My Dating Story

My Dating Story
Story Five Chaos


__ADS_3

Sudah Hampir 2 tahun berlalu sejak kematian sahabat cerminku Sony, aku masih tetap suka berbicara dengan cermin, bukan karena masih sedih kehilangannya, namun sepertinya menjadi kebiasaan baruku, selain itu aku juga sudah jarang berbicara dengan Wandy, rasanya aneh kalau tanpa Sony, namun kami tetap saling kontak hanya tidak bisa sesantai sebelumnya, hanya sekedar menanyakan kabar dan basa basi seadanya.


Saat ini aku sedang duduk, menikmati cutiku yang cuma 3 hari dan sekarang sedang tidak diganggu, dan tiba-tiba aku jadi tertawa karena mengingat chaos yang kualami selama 3 bulan terakhir.  Sudah kurang lebih 5 tahun aku single sampai aku tidak memikirkan lawan jenis lagi, namun gara-gara acara yang kudatangi 3 bulan lalu, padahal hanya selama 3 hari aku jadi mengenal cowok-cowok yang membuatku hidupku menjadi terasa aneh dan diwarnai, tidak lagi hitam, putih dan abu-abu.


Flash Back 3 bulan lalu


 Aku datang ke sebuah acara semi blind date yang bertema keagamaan juga, so semua peserta sudah pasti single tidak pernah menikah, serta seiman denganku, Singkat cerita disini aku mulai tertarik dengan seorang cowok bernama Yui, nama dia emang kayak orang jepang, walaupun sebenarnya tidak ada keturunan jepang-jepangnya. Aku pun berhasil mendapatkan nomornya untuk dichat yang memunculkan profilnya tanpa foto, karena sengaja sesuai peraturan panitia kami dilarang pasang foto. Sebenarnya aku sudah ngobrol langsung dengan cowok ini waktu kami masih mengikuti acara utama dan berkumpul ramai-ramai dengans semua peserta lain, serta beberapa kali ia duduk tidak jauh dariku di aula,  dan aku mengetahui dia juga karena ia beberapa kali ditunjuk untuk memimpin doa, mungkin itu yang membuat aku tertarik, ada aura yang berbeda kurasa. Namun yang paling membuat aku excited sebenarnya adalah diriku sendiri, karena ternyata aku masih bisa tertarik dengan lawan jenis setelah lama tidak merasakan hal seperti ini lagi setelah Wandy dan hanya berkutat pada karir yang memang sukses. Aku merasa ingin mengetahui dia lebih, mengenalnya secara langsung,  jadi waktu ada tawaran untuk private blindate aku mengajukan diri. Aku ternyata memang suka bikin shock diriku sendiri, aku yang tergolong penakut dalam hubungan dan cenderung mengalah kalau banyak saingan jadi seberani ini, aku cuma pikir kesempatan mungkin tidak akan terus datang kan? Mumpung ada yang bikin perasaanku berbeda, Sekali-kali menembus zona nyaman gak apa-apa lah toh kemungkinan aku bertemu mereka lagi kecil, juga kemungkinan aku berhasil.


 Yui sama sekali tidak tau kalau aku adalah salah satu dari beberapa cewek yang men-chatnya, dan menurutku chat kami berjalan lancar dan isinya hanya obrolan yang sangat ringan karena penuh dengan candaan dan ledekan, tidak ada yang terlalu serius, ini wajar menurutku dan sesuai dengan kecepatanku, selera humor kami sepertinya cukup cocok. Dari panitia  aku tahu ada 2 cewek lagi yang sama-sama seruangan dengan aku yang menchat Yui. Aku sudah mengenal dan berteman dengan para panitia karena pernah mengikuti kegiatan sosial di panti jompo bersama mereka.


