisi dompet dan hal-hal kecil lainnya, tidak ada yang masuk bagasi, semua bisa dibawa ke kabin.


Saat ini Vira sudah berada di bandara, sendirian ke kota yang belum pernah Vira datangi, disana akan ada kepala cabang yang menjemput, mereka sudah sempat berkomunikasi melalui telepon sebelumnya, Kepala cabangnya sendiri bukan orang asli makassar, melainkan orang Bali, dia sudah 1 tahun disana, Vira pun bukan orang yang cerewet dalam mencari tempat tinggal, dan kos disana pun dicarikan oleh tim makassar dan letaknya tidak jauh dari kantor, serta katanya ada orang dari principal (Brand Manager) yang juga tinggal disana, bahkan kadang tim audit yang suka datang pun menginap di kos itu untung jangka waktu pendek, karena kerap audit dilakukan cukup lama dari 1 sampai 3 bulan, karena audit di perusahaan ini juga memiliki tugas lain sebagai surveyor.


Vira sekarang sudah sampai di kota makassar dan sudah bersama Pak Wili, yang akhirnya dipanggil kak oleh Vira karena usia mereka yang hanya berbeda 1 tahun. Kelihatannya Wili orang yang santai dan cukup asyik karena sering mengobrol dengan Vira.


Vira pun menchat sahabatnya


“Son, gw udah di makassar, otw tallo? Bener gak tuh namanya.”


“yup itu kecamatan di makassar kalau gak salah.”


“iya ini gw lagi di mobil otw ke kos-an.”


“menarik ya, kelihatanya bikin kamu hype.”


“yup yup you know me lah.”


“yo…semoga semua lancar dah, n jangan lupa bahagia.”


“kapan-kapan bisa ketemu kali ya klo gw udh agak settle”


“ok ok, atur aja ntr aku sama win temuin lo, tp kita beda kota si, jd aku gak 100 % janji ya bisa.”


“sip sip santai aja, I know.”


Chat mereka terhenti dan Vira pun kembali mengobrol lagi dengan Wili.

__ADS_1


                                                                                              *


__ADS_2