My Dating Story

My Dating Story
POV Aby dan Vira


__ADS_3

Vira Point Of View (POV)


Di waktu awal aku mengenal identitas Wandy adalah disaat aku mulai dekat dengan Aby, saat yang tak terduga yang membuat sesungguhnya aku paham tentang perasaanku sendiri, Wandy dengan mudah memasuki hatiku bahkan sejak awal kami bertemu, kami sudah nyaman tanpa perlu tahu identitas masing-masing, Wandy orang asing yang tidak pernah terasa asing. Di sisi lain Aby sejak awal berkenalan dengan identitas yang lengkap, kami pun cukup sering berjalan bersama, tetapi aku hanya bisa menganggapnya sebagai orang baik yang mungkin bisa dijadikan kakak, kadang aku sampai merasa bersalah, apa aku memperalatnya? Memanfaatkan kebaikannya? Namun kemudian aku tau Wandy hanya sebuah pelajaran dari takdir yang indah nan tragis, Aby datang seolah mengulurkan tangannya, seolah semua orang yang ada di sekitarku pun mendorongku untuk memilih Aby, padahal hatiku tau Aby tidak pernah menjadi pilihan. Aku sangat mudah mendengarkan orang lain ditambah aku sangat menyukai logikaku yang sering mengalahkan hatiku. Logikaku bilang itu ok. Hatiku berteriak jangan, tapi akhirnya aku memilih menjalaninya, aku sadar menjalaninya dengan setengah hati, dan kami pun dengan cepat merasakan ketidak cocokan itu, lalu kami malah dipertemukan lagi, dan aku mengulang hal yang sama, salahkah aku? Apa keadaan yang salah? Aku tidak bisa menyalahkan keadaan karena toh aku seperti hanya memiliki status palsu selama ini kami berpacaran dan lagi-lagi memang aku yang memang memilih menjalaninya. Aku tidak pernah selingkuh, tidak pernah sekali pun terpikirkan olehku walaupun hatiku merasa aku memilih jalan yang tidak adil. Hubungan aku dengan Aby terkadang terasa seperti ritual dimana aku harus memenuhi kewajibanku sebagai pacar, dan logikaku bilang kalau aku lebih terbuka hatiku mungkin bisa menerimanya. Tersentuh lagi oleh kebaikannya kami pun tanpa sadar sudah kembali bersama lagi dan yang pada akhirnya menimbulkan frustasi yang baru, kami saling berjanji, namun kenyataannya yang selalu menepatinya hanya aku. Aku selalu berkata aku tidak bisa mentoleransi orang yang ingkar janji, namun Aby terus melakukannya, aku pikir dia yang menyukaiku namun kenapa dia suka sekali menyakitiku dengan cara ini. Rasa sakit yang kurasa aku pikir karena aku takut kehilangan Aby, atau aku hanya takut kehilangan status itu?