Aku tertawa-tertawa kecil melihat chat di hp-ku, karena tidak berani tertawa lebih keras, melihat cewek-cewek lain yang semuanya terlihat serius. Di ruangan ini total ada 7 peserta perempuan, dan 3 diantaranya tertarik dengan Yui, termasuk aku, jadi aku memiliki 2 saingan yang menjadi kandidat private blindate dengan Yui. Tetapi entah yang mana aku tidak mengetahuinya. Sepertinya  para panitia sengaja menyatukan kami di 1 ruangan ini. Padahal masih ada 2 ruangan lainnya atau mungkin pengaturan ini membuat mereka lebih mudah melakukan filternya. Aku mengintip sedikit ke arah-arah cewek-cewek lain itu, namun tak seorang pun tersenyum, terlalu tegang pikirku, hawa-hawa kayak mau dihukum, siap-siap akan jadi mangsa yang dimakan hidup-hidup. Sampai tiba-tiba di kesunyian itu ada ketukan di pintu dan pintu kami dibuka oleh panitia.


“Amel, ayo kesini.”panitia memanggilnya dan kemudian mereka menghilang.


 Namun kemana mereka pergi, kami bisa mengetahuinya karena kami yang berada di lantai 2 bisa melihat kegiatan di lantai 1 dan Amel tiba-tiba saja sudah berada disitu melanjutkan kegiatan utama, yang artinya pasangan blind datenya memilih pasangan lain. Aku menduga dia salah satu kandidat Yui.

__ADS_1


 “Cecil, ayo kesini.” ekspresi panitia memanggilnya berbeda, dan waktu keluar aku liat Cecil tersenyum ke arah berlawanan.


 “Ema, ayo kesini.”ekspresi simpatik lagi dari panitia.


Sainganku apa mungkin tumbang lagi kah? Apa benar aku seberuntung ini?Aku ingin tertawa karena seperti ada golak diperutku yang membuatku terlalu hype (bisa bereaksi berlebihan).


 Sudah peserta perempuan ke 5 dari ruanganku dipanggil oleh panitia, namun aku tidak kunjung dipanggil juga sepertinya sengaja dipanggil terakhir. Dan akhirnya setelah cukup lama menunggu sendirian (sebenarnya gak lama, cuma terasa lama saja bagiku).


 “Vira, ayo kesini.” panitia senyumnya lebar banget ke aku sepertinya teralu lebar malah, dan aku keluar melihat wajah Yui yang lumayan shock melihatku, karena matanya yang memang lumayan besar terlihat lebih besar dan pupilnya agak membulat?


“kamu?”


“kok bisa si?”


“lah emang gak boleh?”

__ADS_1


“wah susah, susah gimana jawabnya! lah kita kan ngobrol tadi.”


“terus?”


“lah gak kasih aba-aba juga, kaget tau tadi namaku tiba-tiba dipanggil.”


“nah kalau itu kan bukan salah aku juga,  seandainya aku gak maju, tetap ada juga ada 2 cewek lain milih kamu. Jadi emang udah nasib kamu dipanggil”


“iya ya, kok bisa ya?”


“udah deh gak usah sok laku.”


 Dan panitia pun menginterupt kami


“mesra-mesra lanjut nanti ya, yang jadi couple kumpul dulu diruangan itu, dengerin arahan ok?”

__ADS_1


 Kami pun terpisah sementara untuk menerima aturan mengenai private blindate ini dari panitia lain diruangan. Semua pasangan private blindate akan diperkenalkan kepada peserta lainnya yang jumlahnya lebih dari 100 peserta,  dan mereka akan duduk bersama mengelilingi grup besar tersebut dikursi tentuya, seolah kita orang yang paling penting (memikirkan ini agak memalukan sepertinya dan aku melihat Yui yang juga melihatku cuma bisa geleng-geleng sambil tertawa kecil). Setelah mengikuti 1 acara lagi-lagi kita akan pindah ke tempat lain untuk candle light dinner. Tapi entah kenapa aku ragu sama konsep ini.


Aku tidak tahu apa saja yang terjadi di aula besar saat kami semua yang private blindate diperkenalkan, total ada 20 pasangan, ingatku aku hanya banyak menunduk dan kadang melirik ke Yui yang banyak tertawa juga tidak kala canggung, rasanya aku cukup malu, atau sangat malu sehingga suara apapun hanya terasa seperti blur, background yang tidak kupehatikan, dan aku berpindah ke duniaku sendiri yang terasa lebih tenang. Untungnya efek shock ini tidak terlalu lama, walaupun aku baru sadar saat lagi-lagi Yui menggamit lengan bajuku (menurutku tindakan ini cute).


__ADS_2