My Dating Story

My Dating Story
After Story (2)


__ADS_3

Yui Tanaka, itu namaku, tapi aku bukan keturunan Jepang ya, gak ada jepun jepunnya sama sekali, aku tumbuh sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara, kakak sulungku laki-laki, kakakku yang tengah perempuan. Sebagai anak bungsu pada awalnya aku tidak terlalu dipedulikan dan bisa dibilang apapun yang kuinginkan bisa dikabulkan dengan cepat. Hal itu sepertinya dikarenakan aku lahir dengan jarak waktu yang cukup jauh dengan kakakku, 10 tahun. Dari kecil ya aku hidup seperti itu dan semakin besar aku hanya menjalankan kehidupan yang kupikir seharusnya, sekolah, kuliah lalu kerja. Aku membantu papaku diperusahaan yang ia miliki  selama 20 tahun ini, kakakku tidak ada seorang pun yang bekerja disana dan semua sudah pergi dari rumah sejak menikah beberapa tahun yang lalu.


Ayahku sepertinya jengkel sekali karena aku terus berada di rumah sepulang dari kantor. Jadi tiba-tiba saja ia malah menyuruhku menikah. Dan jadilah aku diikutkan ke acara blind date yang merupakan salah satu acara keagamaan juga. Aku yang tidak suka berdebat ya nurut saja dan tidak kusangka aku cukup menikmati acara itu, bahkan sempat ketemu dengan cewek yang cukup menarik, tapi beda usianya terlalu jauh untukku. Kalau dipikir secara logika sebenarnya tidak juga, tidak lebih tua dari kakakku, tapi kalau orangtuaku tahu, wah  bisa disuruh segera nikah, aku belum siap. Dan lucunya 2 tahun telah berlalu orangtuaku agak berhenti mengusikku tentang ini, ya mungkin juga karena pandemi si kayaknya. Dan aku masih bisa menikmati masa singleku, paling tidak sampai tahun depan lah ya.


                                                                                                  *


Pria itu sedang mengobrol dengan ibunya sambil makan malam, Finno tinggal hanya bersama ibunya, sebagai anak tunggal dan ayahnya sudah lama meninggal. Finno sangat menyayangi ibunya, dan ingin sekali menikah dan membahagiakan ibunya. Namun sepertinya keinginan itu belum bisa terwujud sampai saat ini padahal rasanya tidak ada yang salah dengan dirinya, Finno selalu berpikir ia pria yang cukup mapan seharusnya dimata perempuan, wajahnya cukup ok menurutnya, dan memiliki cukup banyak teman perempuan sebab salah satunya ya karena pekerjaanya. Dan dia merasa dia juga bukan orang yang suka berprilaku buruk. Sampai saat ini dia masih suka berpikir tentang Vira.


Finno masih bingung kenapa Vira menjauh dan memilih yang lain, apa lelaki itu lebih tampan darinya? Kalau masalah kebaikan hati Finno merasa dia orang yang baik. Finno tidak pernah menyadari sikap memilikinya yang berlebihan dan ngambeknya yang seperti jual mahal akan membuat para perempuan mundur teratur, ditambah menurut banyak wanita wajahnya tergolong biasa saja. Namun pria itu terlalu percaya diri untuk menyadarinya dan bukannya melakukan refleksi diri ia malah makin bingung, mungkin seharusnya ada seseorang yang menyadarkannya, memberitahunya apa yang sebenarnya tentang dirinya, sayangnya belum ada.


                                                                                              *


 Vira dan aku menjadi orang asing selama lebih dari 1 tahun, sampai entah apa yang terjadi aku merasa Vira berubah. Cara bicaranya, dan gaya dia chatting membuat aku rileks, dan anehnya kami menjadi lebih terbuka satu sama lain, dia memberikan sebuah surat untukku, judulnya thank you letter. Isi suratnya seperti judulnya, ia berterimakasih karena aku pernah hadir dalam hidupnya sehingga ia bisa punya perasaan yang dulu ia rasakan, ia merasa banyak perubahan yang terjadi pada dirinya karena aku, ia menjadi memahami untuk lebih mencintai dirinya sendiri sebelum mencintai orang lain. Bahkan di surat itu ia memintaku melupakan semua perkataan dia yang tidak masuk akal dahulu, dan apapun hubungan kami nantinya itu bisa saja terjadi, kalau pun kami berakhir seperti kakak beradik tidak akan masalah baginya. Dan aku merasa dia telah menyerah, menyerah akan perasaan tertarik secara romansa kepadaku 2 tahun lalu, dan itu membuat aku malah jadi kagum padanya.

__ADS_1


Sebelumnya aku melihat Vira yang terlalu tertutup dan hanya suka melucu, dan tidak pernah bisa serius. Kali ini aku seperti merasakan ada kobaran api untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, dan aku sudah tidak lagi menjadi agenda baginya, ia sedang mencari jati dirinya, dan cara ia bercerita padaku berbeda yang membuat aku merasa nyaman untuk berkata apapun kepadanya, aku yang membutuhkan waktu untuk memiliki perasaan menjadi seperti bertemu Vira yang baru, apa aku bisa mencoba kembali? Aku terlalu pasif atau sebenarnya aku yang takut aku juga tidak tau, untuk saat ini aku merasa bahagia hanya dengan percakapan-percakapan sederhana kami tentang banyak hal yang terasa lebih bermakna.


                                                                                                *


2 tahun telah berlalu dari terakhir hubungan Vira dan Vide yang sebenarnya juga  tidak ada status yang jelas. Vira menyadari kalau dia cukup menyebalkan saat itu. Kebiasaan Vira yang selalu punya backup sampai tahunan di chatnya membuat Vira sadar saat ia membaca chat mereka kembali, betapa menakutkan Vira, bahkan dimata Vira sendiri, kenapa terlalu agresif? Vira merasa sadar sepenuhnya ia telah kehilangan dirinya saat itu, dan ia kagum akan kesabaran Vide menerima keanehannya itu, dan Vira memang ingkar janji beberapa kali dan Vira sendiri merasa kesal dengan chatnya sendiri. Vira pun kerap kekanak-kanakkan, dan memang menjaga jarak tanpa sadar menutup dirinya dan ternyata ujungnya mundur pelan-pelan dengan mengurangi frekwensi chat dan tidak lagi menelepon setelah mengatakan kalau dirinya takut. Namun setelah beberapa lama begitu ia malah menanyakan kepada Vide tentang perasaan Vide. Aku rasa semua orang kalau berada di posisi Vide akan menolak Vira yang sebenarnya sudah menolak dengan memasang tameng tinggi. Vira bersyukur karena Vide menjawab jujur tidak seperti penolakan klise “kamu terlalu baik untukku” atau sejenisnya yang sering diketahui oleh Vira dan pernah pula ia gunakan.


1 tahun belakangan setelah mengundurkan dirinya Vira beristirahat dan belajar banyak hal serta mencari jati dirinya. Ia menyukai hidupnya sekarang dan mendapat pengetahuan bahwa ia tidak mencintai dirinya sendiri selama ini, dan dia harus belajar itu untuk mencintai orang lain.


“Love is not a love if u not in love.”


“To be in Love, you must love yourself first.”


“If u Love without love yourself first, its called sacrifice.”

__ADS_1


“Love yourself is a key of Love.”


“ You can find love if u try, just never give up, and not be limit by age.”


“Our time is different.”


“being alone vs being lonely its different situation.”


“Love and hate is love with different way.”


“Love for you and love for me can be different.”


“respect yourself, find your way and find your happiness.”

__ADS_1


__ADS_2