
Ini hari senin yang biasanya menjadi hari yang dibenci para office worker, I hate Monday, tapi saat ini Vira malah lebih bersemangat dari biasanya, bahkan agak “hype” sampai-sampai Vira bangun sebelum alarmnya berbunyi dan mengagetkan mama yang juga memang selalu ikut bangun dan melihat Vira berangkat kerja.
“kamu semangat banget hari ini, biasa bangun matanya belum kebuka, jalannya kayak zombie.”
“ih mama tau zombie juga?” seru Vira sambil tersenyum menunjukkan giginya
“tau lah, yang kalau jalan gak ada nyawanya gitu, lunglai.”
“hahahhaha.”
Vira bersiap-siap cukup cepat hari ini, bahkan sempat men-chat Toma
“Good morning Evil, Semangat.”
Lalu berangkat dengan senyum dan banyak melamun (lebih tepatnya menghayal si) selama perjalanan, sampai 2 jam perjalanan pun tidak terasa, kesenangan dan senyum lebar Vira ini menular ke Security jaga di gedung cabang dan merasa Vira pagi ini lebih bersemangat dari biasanya.
Vira membuka hpnya dan melihat chat dari Toma
“udah pulang?”
“belum, masih harus persiapan buat besok, tes hari ini si udah selesai.”
“makan malam?”
“ntr aja di rumah, biasanya gitu kok.”
“biasa pulang jam berapa?”
“rata-rata jam 9 malem si.”
“Ya jakarta masih rame si jam segitu.”
“entar juga bakal ketemu banci dipangkalannya. Jam pulang aku bertepatan sama banci keluar.”
“jangan cari sampingan lagi lah, udah malem.”
”asem lo pir.”
“hahaha, yaudah sana lanjut kerja dulu, lanjut lagi kalau kamu udah otw pulang.”
Vira sengaja berhenti menjawab lagi dan melanjutkan aktivitasnya, masih gak nyangka kalau hari senin si Monday who almost every office worker hate can be like by Vira. Percakapan tidak penting dalam pikiran Vira membuat Vira tertawa sendiri dan membuat penumpang lain yang sering ditemui Vira jadi bertanya
“tumben ni ketawa-ketawa.”
“biasa lagi ngayal.”
“hari ini dapet banyak ya.”
“gak si, dapat dikit malah.”
“wah berarti senengnya gara-gara yang lain ni, gak mungkin seneng ngereject kan?”
“hahahha, gak lah.”
“lanjut d ngayalnya.”
“lanjut juga sana tidur.”
Vira hampir selalu bertemu dengan dia, sesama penumpang transjakarta di rute yang sama pada jam yang sama, mereka naik dari halte yang sama dan kerap menunggu Bus yang sepi, sehingga berbagi cerita tentang pekerjaan tanpa tahu detail dan nama. Dia bekerja sebagai Audit dan Vira sebagai HRD.
Vira teringat untuk menchat Toma
“Vil, aku udah otw, biasa lagi di traja.”
“oo, duduk manis ya.”
__ADS_1
“yoi. Manis banget bisa banyak bangku lagi”
“hahahhaha, bisa buat tiduran juga gak?”
“ngomongin tiduran aku ya suka tidur di traja biasanya, bahkan bisa tidur berdiri lo.”
“itu kehebatan office worker ya.hahaha.”
“yaudah aku bobo dulu yak bentar entr lanjut lagi, mayan lah 2 jam.”
Sesampai dirumah Vira pun menepati janjinya dan seperti malam-malam sebelumnya Toma pun meneleponya lagi dan lagi-lagi tidur duluan, seolah memang Vira adalah obat tidurnya. Dan chat serta call di malam hari ini menjadi kebiasaan sehari-hari mereka.
Hari Kamis
Vira mempersiapkan tes seperti biasa, kali ini dia membantu adminnya untuk memilih kandidat karena beberapa posisi memiliki spesifikasi khusus dari posisi lainnya, dan Vira melihat nama Itu, Toma Andreas Putra, nama lengkap Toma, dan ada fotonya juga, melihat spesifikasinya memenuhi untuk posisi Junior Programmer dan Vira pun meng-collect namanya dan meminta Rina untuk menjadwalkan di hari sabtu yang membuat Rina agak heran
“Mbak, ini programmer mau buat sabtu?”
“iya, jadwalin aja, ntar aku tambahin lagi.”
“yakin mbk? Tes programmer kan bisa 7 jam.”
“iya gak apa-apa, target individu aku bulan ini juga masih belum terpenuhi.”
“yaudah bener aku undang ya mbak.” seru Rina sekali lagi mengkonfirmasi
“ok, makasih ya.”