__ADS_1


 Waktu telah berlalu saat kami sudah putus seutuhnya setelah sekian kalinya banyaknya ketidak cocokan kami dan aku merasa sangat lega, entah kenapa lebih bahagia, walaupun di awal aku kesal karena tuduhannya kepadaku, namun pada akhirnya aku memahami kalau mungkin dia juga frustasi dan wanita lain bisa memenuhi segala hasratnya. Kami bahkan kembali berteman lagi, dan anehnya Vira bisa menerima itu dan baik-baik saja saat Aby menceritakan hubungannya dengan Rely, Aby bilang Rely mirip denganku yang membuatku meminta foto mereka yang ternyata tidak mirip. 3 tahun hubungan kami tidak pernah 1 kali pun aku atau Aby mengupload foto kami di media sosial,  dan tidak pernah memakai baju couple bersamaan,tapi ia dengan Rely melakukannya padahal seharusnya masih awal hubungan, dan aku merasa sangat konyol waktu Aby bilang padaku kalau ia melihatku didalam diri Rely dan Rely sangat takut kalau kami akan balikan lagi, nah pendapat ini agak aneh dan seperti mengiyakan kalau hubungan mereka sudah mulai sebelum aby selesai denganku. Dari fotonya dan pendapat Wandy itu tidak masuk akal kalau kami dibilang mirip, warna kulit kami saja berbeda, bentuk wajah juga, mata juga, kami hanya sama-sama menggunakan kacamata minus. Lucunya aku yang kesal malah tertawa karena Wandy. Nah lihatlah pikiranku lebih banyak ke Wandy daripada Aby. Putus dengan Aby sepertinya keputusan terbaikku, aku lebih bahagia dan sangat lega. Aku bahkan lebih banyak memiliki self-time. Aby adalah pacar pertamaku yang setengah hati aku cintai untuk sebuah status, kata-kata ini jahat kalau orang lain yang ucapkan, tapi aku masih berpikir dalam hubungan ini aku lah Villainnya, orang-orang yang tau hubungan kami juga beranggapan begitu karena figurku selalu terlihat kuat.  Satu hal yang agak kusesali 3 tahunku untuk relationship yang seperti ini terasa terbuang sia-sia. I think im not ready for love, but I just force my self.


Aby Point of View (POV)

__ADS_1


Tidak kusangka mereka malah kandas begitu saja dan aku melihat Vira sangat sedih dan yang ingin kulakukan diawal adalah menghiburnya, namun harus kuakui saat aku menghiburnya lama kelamaan aku jadi berharap lebih, apalagi orang kantor yang ada di sekitar kami sangat mendukung, aku pun memberanikan diri, dan aku sudah tau jawabanya. Aku tahu dia belum punya perasaan yang special ke aku, tapi menurutku waktu dan apabila aku lebih mengetahui dia, lebih memahaminya dia pasti bisa jadi milikku, entah darimana kepercayaan diriku itu, tapi itu yang kurasa, dan kami pun memiliki status sebagai pacar. Aku melihat ia cukup senang bersamaku, bahkan ia menangis saat aku mau pergi dan kita jadi LDR, dan memang tidak lama kemudian kami putus.


Lalu aku senang sekali saat takdir kami membuat kami kembali bertemu, aku merasa ia jodohku, aku pun memperlakukan dia seperti di awal, seperti kami memulai kembali dan perasaan dia berubah, dia terasa lebih terbuka, dan dia terlalu banyak bertanya. Aku tau aku salah tidak membuka diriku kepadanya, tapi aku juga merasa aku malah akan menjadi beban baginya apabila dia tau apa yang kumau. Di mataku dia wanita yang terlalu sempurna, dan aku tidak ingin menyakitinya, dan aku takut apabila dia tau kelemahanku dia akan meninggalkanku, namun semua yang kulakukan malah berujung aku lelah, aku lelah menjalani hubungan ini karena aku terlalu takut kehilangannya, aku kehilangan diriku dan saat itu Rely muncul dalam hidupku, kami memiliki banyak kesamaan hobi dan aku melihat sosok Vira juga di dirinya, dia tidak secantik Vira, namun aku merasa mungkin kami lebih cocok, karena level kami bisa jadi sama, dan Rely pun sepertinya sangat memahamiku. Saat itu aku tau aku salah, aku memulai hubungan sebelum mengakhiri yang sedang terjadi, Rely tau itu dan mau menungguku, tetapi aku pernah berjanji dahulu sekali kalau sebagai lelaki aku tidak akan menyakiti pasanganku dengan cara memutuskannya dan berakhir aku malah minta diputuskan. Saat itu juga aku malah menuduhnya selingkuh karena aku tau ia masih dekat dengan Wandy, gak salah kan kalau aku cemburu walaupun memang Vira selalu cerita dan aku tidak. Di akhir cerita ini aku tau aku bersalah namun aku hanya ingin bahagia dan dicintai, keegoisanku membuat aku menyerah pada Vira yang levelnya kuanggap lebih tinggi.

__ADS_1


                                                                                            *


__ADS_2