“siap”
Hari itu berjalan seperti biasa dengan hadirnya Toma di setiap hari Vira yang sudah menjadi kebiasaan selama berminggu-minggu belakangan, mereka kerap bermain bersama atau hanya berjalan-jalan di tempat yang cukup unik dan biasanya bernuansa rooftop alias atap. Tempat-tempat yang disukai Toma pun menjadi tempat yang Vira sukai begitu pun sebaliknya sehingga mereka senang bersama tanpa memikirkan apapun. Toma yang selalu menganggap Vira adalah “obat tidurnya” selalu menelepon di akhir hari dan entah sejak kapan telah menjadi suntikan semangat bagi hidup Vira yang biasanya hanya meliputi kerja, kerja dan kerja.
Hari Sabtu
“wah mbak, mau siap-siap malam mingguan ya, cantik banget hari ini.”
“hahahhaa.”
Vira hanya tertawa mendengar perkataan sang security.
Tes dimulai pukul 8.30, seperti biasa Vira mengecek jumlah peserta hadir dengan menelepon security
“pak, sudah berapa yang datang?”
“9 orang mbak, tapi pada lagi berdatangan lagi si ini. Cowok semua ya mbk?”
“kebanyakan si gitu. Yaudah pak makasih ya”
Vira pun menyalakan komputer server dan memastikan semua tes utuk peserta hari ini, programmer dan IT support. Dan tepat pukul 8.30 Vira pun turun dan memandu para peserta tes untuk masuk ke dalam ruangan tes dan sekilas Vira melihat Toma yang sepertinya kaget melihat Vira berada disitu. Vira menjelaskan tes dan cara penggunaan komputer untuk tes hari itu, lalu berkeliling dan Vira pun mendekati Toma dan berbisik
“semangat pir, gak usah kagum gitu lah liat aku.” Vira mengatakan itu tanpa menunjukkan emosi dan melihat Toma sedikit lebih tegang sebentar lalu tersenyum.
Selesai Tes Toma duduk sendiri dekat security dan mengobrol dengan security
“pak disini ada yang jual makan dimana ya?”
“mau makan siang ya mas?”
“iya, biasanya Vira suka beli makan juga gak?”
“oh kalau mbak Vira si palingan mie ayam dibelakang kantor atau ada tempat makan juga tuh di seberang pas habis jembatan busway.”
“yaudah pak, saya beli makan dulu ya pak.”
“oh iya mas, silakan.”
__ADS_1
Setelah membeli makanan 3 bungkus, 1 untuk bapak security, Toma lanjut mengobrol dengan security,
“masnya kenal sama mbak Vira ya?”
“iya pak.”
“oalah pantes mbak Vira hari ini beda.”
“kenapa pak?”
“gak apa-apa baru liat aja mbak Vira ada cowoknya.”
“hahaha, jadi biasanya jam berapa selesai sabtu gini pak?”
“gak tentu si, biasanya gak pernah tes yang ini, yang ini panjang, kalau yang biasanya si jam 2an dah cabut tes na slese jam 12an gitu.”
“oalah beda beda berarti ya pak?”
“ya, yang ini kayaknya lebih susah, masnya ngerasa susah gak?”
“biasa aja si pak.”
“iya si cowoknya mbak Vira pasti jago juga si.”
“eit pak, tapi saya beneran gak tau lo pak bakal ketemu Vira disini.”
“masak si? Masak cowoknya gak tau ceweknya kerja dimana.”
“saya tau kantor pusatnya pak, tapi gak tau kalau disini tempat kerjanya Vira.”
melihat semua peserta tes sudah keluar dari ruangan dan Vira pun lalu menutup pintu kelas dan akan naik ke atas tetapi merasa heran melihat toma disitu.
“pir, masih disini lu?”
“galak amat mbak sama cowoknya.”security jaga malah yang menjawab Vira
“hahaha, biasa gitu kok pak”
“lu ngapain masih disini?”
“tuh beliin makan buat mbaknya, saya juga dapet ni.”
“lagi ngobrol, kagak liat?”Toma menjawab juga
“hiz…klo mau nunggu, ke atas aja yuk, biar gw beresin ini sekalian, ijin ya pak.”
“siap bos.”
“ijin keatas dulu ya pak.”
“ok ok.”
“Vir, emang gak apa-apa gitu gw ke kantor lu.”
“gak apa-apa, gak ada siapa-siapa juga kok, tapi kalau lu mau ngobrol sama security gw aja si juga terserah lu.”
“buset sinis amat, gw kan cuma nanya, kalau gak masalah ya, enak nemenin lu lah daripada sama si bapak.”
“yaudah ayo naik.”
“makan dulu yuk.”
Mereka pun makan bersama sambil tetap melanjutkan obrolan, lalu Toma diam menunggu Vira selesai dengan pekerjaannya.
Vira menyelesaikan tugasnya dan kemudian berpamitan dengan security jaga dan pergi bersama Toma melanjutkan malam minggu yang terasa pendek.
__ADS_1